
**Adult Conten, Anak di bawah umur dilarang membaca.
Bastian Membaca sebuah artikel yang di berikan Key. Bastian ingin membaca dan Mengetahui lebih banyak lagi. Bastian menekan tombol telepon yang menghubungkannya ke meja Litha sekertarisnya.
Tut ... tut ... Suara panggilan telepon paralel kantor berbunyi dan Litha menekan tombol speakernya.
" Iya Pak ... ada yang bisa saya bantu?" sapa Litha dari mejanya.
"Litha. kamu bisa kemari sebentar!" pinta bastian kepada sekertarisnya itu. Segera litha bergegas masuk ke ruangan atasannya itu.
"Iya Pak. Apa yang mesti saya kerjakan?" tanya Litha kepada Bastian.
"Begini Litha. Tolong kamu cari buku yang judulnya ada didalam artikel ini. Semua yang di Rekomendasikan artikel ini kamu beli saja semuanya. Kalau Kamu sudah dapat toko mana yang memasarkanya, suruh OB untuk mengambilnya!" pinta Bastian dengan tegas. Litha yang membaca setiap judul buku itu sedikit tersenyum dan melirik ke Arah Bastian. Segera Litha mencari tau dimana buku itu di jual.
Dering Ponsel Bastian berbunyi, tak lain adalah panggilan dari Key Istrinya.
"hallo sayang Ku,Cinta Ku,Istri Ku." sapa Bastian dengan beberapa panggilan romantis kepada Istrinya ini.
"Aduh ... banyak sekali panggilannya. Nanti kantong Aku enggak muat buat menampungnya. Papa sudah makan belum? debay nya bertanya nih?" sapa Key sambil bertanya kepada Bastian dengan nada manja.
"Du-du-duh Anak papa perhatian yah sama Papanya. Sekarang papa baru mau keluar makan sayang. Kamu sudah makan belum sayang?" Bastian balik bertanya juga kepada Key dengan nada manja.
"Aku belum makan. Sekarang Aku lagi ada di Lobby kantor kamu. Mau makan bareng suami Ku tercinta. Tadi pagi Aku masak makanan kesukaan Kamu di bantu oleh Bi Ira." jelas key yang sudah berada di lobby kantor Bastian.
"Heuh ... kamu kesini? kamu gak capek sayang? Kamu duduk manis saja di lobby biar Aku segera turun menjemput Kamu tunggu yah!" Segera Bastian sedikit berlari menuju lift dan tak memperdulikan setiap karyawan yang memberikan salam.
Bastian segera melihat ke sekeliling lobby dan mendapati Key sedang duduk di sofa lobby sambil melambaikan tangan ke arah Bastian suaminya.
"Sayang. Tadi seharusnya Kamu telepon Aku Saja. biar Aku yang pulang. Takutnya nanti kamu lelah." jawab bastian dengan sedikit khawatir sambil mencium kening Key dan mereka segera menuju ke ruangan Bastian.
Semua karyawan yang akan pergi keluar makan siang melihat Bastian dan Key. Mereka semua melemparkan senyum dan anggukan kepala sebagai tanda hormat. Key pun membalas senyuman mereka.
Ini membuat para karyawan semakin kagum akan Key sebagai Istri CEO nya. Karena selain cantik Key juga ramah dan bijaksana. Sementara Bastian saat itu hanya menatap dengan pandangan tajam, kepada setiap karyawan Pria yang menatap Key dengan tidak berkedip.
Key duduk di sofa Kantor Bastian dan meletakkan rantang makananya di meja.
"kamu lelah gak sayang. Kalau lelah biar kita pulang saja!?" tanya bastian.
"Ih ... kamu parno banget sih. Aku juga tau lah kalau misalnya Aku capek atau lelah. Kamu tenang aja aku ini ibu hamil yang sehat. karena Anak Aku, kan Kuat seperti papanya."
Key terus mengusap kandunganya sambil menyuguhkan hidangan yang di bawanya.
Bastian dan key makan saling menyuapi satu sama lain dan Key makan dengan lahapnya.
"Kok, kamu tau sih kesukaan Aku tuh sayur sawi dan tauge tumis.? " tanya bastian penasaran.
"iya dong. Naluri Istri gitu loh. Sebenarnya waktu Oma masih di Rumah Aku. Kamu Aku lihat makan menu ini lahap sekali padahal, kan Kamu sering makan di restaurant mahal dan enak. Terus kamu ambil nasi tidak banyak tapi pas lauk sama sayurnya kamu banyak makannya. Aku langsung menafsirkan Kamu pasti doyan menu ini. Lagi pula di rumah bi Ira sering masak dengan menu ini." jelas key sambil terus menyuapi suaminya ini.
__ADS_1
"kamu memang Istri cerdasnya Bastian Pratama." jawab bastian dengan tawa terkekeh-kekeh.
