Jodoh..Aku cinta Kamu

Jodoh..Aku cinta Kamu
Episode 6


__ADS_3

Oma Ajeng Mengirim pesan Ke Angnes Menggunakan Hp suster yang di pinjam tadi dan menyuruh Agnes untuk datang ke Rumah sakit besok karena besok Oma Ajeng akan menyuruh key dan Bima untuk tidak datang ke Rumah Sakit dengan alasan Bima Sekolah Sehingga Oma Ajeng dan Agnes bebas Berdiskusi untuk Rencana Mereka.


Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu yang tak lai adalah key & bima


"Malam Oma..gimana Oma sudah Enakan belum..? " Sambil Memegang tangan Oma Ajeng.


"Oma sudah tidak terlalu pusing.. Key & Bima tidak usah khawatirin oma ya" Oma Ajeng mencoba meyakinkan Key & bima agar tidak perlu Khawatir.


Key Menyuapi Oma ajeng makan Malam yang baru saja diantar Suster. Key menyuapi Oma Ajeng layaknya Nenek Sendiri.


Key pun Suka memuji Kecantikan Oma ajeng yang juga Elegan.


Saat Ajeng selesai Menyuapi Oma ajeng tiba-tiba Pintu kamar Rs Di ketuk dan alangkah terkejutnya Oma Ajeng setelah Tau siapa Yang Datang yang Tidak Lain adalah Sbastian & Agnes keluarga dari Oma Agnes.


Betapa terkejutnya Oma Ajeng dan banyak pertanyaan dalam Hatinya Tidak mungkin Agnes yang memberitahu keberadaanya dan Tidak Mungkin Pula sbastian Akan Memaksa dengan Keras tantenya Untuk Jujur, walaupun bastian Sering bersikap Dingin tapi dia bukanlah Laki-laki yang kasar apalagi kepada Tante yang sudah merawatnya selama ini seperti Anak sendiri.


"Oma.. Oma kenapa bisa di Rumah sakit.. " Tanya Sbastian Sambil memeluk Oma ajeng karena khawatir.


Key yang Melihat suasana ini jadi bingung, laki-laki yang memeluk Oma Ajeng tak lain adalah Laki-laki yang Menolong Dia tadi sore di jalan dan Banyak lagi Pertanyaan dalam benaknya.


"Mama.. Mama gak Kenapa-kenapa kenapa kan ?"


Agnes memeluk Oma Ajeng Pura-pura khawatir dan saat agnes memeluk Oma ajeng agnes membisikan ke telinga Oma Ajeng.


"Maaf ya mah.. Bas Periksa hp aku saat aku sedang tidak Di tempat dan dia mendengar sedikit percakapan kita tadi siang untunnya dia hanya mendengar kalau mama sedang divrawat".


Benar dugaan Oma Ajeng,  tapi Oma Ajeng tidak Hilang akal.


"Ka..kalian Siapa? " tanya Oma ajeng Terbata-bata yang pura-pura Seperti tidak mengenal mereka karena Pikun.


Mendengar pertayaan oma nya tadiBastian Bingung dan Khawatir ada apa dengan Omanya.


"Maaf ya.. Kalian Siapanya Oma Ajeng..? "


Key Mencoba bertanya kepada Bastian dan Agnes.


" Oma Ajeng..? Ini Nenek Aku.. Oma Sarah bukan Ajeng.. " Menjelaskan kepada Key dengan Tatapan Tajam.


"Apa Ada bukti menandakan Ini Oma Anda? Saya yang membawa Oma ini ke Rs ini karena Pingsan dan Oma Ajeng sepertinya Pikun dan Tidak mengingat dimana Rumahnya yang beliau Ingat Hanya Namanya Ajeng"


"ini memang Oma saya oma Sarah,  Ini ada Foto kami sekeluarga.. " Mengeluarkan Hp dan menunjukan beberapa foto keluarga Oma Ajeng.


Dan memang benar saja itu Foto-foto Oma dengan keluarganya yaitu Sbastian, Agnes,Oma Ajeng.


Melihat Mamanya sudah Mulai Berakting lagi Agnes Minta ijin Permisi ke Toilet.


Agnes Keluar dari Kamar Oma Ajeng di Rawat,Tante Agnes Ke Toilet ternyata Hanya Sebagai Alasan Saja dia bergegas menuju Ruangan yang Bertuliskan Dokter Spesialis Syaraf


Ternyata sebelumnya Agnes sudah menghubungi Dokter tersebut dan Meminta Tolong untuk Membantu Rencana Mama nya yaitu Oma Sarah/Ajeng untuk Berpura-pura Di Depan Sbastian Bahwa Penyakit Oma Ajeng sangatlah Serius Dan setelah Selesai Berbincang Dengan Dokter Tersebut Agnes Pun cepat kembali Ke Ruang dimana Oma Ajeng di Rawat.


