
Pagi yang Sejuk Bastian masih Nampak terlelap Di samping sang Istri , kicauan Burung gereja Membangun kan Key dan Segera bergegas melihat Danish Putranya di Ranjang Ayun yang di letakan di sebelah Ranjang mereka.
Nampak danis sedang memainkan Tangannya yang masih memakai sarung tangan bayi.
"wah...! Anak Mama yang ganteng ternyata sudah bangun yah.." segera key menggendong danis untuk menyusuinya.
dertt..dertt..dertt..hp key bergetar tampak di layar hpnya bertuliskan Natali.
"hallo Nat, Met pagi..! " sapa key tetap dengan posisi duduk di Sofa sambil menyusui Danis putranya.
"Key.., posisi kamu lagi jauh gak dari Bastian..aku mau ngomong tentang Angga nih.." jawab Natali dengan sedikit berbisik.
Bastian mendengar suara key yang sedang berbicara di telp, pikirnya siapa gerangan pagi-pagi seperti ini yang menelepon key, Bastian pun bangun dan memposisikan dirinya duduk sambil memegang bantal diatas Ranjang dan memandang kearah Key yang sedang berbincang di telp.
"oke..! Deh Nat nanti aku wa kamu kalau aku sempat..aku mau nyiapin Baju kerja Bastian dulu karena dia sudah Bangun.. " key mencoba mengakhiri pembicaraannya dengan Natali takut bastian nanti menanyakan dengan detil, dan Natali pun Paham arah pembicaraan Key.
"siapa itu sayang.. " tanya bastian dan mengecup kening key.
"oh..tadi Natali yang telp.." jawab key datar.
"tumben natali pagi sekali sudah ajak kamu ngobrol.. "
"itu..dia mau..mau..?" key gugup sebab bingung harus memberi alasan apa pada Suaminya.
"mau apa..kamu kenapa sih key, seperti kelihatan bingung gitu..?" bastian yang tadinya biasa Saja sekarang menjadi sedikit curiga terhadap sikap Istrinya.
"ini loh bas.. Natali mau ajak aku ke toko herbal.. " jawab key asal.
"toko Herbal..!, kamu sakit sayang..? " bastian semakin penasaran dan cemas.
"nggak, aku baik-baik aja kok, ke toko herbal tuh buat terapi kesehatan Masa Nifas, untuk setiap wanita yang baru melahirkan.." jawab key yang semakin merasa alasannya adalah alasan yang tepat.
"hmm..,begitu..!, aku sih kurang paham apa itu Nifas, ya sudah kamu pergi aja sama natali, nanti danis biar di Urus Bi Ira kan bisa di bantu pelayan yang lain di rumah ini.." jelas bastian yang mengijinkan key tanpa key tanya sama sekali.
Key berusaha sebisa mungkin bersikap wajar agar bastian tidak mencurigainya.
Bastian sudah berangkat ke kantor dan key segera menghubungi natali kembali.
"hallo Nat, tadi pembicaraan kita terputus, papanya Danis baru berangkat soalnya." jelas key kepada natali.
"Gini key, kemarin aku pergi lagi ke tempat kerja Angga dan ternyata Angga sedang di Rawat di Rs karena Sakit keras yang di Deritanya" jelas Natali dengan nada sedikit turun.
__ADS_1
"apa nat..! Angga Sakit Keras..? " key mencoba memperjelas apa yang di katakan Natali barusan.
"iya key..itu kata teman sekerjanya, Angga saat ini berada di Rs M.S sudah Seminggu. "
"Nat kita besuk yuk.., aku sedikit kasihan Dengar Angga Sakit.. " pinta key lirih.
"aku sih setuju aja kalau kita mau besuk, tapi lebih baik kita beritahu Bastian dia pasti tidak akan marah, ini kan semata karena kemanusiaan, aku juga nanti mesti bilang Ke Rudi.. " jelas Natali mengusulkan yang Positif.
"iya, aku gak mau terus berbohong sama Bastian, Nanti malam aku mau kasih tau dia, Kalau bastian ijinin kita besok Kesana Besuk Angga.. "
Key pun mengakhiri pembicaraanya dengan Natali.