Setelah makan Bastian menawarkan diri mengantar istrinya ini kerumah dan sekaligus Bastian pulang. Tetapi Key melarang sebab sangat tidak etis seorang atasan pulang tidak sesuai waktu. Key lebih memilih pulang diantar oleh supir pribadi mereka.
Bastian mengecup bibir Key Istrinya dan mencium kandungan Key. Lalu segera mengatarkan key ke dalam mobil.
Sementara itu Litha ingin memberi tahukan bahwa buku yang di minta bastian telah di beli, dan sekarang sudah ada di tangan Litha.
Bastian segera memberi kode kepada Litha. agar Key tidak tau akan buku yang di minta Bastian dan Litha pun mengerti maksud dari atasannya ini.
Bastian memperhatikan setiap sampul dari buku-buku yang di belinya. Lalu membaca Intisari dari setiap buku. Akhirnya dia sampai pada satu pilihan buku yang akan dibacanya sampai habis hingga jam pulang kerja tiba.
Bastian membaca lembar demi lembar. Semua tentang bagai mana menghadapi tingkah Ibu hamil. yang terkadang membuat para calon Ayah sedikit kelimpungan menghadapi Mood ibu hamil. Bastian tersenyum karena dia sudah melewati masa-masa itu. Benar saja semua yang tertuang dalam tulisan buku tersebut sudah di alaminya.
Sampailah Bastian pada bab yang menjelaskan tentang berhubungan intim pada masa kehamilan. Saat membaca di bab ini senyum bastian semakin lebar. Karena apa yang dikatakan Key bahwa kekhawatiran bastian sangatlah berlebihan dan terlalu khawatir itu benar adanya.
Buku tersebut menjelaskan tidak masalah jika suami istri melakukan hak mereka. Disaat kondisi Istri sedang hamil tua. Kecuali kondisi kesehataanya sedang tidak baik atau kandunganya sangat lemah. Setelah membaca panjang lebar bastian pun semakin mengerti dan merasa semakin senang menjadi seorang Ayah. Bagai mana menjadi suami yang SIAGA (siap, antar dan jaga) dan itu bukan menjadi beban buat Bastian. Bahkan hal itu seakan menjadi kesukaan baginya. Sebab hal itu membuatnya semakin matang dan dewasa sebagai seorang Ayah bagi Istri dan Anaknya.
***
Bastian telah tiba di rumah dan mendapati Key yang baru selesai merapihkan tempat tidur mereka. Melihat Bastian datang Key segera menyambut suaminya. Key mencium dan mengambil tas yang masih ditenteng oleh Bastian. Key membukakan dasi dan jasnya.
Bastian terus menatap Key Istrinya ketika key membuka dasi yang di pakaia Bastian.
"kenapa sih ... Aku hari ini jelek yah.?" tanya key ketus yang heran dengan tatapan suaminya.
"Eng-enggak. Kamu tidak pernah jelek di mata Aku. Kamu selalu cantik, mau pakai apa aja tetap cantik. Apa lagi kalau pakai baju tidur. kamu tambah seksi." goda bastian dengan membisikkan perkataannya barusan ke telinga Key.
"Loh ... memang Suami gak boleh menggoda Istrinya yah? masa harus goda wanita lain sih!" ledek Bastian nakal.
"Awas ya! kalau sampai Aku lihat kamu godain wanita lain siapa pun itu. Aku enggak akan maafin kamu. Aku buat kamu seperti ini"
key sedikit kesal akan perkataan Bastian dan mengucek-ucek dasi Bastian. Menunjukan seperti apa perlakuan yang akan Key berikan kepada bastian jika dia berselingkuh.
"Yah ... enggak lah sayang. Aku itu suami yang takut di tinggal Istri." goda bastian sambil mengangkat sedikit dagu Key dan menatap istrinya dalam-dalam.
"Oke ... Aku percaya sama kamu. karena bagai mana pun juga Aku akan rebut kamu dari wanita yang mencoba merebut Kamu dari Aku. Sekarang kamu mandi sana!" pinta key dengan berpura-pura berwajah ketus.
Bastian telah selesai mandi, lalu keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang menutupi bagian pinggang hingga diatas lutut. Dengan rambut yang masih sedikit basah. Key yang saat itu sedang membaca novel lalu melihat ke arah Suaminya. Bastian menunjukan tubuhnya yang atletis dengan dada yang bidang. Serta otot-otot perut dan tangan yang tidak terlalu besar tetapi tetap terlihat kekar. wajahnya yang bersih dan semakin tampan terlihat sehabis mandi. pemandangan tersebut semakin membuat hasrat key menggebu. Sehingga meningkatkan gairahnya nya saat ini.
Rasanya Dia ingin membisikkan ke telinga suaminya bahwa Key saat ini haus akan sentuhan Bastian. Tetapi dia terlalu malu mengatakannya dan hanya dapat menggigit bibirnya sendiri.