"Ok.. Kalau Memang Oma Ajeng Ini adalah Nenek Anda lebih Baik Anda Membawanya Jika Keadan Oma Ajeng sudah Pulih Benar.. "


Pinta Key kepada Sbastian.


"tapi.. Oma tidak Kenal Dengan Anak Muda ini.. "


Kata Oma Ajeng dengan Terbata-bata dan Menunjukkan Ekspresi Sedikit Takut sambil Memegang Tangan Key.


Tante Agnes datang dan tidak lama masuklah Dokter Spesialis yang Merawat Oma Ajeng,  Dokter mulai Mengeluarkan Stetoskop nya dan Mulai Memeriksa Oma Ajeng serta Melihat Hasil Pemeriksaan Sebelumnya.


"Bagaimana Dengan Kondisi Oma Saya Dokter..?" tanya sebastian dengan Ekspresi Khawatir.


"untuk saat ini Kondisi Oma Ajeng sudah Mulai Stabil Tekanan Darahnya pun sudah Mendekati Normal Tolong Oma Ajeng Jangan Terlalu Banyak Pikiran dan Tidak Boleh terlalu Emosi serta Lelah karena sangat Rentan sekali ke Kondisi Oma Ajeng Bisa bisa Terkena Serangan Jantung atau Strooke.. "

__ADS_1


Pesan Dokter kepada Mereka.


Dokter pun Berlalu Pergi setelah menjelaskan kondisi Oma Ajeng.


"Bas.. Bagaimana Kalau kita biarin Oma tinggal di Rumah..siapa Nama Kamu Cantik? "


Tanya Agnes sambil menjabat Tangan Key.


"Oh.. Saya Keyshandra Bu.. Dan Ini Adik Saya Bima"


sapa Key memperkenalkan Diri.


"aduh.. Jangan panggil Ibulah.. Panggil aja Tante Agnes.. "


"oh.. Iya..Bu,.eh.. Tante Maksudnya " Key agak sedikit Canggung dia Merasa Sbastian Masih Merasa Kalau Yang membuat Neneknya Masuk Rumah Sakit adalah karena dia, itu dapat terlihat Jelas dari tatapan Sbastian Kepada Key dengan Sinis.


"Cih.. Bukannya Terimaksih Sikapnya Enggak banget deh Ganteng sih Ganteng,  tapi Sikap gak sesuai sama tampang, Emang sih Gw terimaksih Banget dia sudah Nolongin gw tadi tapi sekarang..hadeuh..! "


Gerutu Key dalam Hati.


"Jadi..Bas bagaimana Kalau Oma kita titipkan Sementara Di Rumah Key..?dan segala Kebutuhan Oma kita tinggal Siapin semua juga biaya oma di rumah key..?"


Usul tante Agnes Mengingatkan lagi


"Enggak.. Enggak..boleh..! Oma biar kita Rawat di Rumah kita setelah keluar dari Rumah Sakit"


Menegaskan dan menolak usul Tantenya.


"tapi..Bas.. Oma masih belum Ingat sama kita Kamu gak dengar kata Dokter Oma mesti merasa Nyaman "


Mencoba meyakinkan sbastian dan Bastian Menoleh kearah Key dengan Tatapan Sinis, Key merasa agak Risih dengan Tatapan Sbastian.


"Hey.. Nona..Key..! Ya.. Nona key..! Kamu ketemu Oma saya Dimana?


Dengan Sinis Meledek Key.


"Maaf ya.. Tuan Orang Kaya Gw ketemu Oma Ajeng tuh di Pasar, Saat beliau Mau Diamuk Masa Karena Makan tidak Bisa Bayar Sebab Tas yang di bawa Oma Hilang"


Mencoba menjelaskan kepada Bastian Serta membela diri.


Mereka Saling Berhadapan dengan tatapan yang saling Menantang satu sama lain.


Bastian Terdiam karena malu kalau dia sudah Menuduh sembarangan kepada Key.


Wajar kalau Sbastian berpikir seperti itu Mengingat Keluarganya adalah Salah satu Konglomerat di Negara ini dan Keluargaya termasuk 10 dari Keluarga Terkaya dari Pengusaha besar Lainya jadi Kemungkinan Banyak sekali Orang yang Mencoba Mengambil Keuntungan darinya.