***
triing.. Suara pesan Wa dari Shane kepada Bastian.
Shane;. (Sorry Bro, bukanya gw gak mau makan siang bareng lo, tapi gw sudah janji sama Si cantik Litha)
Bastian; (pantesan lo tolak ternyata nge Date bareng sekertaris gw ya..?)
Shane; . (yah..bas gw kan lagi di kasih kesempatan sama Doi, jadi gw pakai waktu sebaik Mungkin, dah gak sabar gw mau Boyong dia.he..he..)
Shane ; (iya, lo tenang aja dia kan Calon Ipar lo)
Melihat cara Shane yang terus mendekati Litha, bastian jadi teringat saat dia berusaha Mendekati Key bahkan rela Berlawanan Arah ke kantor nya asalkan dapat mengantar Jemput key bekerja.
***
Key Merebahkan Danis yang sudah tidur di Ranjang Bayi dan melihat ke arah jam, Sudah jam 7 malam kenapa Bastian belum pulang juga ya, tanya key dalam hati.
Tak lama suara klakson Mobil bastian terdengar Key segera turun menyambut kepulangan Suaminya.
"Tumben kamu pulang agak Malam sayang " tanya key sambil mencium tangan bastian dan meraih tas nya.
"Tadi shane mampir ke kantor ku, kita keasikan ngobrol deh.." key terus menatap mimik suaminya seakan ingin membaca situasi untuk key membicarakan masalah Angga.
Saat mereka sudah diatas Rajang dan hendak akan Tidur, key mulai memberanikan diri membuka pembicaraan tentang angga.
Key lalu meraih tangan Bastian dan bastian mendekatkan dirinya dan mendekap istrinya dalam posisi berbaring.
"Bas aku mau bicara..!"
__ADS_1
"Bicara aja sayang, kamu sepertinya sedang ada beban pikiran. "
"tapi..kamu jangan marah ya.. "
"kalau Untuk kamu, aku akan berusaha menjadi suami yang penyabar jadi gak akan marah"
"benar yah.!., kamu tidak akan marah.."
"Benar..Istriku..aku gak akan marah.." balas bastian sambil mencubit pipi Key.
"oke..aku mau Bahas tentang Angga..!" bastian menarik nafas dan melepaskan Rangkulannya dari key.
"tuh..kan..! Kamu marah.." olok key dengan nada tinggi.
"kamu gak ada hal lain yang bisa kita bahas ya sayang..?" tanya Bastian datar.
"kamu..dengarin aku dulu, pasti kamu mengerti deh.." key kembali merapat kan tubuhnya ke bastian dan meletakkan tangan bestian ke pinggangnya.
"emang ada hal menarik apa sih tentang Angga..?" bastian merubah ekspresi wajahnya menjadi penasaran.
"aku tadi siang di beritahu Natali kalau Angga itu sedang Sakit keras, dan saat ini di Rawat di Rs M.S.."
"sejak kapan dia Mulai sakit..? " tanya bastian penasaran.
"aku juga kurang jelas, yang natali tau Angga di Rawat sudah seminggu, tepat saat kamu melukai dia saat di Restaurant.." jelas key sedikit Sedih.
"pantas Angga Nampak Sangat Lemah saat aku hajar 1 pukulan dia langsung Roboh.." jawab bastian dengan perasan sedikit bersalah.
"Kamu ijinin gak, kalau aku membesuk nya..? " pinta key dengan wajah memelas.
"Sayang..aku tau kamu pasti merasa takut aku tersinggung, aku bukan laki-laki yang tegaan, besok Kita sama-sama besuk Angga, bagaimana pun juga aku ikut bersalah." Bisik bastian di Telinga key sambil terus merangkul key dengan Mesranya.
Key merasa tenang sebab bukan hanya persetujuan Bastian yang dia dapat melainkan Bastian Juga menemaninya untuk membesuk Angga.
*Hai..!. pembaca kesayangan trimkasih sudah mampir di Karya Aku ini, Dukung aku dalam berkarya yah.. Support aku dengan Vote, Like & Commentar Positif Kalian & Jangan Lupa Baca Novel ku yang lainya yah.. 🤗
__ADS_1