Bastian melirik key dari cermin dan melihat istrinya yang sedang menatap Bastian dengan tidak berkedip sama sekali.
Bastian naik ke atas ranjang dan mendekati Istrinya. Lalu mengambil buku dari tangan key dan menatap satu sama lain. Seakan tatapan keduanya mengatakan mari kita bercinta.
Key menarik nafasnya dalam-dalam seakan Jantungnya berpacu sangat cepat. Padahal menurutnya ini bukanlah pertama kali mereka melakukanya. Tetapi seakan-akan ini malam pertama ke dua mereka.
__ADS_1
Lalu Bastian mendekatkan bibirnya ke telinga key.
"Apakah kamu sangat sehat hari ini sayang?" key membalas dengan anggukan dan mata yang menatap Bastian lekat.
"Tidak lelah, kan?" key kembali membalas dengan anggukan dan dia merangkulkan tangannya ke leher bastian serta mendorongnya dan mengecup bibir Bastian terlebih dulu.
Menurut Key Bastian terlalu lama bertindak dan banyak pertanyaan sementara hasrat key untuk segera bercinta semakin menggebu.
Bastian juga terbawa suasana saat menyadari kalau Istrinya juga sangat menginginkan hal yang sama.
Bastian terus mengecup Bibir key dan mengecup setiap inci leher key yang jenjang. lalu turun ke bagian di mana terdapat dua aset key yang sangat di kagumi. Bastian membuka pakaian tidur yang di kenakan Key dan mulai mencumbu dua bagian indah yang nampak semakin tumpah. Bastian sadar kalau Aset Istrinya yang satu ini semakin bertambah padat.
Bastian memainkan bagian kecil yang mulai merekah merah dan keras yang mencuat diantara dua aset kenmnbar indah itu. Key semakin melenguh saat Bastian mempermainkan bagian kecil itu. Key menjambak rambut Bastian disaat Bastian memainkan benda itu dengan kelihaiannya sebagai lelaki.
Tangan Bastian tidak mau diam dia mainkannya seolah seperti Anak kecil yang mendapatkan pemainan baru. Seketika Bastian terlalu bergairah lalu menggenggamnya dengan semangat sekali.
Key mendesis dan merasa sedikit sakit saat Bastian menggenggam kedua aset kembar milik istrinya dengan bersemangat sekali.
Seketika Bastian pun tersadar dan mengingat isi di buku tersebut. Bastian menghentikan permainannya di bagian itu. Bastian terus mencumbu Istrinya. Saat Bastian menemukan bagian titik sensitivitas milik Istrinya. Key semakin menggelinjang walau bastian melakukannya sangat lembut tapi Bastian melakukanya dengan tepat sasaran dan mengenai titik ransang Istrinya.
Sesekali Bastian melihat kearah Istrinya dan melihat Key seakan terus terbuai dan terlena serta sesekali menyebut nama Bastian lirih.
Bastian mengecup kembali dahi Key dan menatap lekat mata Key.
Saat ini mereka sedang dilanda hasrat dan cinta pasangan Suami Istri. Dimana hanya cinta yang terlihat bukan nafsu.
karena cinta mereka sehingga membangkitkan gairah keduanya.
"Kamu siap ya sayang. kali ini kita harus bekerja sama berdua." Bastian memegang tangan Key dan key yang paling berperan saat ini. karena Bastian tidak ingin yang mereka lakukan saat ini mengakibatkan bahaya kepada janin Key.
mereka melakukannya dengan lembut dan berhati-hati sekali.
"sayang kalau kira-kira kamu merasakan sakit cepat kasih tau."
Bastian terus melaksanakan kewajibanya sebagai seorang Suami. Menurut Key dalam berhubungan Intim harus lah atas dasar cinta dan mau sama mau. Sehingga semua akan terasa Indah begitu juga menurut Bastian.
Baginya **** memanglah suatu kebutuhan tapi itu bukan lah hal yang harus membabi buta di lakukan. Rasa keromantis saat melakukannya lah yang perlu, pastilah keduanya akan terpuaskan satu sama lain.
Bastian menepikan rambut yang menutupi wajah Key dan mengusap keringatnya.
Mereka lalu terhanyut dan terbuai dalam cinta dan gairah.
"kamu lelah sayang.? " tanya bastian dengan nafas terengah-engah.
Mereka pun lelah tetapi ada rasa senang dan bahagia. Bastian terus mengecup kening dan bibir Istrinya. Serta Key terus menatap lekat wajah suaminya lalu merebahkan kepalanya pada dada bastian yang bidang.
Bersambung
__ADS_1
**Terus Semangat ya Bacanya dan Hujani thor dengan Like dari teman-teman Pembaca ku Sayang.
Penasaran kan Gimana cara Bastian menjebak Haris dan apa tujuan Munculnya Angga Mantan dari Key.