
Bastian mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, seperti biasa mereka hanya diam dan tidak ada pembicaraan sama sekali.
Saat key sedang melihat-lihat kearah luar jendela tiba-tiba bastian menghentikan Mobil,key Terkejut dan melihat kearah bastian.
"kenapa berhenti,? kan Rumah aku masih jauh " tanya key kepada Bastian.
"itu tolong..dipakai" kata bastian sambil menunjuk kearah key, key pun kaget dan merasa kesal karena arah yang ditunjuk bastian dan tatapan matanya diarahkan ke dua buah gundukan yang tak lain adalah dada key,merasa key dilecehkan oleh bastian dia pun geram dan Marah
"ih..Lo apaan sih! Tunjuk-tunjuk ke bagian sini segala, dasar laki-laki sama aja gak ada yg hargain wanita semua laki-laki Mesum otaknya" sambil menutupi dadanya dengan kedua tangannya secara bersilang.
"hello.. Nona Keyshandra yang Terhormat!, makanya Otak sama Mata jangan dipakai sembarangan gw itu nunjuk ke Seatbelt bukan ke da.. ah.. Sudahlah pokoknya loe harus pakai Sabuk pengaman kalau nggak gw bisa di tilang"
Bastian Geram dengan tingkah key yang salah Paham dan bastian sedikit malu sebagai laki-laki yang di tuduh berotak Mesum Oleh Key.
Key menoleh kearah bastian dan melihat wajah Bastian yang Kesal dan Geram, key merasa sedikit bersalah karena sudah salah Paham tapi key menepis Rasa bersalahnya itu dan terus mengerutu dalam hati dengan wajah cemberut (siapa suruh dia gak langsung sebut Nama malah nunjuk-nunjuk kearah sini, gw kan jadinya salah tanggap trus Emosi jadinya.. ih.. Gw sebel banget kenapa sih oma Ajeng yg elegan punya cucu kayak gini).
Tiba-tiba Bastian Membelokkan mobilnya dan masuk Ke suatu tempat & menepikan Mobilnya Key terkejut dan membelalakan Matanya Saat melihat tulisan diatas tempat bastian menghentikan Mobilnya tersebut tempat itu Bertuliskan Hotel & Restaurant.
"eh.. Tunggu kita mau ngapain disini?, gw tau tadi gw salah paham dan gw minta Maaf tapi lo gak mau jahatin Gw kan dengan bawa gw ketempat ini? "
Key cemas dan sedikit pucat karena memikirkan hal apa yg akan dilakukan Bastian kepadanya.
"aduh.. benar-benar Oon nih Nona, kan tadi sudah gw bilang Otak Sama mata di pakai yg benar" sambil mematikan mesin Mobil.
"trus.. Maksud loe bawa gw ke Tempat beginian mau ngapain?" bentak key dengan nada tegas.
"heii..nona tolong di baca ini itu Hotel & Restaurant gw kesini mau makan Karena lapar dan lo tunggu di Mobil aja nanti gw beliin Buat loe Nona, soalnya kaki lo kan blm boleh jalan banyak jadi loe tunggu sebentar di mobil, oke sudah paham belum?"
Bastian kesal dan greget dengan tingkah Key yg selalu salah paham karena takut.
"iya.. Gw tunggu, lo makan aja duluan gw nanti aja makannya di Rumah, terimakasih sebelumnya ya " kata key dengan wajah yang malu karena key salah paham lagi tadi.
__ADS_1
"cih.. Yang mau makan bareng lo siapa gw memang dari awal gak ngajak lo kok, dan sudah tau kan disini yang sebenarnya isi otaknya mesum & cabul itu siapa.? "
Sambil menutup mobil sedikit membanting & meninggalkan key di dalam mobil dengan kaca pintu mobil sedikit terbuka.
Key kembali merasa bersalah dan malu karena sikapnya ke bastian.
Setelah Bastian menghabiskan waktunya sekitar 20 menit di dalam restaurant dia pun kembali ke mobil sambil menenteng kotak bungkusan yang berisi makanan untuk key saat bastian membuka pintu mobil dia mendapati key sedang tertidur key merasa lelah sekali dan lapar tetapi key mencoba menahannya dengan memejamkan mata untuk tidur serta menghilangkan rasa laparnya saat menunggu Bastian kembali.
