
Shane Menunggu Litha di dalam Mobil, dan Tak lama pun sosok litha Muncul lalu masuk ke dalam Mobil.
"Kamu jangan lupa pakai sabuk pengamanya sayang..! " pinta Shane kepada litha sambil memasangkan Sabuk pengaman kepada litha.
"Shane..,Aku gugup..!"
"kamu gak usah gugup begitu, mama aku gak gigit kok..! "
"ih..! Shane.. Kamu malah bercanda, aku benaran tau.. "
"Sayang aku Litha sari, mama cuma ngundang kita makan siang bukan mau menghukum kita.. "
Shane mencoba menjelaskan agar litha tenang sambil mengusap kepala litha dengan Lembut.
"kalau nanti Orang tua kamu gak setuju, bagaimana.. "
"ya.. Aku tinggal bawa kamu kepenghulu kita kawin lari..! "
"ha..! Kawin lari..!, tidak..,tidak, itu tidak pernah dalam kamusku shane.. "
"itu juga gak ada dalam kamus ku.. "
"ih...! Kamu masih bercanda terus.. "
Litha memukul-mukul bahu shane kesal akan tingkah tengil shane yang kurang serius menanggapi litha.
"atau nanti aku bawa kamu ke Hotel trus aku tidurin kamu, jadi mau gak mau mereka harus menihkahkan kita.. " shane kembali melontarkan candaannya tapi kali ini Litha benar-benar kesal.
"kamu bercanda terus, aku turun disini aja, gak usah ketemu Orang tua kamu.. " Ambek Litha yang mencoba untuk turun dari mobil.
Shane lalu menyergah tangan litha
"eit..ja.. Jangan dong sayang, iya deh.. Aku minta maaf, kamu jangan marah nanti aku gak bisa tidur Tiap malam kalau kamu marah sama aku.. "
"habis kamu bikin aku kesal.. "
"iya.. Aku minta maaf, senyum lagi dong jangan cemberut, ntar Mobilnya Mogok loh karena kamu cemberut.. "
Kali ini candaan shane malah membuat Litha senyum tersipu malu.
Shane dan Litha telah tiba, segera mereka menaiki lift menuju Apartement Orang tua Shane.
Ting.. Tong..
Shane memencet Bel dan pintupun segera terbuka, berdiri saat ini seorang pria setengah baya dengan postur tinggi sedikit gemuk dan berperawakan Sedikit Bule.
__ADS_1
"hai.. Papa..! " Shane memeluk pria tersebut.
"hai..my dear..!" pria itu bukan hanya memeluk shane tapi mencium nya.
"Masuk sayang..! " terdengar suara mama shane yang sedang menaruh beberapa menu di meja Makan dan menyuruh shane serta litha masuk. "
Shane segera memeluk dan mencium sang mama.
"Ma.., ini Litha..!" shane memperkenalkan litha.
"hallo tante, Om, saya Litha.!" sapa litha yang nampak sangat gugup.
"Oh.. Jadi ini yah calon menantu mama, hallo juga Cantik.. " litha segera mencium tangan Mama dan papa shane sebagai Rasa hormat.
"Papa senang kamu punya kekasih Orang Indonesia, mereka memang terkenal sopan dan Ramah,itu kenapa papa jatuh cinta sama mama kamu yang Ramah.. " jawab papa tiri shane dengan logat asingnya yang sudah memberi lampu hijau kepada Shane dari arah pembicaraannya.
"ayo.. Ayo..kita lunch dulu, nanti lanjut lagi ngobrolnya, Ayo litha sayang.. " mama menggiring Mereka ke meja makan.
Litha yang awalnya berfikir kalau mama shane pastilah seorang nyonya yang elegan dan Angkuh Layaknya Wanita kaya lainnya, tapi semua penilaiannya salah Orang tua shane sangat Ramah dan bersahabat.
Sementara di Rumah Bastian.
Key baru saja selesai menyusui Danis putranya dan menidurkannya di Ranjang bayi.
"hallo sayang.. "
"hallo..,kamu sudah makan siang sayang.? "
"sudah sayang, aku kan gak bisa lapar karena menyusui.. "
"Danish sudah tidur, baru saja namanya juga si embul, timbangannya sudah naik lagi 1 kilo.."
"Key.. Bagai mana hari Sabtu ini kita Jiarah ke orang tua kita.. "
"ide yang bagus itu sayang, aku mau.."
"Kita berangkat pagi sekali agar tidak terlalu malam pulangnya, soalnya kita akan membawa Danish.. "
" ya sudah aku persiapin keperluan danish buat besok lusa.. "
"kalau kira-kira kita lelah, kita bisa cari hotel sekitar wilayah situ, kan makam Orang tua kamu agak di luar jakarta kan.. "
"iya kamu benar, oke nanti kita lanjut saat kamu pulang Ya.. "
__ADS_1
***
Shane dan orang tuanya telah selesai makan, litha pun membantu mama Shane membereskan Meja makan.
"tuh.. Kan Ma, calon istri shane bisa diandalin kan.. "
Litha yang mendengar pernyataan shane di depan Orang tuanya menjadi tersipu malu.
"jadi kapan kamu mau melamar Litha shane..? "
"bagaimana kalau besok ma, kita kerumah Litha.. "
"itu terlalu cepat shane, kita harus membawa beberapa barang sebagai syarat melamar anak gadis orang, bagai mana kalau hari minggu saja.. "
"ok.., shane setuju,menurut shane mama lebih pandai akan hal ini.. "
"di rumah kamu ada berapa Orang sayang..? " tanya mama shane.
"hanya saya, Adik laki-laki saya dan Ayah saya.."
"Ibu kamu..? " tanya mama shane lagi.
"Ibu saya sudah lama meninggal waktu saya dusuk di bangku Sma.."
"maaf ya sayang, kamu jadi sedih, tante sudah terlalu banyak bertanya."
"gak apa-apa kok tante.." jawab litha dengan tersenyum.
Shane senang Mendapat Restu dari kedua Orang tuanya.
Dan kembali mengantarkan Litha ke kantor.
"aku senang deh Beb, mama dan papa setuju sama hubungan kita."
"kamu jangan senang dulu, kamu kan belum melamar aku kepada Ayah ku dan kita belum tau apakah ayah ku setuju atau tidak..? "
"kamu selama ini ceritain aku ke ayah kamu yang baik-baik kan.? "
Litha hanya tersenyum lucu dan mengangguk.
__ADS_1
-Bersambung-