
Bima Masuk kedalam Rumah dan mendapati Oma Ajeng sudah berada di ruang tamu dan duduk di Sofa.
"Oma sudah Bangun, Oma sudah lapar atau belum ? "Tanya Bima kepada Oma ajeng.
" Oma sepertinya sudah Kebanyakan Tidur, Tapi Oma belum Lapar Nak"
Oma ajeng paham Maksud bima menanyakan hal oma ajeng sudah lapar atau belum, sepertinya Bima sudah Lapar.
"Oma mau nonton Tv Bima nyalakan TV nya ya.? "
"Trimksh Nak Bima, kalau Bima Lapar Bima Makan Duluan SajaYa oma Makannya nanti saja"
"itu dia masalahnya Oma, Kak key belum Masak tadi kak key kakinya Terkilir karena Terpeleset di lantai atas dan Saat ini Bang Bas sedang membawa kak Key untuk Diobati"
Bima menjelaskan kepada Oma ajeng dengan sedikit khawatir Oma Ajeng dapat melihatnya dari mimik wajah bima.
"Oh..parahkah kakinya? Jadi Anak Muda yg tampan itu yang membawa Nak key ke Rumah Sakit.?
"iyah Oma soalnya Kak key terus Merintih Kesakitan & kak key tidak mau di di bawa bang Bas berobat jadinya terpaksa deh bang Bas menggendong kak key dengan paksa & segera membawa kak key"
Mendengar cerita dari Bima Oma Ajeng Tersenyum dan Bergumam dalam Hati. (saya sudah lama tidak mendengar ataupun melihat Bastian Sepanik dan sesigap ini dalam menolong seorang Gadis Terakhir seingat saya hanya 7 tahun Lalu saja Saat Bastian duduk di Bangku SMA ketika itu Dian pacar bastian mencoba pura pura Bunuh diri menyakiti dirinya dengan Pisau, betapa Paniknya Bastian dan Mencoba Membawa wanita itu ke RS saat pisau itu mulai Melukai Wanita itu. Saya yakin Bastian Bisa Membuka Hati kembali Untuk seorang Wanita dan dia adalah Key) harap Oma Ajeng dalam hati sambil Menarik Nafas Panjang.
Oma Ajeng Pamit kepada Bima yang sedang menonton tv oma ajeng ingin kembali kekamar sebentar.
Ternyata di kamar Oma ajeng mengambil Hp yang di berikan Agnes dan di sembunyikan oma ajeng di dalam Koper tempat pakaian Oma Ajeng langsung menghubungi seseorang yang tak lain adalah Tante Agnes.
"Hallo.. Agnes, Kamu tolong pesankan makanan ke sini soalnya Mama & Bima Belum Makan, Tapi sebelumnya kamu hubungi Bastian dan katakan kalau Kamu sudah memesan makanan untuk Mama dan Bima "
Perintah Oma Ajeng kepada Agnes.
"lho.. Memangnya Bastian & Key Kemana Ma.? Kok hanya Mama & Bima yang belum makan"
Tanya tante Agnes penasaran.
"Bas sedang Membawa Key mengobati Kakinya yang Terkilir tadi, mama yakin pasti Bas membawa key ke tempat Master Chen, Maksud mama begini Nes mereka kan Berdua belum makan jadi nanti ini kesempatan mereka bisa makan Bersama di Luar"
Mendengar Penjelasan Oma Ajeng Agnes pun Paham dan Merasa kagum akan ide Mamanya ini.
Bastian Melajukan Mobilnya dengan Cepat sementara Key merasa Tubuhnya sangat lelah karena terlalu banyak mengeluarkan tenaga dan Meronta ronta agar Bastian menurunkan Tubuhnya yang di gendong bastian.
Suasana Hening di dalam mobil Bastian sedang fokus mengendarai mobil sementara Key hanya menatap ke arah samping sambil melipat kedua tangan di depan.
Suara Hp Bastian Berbunyi tak lain adalah Wa dari tante Agnes yang mengatakan kalau Tante Agnes sudah memesan makanan untuk Oma dan Bima juga tante agnes sudah tau kalau Bastian sedang mengatar key.
Bastian Bingung karena yang dia tau Bima tidak mempunyai Ponsel dan bastian tidak pernah melihat anak ini menggunakanya sama sekali.
"hei.. nona key, Bima adek lo punya ponsel tidak.?" Bastian mencoba menanyakan kepada key.
"Bima gak punya Hp, kalau ada urusan sekolah atau yg lainya bima bisa pakai Hp gw"
key Menjawab dengan ketus.Bastian Hanya terdiam dan mulai mengetik kembali pesan ke tante Agnes.
(tante tau dari siapa kalau Bas sedang mengatar Key?)
__ADS_1
(Bima yang kasih tau Tante) AgnesMembalas pertanyaan bastian
(oh.. Bima memang punya Hp)Tanya bastian kembali lewat wa nya
(bas..bas! kamu curiga sama tante? Tadi tante telp ke hp key tapi yg jawab bima & dia ceritain deh semua)
Balas tante agnes dalam wa nya.
(Ok. Kalau begitu tante) sambil Mengakhiri percakapan mereka lewat Wa.
Bastian pun tiba di Rumah Master Chen dan membawa Key masuk Kedalam rumah Master Chen serta mendudukan Key di sofa.
Master Chen datang bersama Istrinya menyambut dan menghampiri mereka berdua.
"wah.. lu sudah datang Bas.?"
"iya master Ini Bas Bawa teman Bas kesini buat di Obati kakinya yang terkilir"
Kata Bastian Menjelaskan sambil berjabat tangan dengan Master Chen & Istrinya dengan Rasa Hormat.