Agnes Menarik Tangan Bastian Mencoba Mengajak bastian untuk berbicara di Luar Kamar Rs.


"Bagai Mana Bas Menurut kamu..? "


Sambil menepuk Pundak sbastian.


"Terserah Tante sajalah Kalau itu menurut Tante yang Terbaik buat Oma"


Mencoba Pasrah dan ikut pendapat tantenya.


"Baguslah Kalau kamu Sudah Paham,  tante tau Kamu sangat sayang Sama Oma serta Khawatir tapi ini jalan terbaik untuk pemulihan Ingatanya Oma"


Agnes mencoba menjelaskan kepada Bastian.


Wajah Bastian tiba-tiba berubah menjadi sedikit sedih.


"Bas merasa bersalah sama Oma, Coba kalau kemarin Bas tidak mengeluarkan Nada Suara yg agak tinggi ke Oma Pasti Oma tidak Akan Sakit hati lalu Kabur dari Rumah, Bas itu bukan Tidak mau dengan setiap Wanita yang ingin di kenalkan Oma ke Bastian tapi Bastian Butuh Waktu Tante..! "

__ADS_1


Bastian merasa sedih dia menundukan kepalanya untuk menutupi air matanya yang tidak terbendung lagi.


Agnes Mengerti dengan perasaan Bastian terlebih lagi Bastian sudah kehilangan Kedua Orang tuanya saat dia Masih duduk di bangku sekolah dasar, bagi Bastian Oma Sarah Adalah Mama pertama Baginya selain Tante Agnes.


Agnes Mengajak Bastian Kembali ke kamar Oma Ajeng/sarah dan berpesan kepada Bastian Agar Mulai saat ini Membiasakan Mereka untuk memanggil Oma Sarah dengan Nama Oma Ajeng.


"Ok, Karena Besok Oma sudah boleh Pulang kata Dokter tadi jadi Besok kita bawa semua kebutuhan Oma dan Perlengkapannya kita Antar Oma Kerumah Key"


Mencoba Mencairkan suasana dan menenangkan suasana Hati Bastian saat ini.


Oma Ajeng/Sarah yang Mendengar Ide Agnes Memberikan Kode kepada Anaknya Agnes Dengan Senyuman karena inilah memang yang di Inginkan Oma Ajeng


"Oh.. Iya.. Maaf ya key Tante belum ijin ke kamu Boleh gak Oma Ajeng Tinggal Beberapa Hari di Rumah Kamu sampai Oma Ingatannya Kembali pulih Karena Dokter Menjelaskan Ke Tante


Saat Keluar,kalau Oma itu Pikun dan Pikun bisa kapan saja datang dan Bisa kapan saja Ingat Kembali"


Key dan Bima Hanya bisa saling pandang mengingat Di rumah Mereka hanya Ada 3 kamar yaitu kamar Key, Bima dan Om wahyu yang Berada di Lantai Bawah.


"Maaf Tante Agnes bukannya Key tidak mau Oma tinggal di Rumah kami, Justru Kami Senang tapi Masalahnya Kamar yang ada di lantai Bawah hanyalah Kamar Om Saya kamar Key dan Bima ada di Lantai Atas"


Kata Agnes mencoba Menjelaskan.


"Tapi..kak Papa Kan masih Beberapa Minggu lagi di Luar Kota.. "


Celetuk Bima.


"kalau Hanya 1 sampai 2 Minggu kemungkinan Bisa karena Om masih Belum pulang jadi Oma bisa Pakai kamar Om saya Sementara"


"aduh.. Trimaksih yah cantik Untuk masalah kedepannya Tante Akan Coba Pikirkan Solusinya yang Penting mudah-mudahan Oma Cepat Ingat kembali Sebelum Om kamu Pulang"


Sambil Merangkul Key dan Bima Layaknya Anaknya sendiri.


"Bima sudah Kelas Berapa Sayang..? "


Tanya Tante Agnes.


"Bima sudah kelas 1 Smp tante.. "


Dengan Semangat Sekali.


"Oh.. Ya! Kamu lama-lama tante Lihat Mirip Teman tante Semasa SMA dulu, Dia Sedikit Gemuk juga Seperti Kamu"


Sambil Mencubit Pipi GembulnyaBima.


Melihat Reaksi Bima yang Sedikit malu di Cubit pipinya serta di katakan gemuk Mereka semua Menahan tawa termasuk Sbastian.


Memang Tante Agnes orangnya Periang dan Juga Ramah Dengan Siapa saja dari Setiap Kalangan walaupun Dia dari kalangan konglomerat.


 


 


Ikutin terus ceritanya ya 🤗


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2