Key tidur dengan pulasnya hingga tidak mengetahui kalau bastian sudah melajukan Mobilnya kembali.
Mobil Bastian tiba di Rumah Key tapi key masih belum bangun dari tidurnya.
Bastian mencoba ingin membangunkan key dengan cara menepuk nepuk pipi key dengan Lembut tapi ada rasa canggung saat dia mendekatkan tangannya, dan saat akan menyentuh pipi key Jantung Bastian tiba-tiba berdetak kencang dan perutnya seperti diaduk aduk ada perasaan yang menurutnya aneh.
Bima yang sejak tadi menunggu dan khawatir dengan kakaknya key melihat mobil bastian sudah tiba bima pun senang kalau kakak nya key sudah kembali dan bima segera menghampiri mobil bastian.
"Kak key.. " Sambil membuka pintu mobil bastian.
Bastian yang tadinya berniat membangunkan key agak terkejut saat bima membuka pintu mobilnya dan mencoba menyembunyikan kecanggungannya.
"eh.. Sudah sampai yah?" mencoba bertanya kepada Bastian tapi bastian acuh dan tidak menjawab Serta beranjak dari mobil karena dia merasa canggung saat Key bangun.
Bastian meyerahkan kotak bungkusan ke Bima.
"ini Bim..makanan buat kaka kamu dan juga Abang beliin Kamu 2 hamburger karena kamu sudah jaga Oma dengan Baik, oh iya oma dimana? "
"Ooma ada di dalam sedang nonton tv, Makasih ya bang tau aja kesukaan bima" bima menerima bungkusan yang diberikan bastian sambil tersenyum senang.
Bastian masuk kerumah disusul key yang di Tuntun Bima dan mereka mendapati Oma ajeng sedang meonton Tv.
Key tersenyum kepada oma dan bertanya kepada oma ajeng.
__ADS_1
"Oma sudah makan? "
"Iya, Oma sudah makan tadi bareng nak Bima, bagaimana kaki kamu nak key apa masih sakit" tanya oma ajeng dengan mimik wajah sedikit khawatir.
"sudah baikan kok oma walaupun masih agak sedikit sakit kalau di bawa jalan"
Sementara itu Bastian yang juga duduk dengan mereka mencoba bergeser dan pindah posisi duduk sedikit menjauh karena jarak duduk key & bastian hampir berdekatan oma ajeng yang melihat gaya bastian tersenyum kecil.
Bastian mengambil hp dari kantong sakunya dan menekan nomor yg dia tuju yang tak lain adalah nomor sekretaris bastian yang bernama Litha.
"Hallo..Litha tolong kamu hubungi yayasan Asisten Rumah tangga saya Butuh satu Orang pembantu yang cekatan dan Trampil dalam mengerjakan semua pekerjaan Rumah tangga" perintah Bastian ke secretarisnya Litha.
"untuk di Rumah pak.? " tanya Litha
"oh tidak nanti kamu saya kirim alamatnya.
"Baik pak segera saya hubungi"
Oma ajeng sedikit melirik ke arah Bastian dan Tersenyum kembali oma ajeng yakin kalau pembantu itu akan di tempatkan di Rumah key, mengingat kondisi key yang kakinya sedang sakit.
Oma ajeng merasakan ada sedikit perubahan dari Bastian yaitu kekhawatiran dan kepedulian Bastian kepada seorang wanita.
Tadi nya Oma ajeng & tante Agnes sedikit khawatir dengan sikap Bastian beberapa tahun ini Bastian sama sekali tidak mau Mendekatkan diri kepada seorang wanita adapun Wanita-wanita yang dia temui dan ajak bicara adalah rekan Bisnis atau pegawainya di kantor itupun hanya membicarakan sebatas masalah pekerjaan saja.
Sikap bastian sangatlah dingin dan tidak pernah menunjukkan sikap ramah kepada wanita-wanita muda di Sekitarny.
Oma khawatir mengingat Umur bastian yang sudah sangat Matang dalam berumah tangga.
__ADS_1
Jangan Bosen yah nunggu kelanjutannya 🤗