"cewek ini Calon istri lu yah? Cantik..cocok lah buat lu, garis Muka lu sama cewek ini Berjodoh"
Master Chen terus menatap key yang membuat Key semakin Risih.
"bu.. Bukan.. bukan Master saya bukan Calon istri nya, kami tidak ada hubungan apa-apa"
Key mencoba menjelaskan sebisa mungkin sambil memberikan kode pandangan mata ke bastian untuk Menjelaskan.
"iya Master Nona ini bukan calon istri saya dia Hanya Orang Baik yang nolong Oma serta mengurus Oma"
Tanya master chen dengan cemas kepada Bastian.
"Iya,oma baik baik saja kok, panjang ceritanya Master nanti biar tante agnes aja yg Ceritain"
"Oke lah kalo gitu ntar owe telp si agnes tante lu, sekarang lu gendong dia ke atas tempat tidur di ruang praktek biar istri owe tunjukin ya!"
Sambil berjalan kearah dimana ruang praktek master chen berada.
Bastian membaringkan Key di tempat tidur yang ditunjuk istri master chen lalu bastian duduk di pinggir tempat tidur tepat di samping key terbaring
sementara master Chen sudah mulai memeriksa Kaki Key yang terkilir.
Saat Master Chen Mulai memijat kakinya, Key langsung Teriak kesakitan dan Mencengkeram Paha Bastian Sebelah Kanan dengan Tangan key.
Sontak Bastian Kaget tapi semakin Sakit di rasakan Key Cengkraman tangan key pun semakin kuat.
Bastian Berusaha untuk melepaskan tangan key dari Paha kanannya.
Laki-laki mana yang tidak Risih jika Paha kakinya di jamah oleh seorang Wanita apalagi sambil Mendengar Rintihan Key yang kesakitan karena di Urut, semakin lengkaplah perasaan tidak enak nya Bastian.
(aduh..gila.. Apa-apaan ini Perasaan Gw sudah lama gak pernah merasa seperti ini, saat gw di jamah seorang cewek tepat di dekat tempat kelemahan seorang laki-laki gawat gak bisa nih gw bisa malu Abis laju darah gw seperti sedang berlomba dan perasaan gw jadi panas tubuh gw sampai merinding)
Kata bastian dalam benaknya yang sejak tadi berkecamuk. Bastian pun menutupi Ekspresinya dari Master Chen dia akan Merasa malu kalau Master Chen dapat membaca Mimik wajah Bastian saat ini apalagi Master Chen juga seorang Laki-laki.
__ADS_1
Bagaimanapun juga seorang Bastian adalah laki-laki Normal,memang sudah banyak gadis yang mencoba mendekati Bastian bahkan sampai ada yang menjatuhkan Molaritasnya sebagai seorang wanita tapi Bastian tidak pernah tergiur ataupun Terpengaruh dengan semua cara yang di lakukan setiap perempuan-perempuan yang mengejarnya setelah dia dikecewakan oleh Dian kekasih nya dulu. Bahkan banyak dari Teman-temannya yang merasa Naluri kelaki-lakiannya sudah Lumpuh.
Tapi kondisi saat ini Berbeda saat key Reflek mencengkram Paha Bastian, dia langsung merasakan Gejolak yang dirasakan Laki-laki Normal.
Key terus meronta kesakitan dan bastian berhasil melepaskan tangan key lalu segera beranjak dari tempat itu mencoba menjauh dari key dan berusaha melawan Dan menepis Gejolak yang saat ini melanda dia.
Bastian mengeluarkan sapu tangan dari saku nya dan mengusap keringat di dahinya serta mencoba mengatur nafasnya sambil duduk di Ruang tamu.
Istri Master chen tiba dengan membawa 2 gelas Sirup berwarna merah lalu meletakkan di Meja ruang tamu.
"loh.. Nak bastian Keringatan banget dan ngos-ngosan kepanasan yah, apa Ac Rumah tante Amei Kurang Dingin ya.?"
Sambil mengambil Remot Ac dan menaikan suhu Ac nya.
Bastian hanya bisa tersenyum dan mengambil segelas sirup yg sidah di suguhi tante Amei dan langsung meneguknya dia tidak mungkin mengatakan hal yang dialaminya saat ini.
Master Chen sudah selesai Mengurut kaki Key dan menuntun key ke ruang Tamu dengan Langkah key yang sedikit pincang.
"Kakinya Dia ini jangan di bawa banyak jalan dulu 1 minggu ini biar uratnya Lemas dulu, owe sudah kasih minyak gosok yang owe racik lu pakai setiap hari sebelum tidur ya. "
Master Menerangkan kepada Key dan Bastian.
Bastian Menuntun Key ke Mobil disusul Master Chen dan Istrinya Dari belakang.
"Kalau begitu Bastian pulang dulu ya Master Trimaksih banyak master"
Bastian menjabat tangngan Master chen & istrinya di ikuti oleh Key.
"lu ga usah Sungkan Bas lu sudah owe anggap seperti anak Sendiri.
"iya master Chen Trimksh sekali lagi"
Master chen mendekati bastian dan membisikkan sesuatu ke telinga bsatian.
"oh..iya lu sama dia cocok jadi Pasangan udah lu pacalan saja sama dia sepertinya lu berdua berjodoh dan sudah di takdirkan" bisik master chen Sambil menunjuk ke arah key, melihat hal itu key merasa Bingung dengan apa yg mereka bisikan.
"ya..sudah Bastian pamit dulu ya Master"
Mencoba mengalihkan pembicaraan sambil menuntun key masuk kedalam Mobil.
__ADS_1