
Shane sedang bingung, apa yang harus Shane perbuat untuk melamar Litha, saat pikiran Shane jauh di awang-awang tiba-tiba Ponselnya berbunyi.
"Mama.. ?" pikirnya sedikit bingung.
"hallo Ma.,Tumben menelepon ku, ada apa ma, disana Baik-baik saja kan..?"
"Shane.! Kamu mau ngumpet dari mama sama Papa Edward yah..? "
"aduh.., kenapa lagi sih ma.., memang Shane sembunyiin apa dari kalian..?"
"kamu masih mau berkelit,sudah jelas-jelas Mama sama Papa Edward melihat kamu beberapa kali menggandeng seorang Gadis..siapa dia..? "
"ap.. Apa..! Mama sama papa lihat shane di mana..? "
"di Depstore, kamu sedang Berbelanja dan kamu nampak mesra selali dengan gadis itu.."
"kapan ma..? "
"duh.., ini anak susah banget yah masih mau nutup-nutupin lagi.. "
"Shane gak paham deh maksud mama."
"shane kamu mau diam-diam yah melamar gadis buat kamu nikahin Tanpa Restu Mama sama Papa Edward, Iya kan..? "
"Mam.. Mama tau dari mana..,pasti Bastian yang beri tahu ya..? "
"mama belum bertemu Bastian, mama menghubungi Agnes dan langsung ke Indonesia Rencananya mau mengunjungi Oma dan juga mau melihat Bayi Bastian. "
"oh.. Jadi mama sudah beberapa hari di jakarta tanpa memberitahu Shane..? "
"iya..,dong, mama mau nangkap basah kamu, sekarang perkenalkan gadis itu sama mama dan Papa..!"
"oke.. Oke mama ku Sayang, mama kirim aja Alamat hotel dimana papa sama mama menginap, nanti Shane ajak Litha ke sana. "
"hmm..,jadi nama gadis itu litha ya, well kamu jangan lama-lama siang ini ajak litha lunch bareng kita, mama dan papa ada di kamar sebelah apartement kamu.. "
"what..! pantesan mama tau aku Kemana saja dengan litha, ternyata mama Sengaja menyewa Ruang Apartement di sebelah ruanganku."
"iya.. Kenapa Shane, mama selangkah lebih cepat dari kamu kan.. "
"iya..,iya.., mama aku memang Smart"
__ADS_1
"oke..! Mama akan memasak makanan Favorit kamu..,sudah dulu ya Anak mama yang tampan, mama mau belanja Bahan-bahan dulu, bye Shane Sayang..!"
"Bye.. Mama Cantik.. "
"Sittt..., untungnya Cinta gw lebih besar dari Nafsu gw, sehingga gw gak pernah menghasut Litha atau pun membujuknya untuk tidur dengan gw di Apartement ini, kalau itu terjadi, mama pasti tolak litha mentah-mentah sebagai menantu. "
*Sementara di Rumah sakit.
"Bagai mana perasaan Pak Angga saat ini..?"
"lemas saya sudah berkurang Dok, dan porsi tidur saya sudah lebih banyak.. "
"itu menandakan kondisi Psikis Pak angga sudah mulai tenang, sebab pikiran dan suasana hati sangat mempengaruhi penyembuhan pak. "
"saya pun berfikir demikian dokter. "
"oke..ini semua dokumen Rekam Medis anda selama di rawat di Rs ini, dan ini nanti akan dapat di pelajari Dokter di sana Nanti.. "
"iya dok taruh di meja saja nanti saya rapihkan."
"anda harus bersyukur pak Angga memiliki teman yang mau membiayai pengobatan Pak Angga sampai keluar Negri.. "
"kalau begitu saya permisi dulu pak Angga.. "
"ya.,silahkan pak Dokter, terimaksih ya Dok.. "
Angga Segera memasukkan dokumen tadi ke dalam koper miliknya.
Angga sudah mempersiapkan segala perlengkapannya untuk berangkat ke negara tempat Shane tinggal.
Dan tinggal menunggu Aba-aba dari Shane.
Angga membuka dompet miliknya dan mengeluarkan foto berukuran kecil, Foto Angga dan Haris saat Angga masih berusia 4 tahun.
Angga Terus memandangi Foto itu.
"Ayah.., Doa kan agar Putra mu ini segera sembuh,jadi kita dapat berkumpul kembali. "
Angga kembali menyimpan Foto itu kedalam Dompetnya.
***
__ADS_1
"hallo Beb..! "
"hmm.. Ya kenapa Shane.?"
"beb.., nanti kamu aku jemput ya pas makan siang.. "
"memang kita mau makan kemana..?"
"beb..,sekali-sekali kamu panggil aku sayang juga dong, seperti Key dan Bastian.. "
"iya..,iya Shane sayang, nanti kita mau makan dimana.?"
"di Apartemen tepatnya sebelah Apartement aku.. "
"ih.., kok makan di Apartement kamu, trus sebelah kamar kamu lagi, jangan bilang kamu mau ajak aku macam-macam lagi. "
"yah,, enggak lah beb, Orang tua aku mau undang kamu buat makan siang."
"Orang tua kamu ada di jakarta..! "
"yes..! Kamu benar baby."
"aduh..! Kamu kenapa baru bilang sekarang sih.! "
"aku juga baru tau dua jam lalu, mama ternyata sudah lama di jakarta."
"aduh..aku belum persiapan nih, aku gugup shane..! "
"tenang aja, mama aku baik kok, dia teman yang enak diajak bicara.. "
"ya sudah, kamu nanti jemput aku agak cepat, biar kamu bisa ceritain ke aku bagai mana sifat mama kamu, jadi aku gak Canggung-canggung amat. "
"oke..beb..! Sampai ketemu nanti. "
Litha terus kepikiran akan Orang tua Shane terlebih mama nya, litha langsung membayangkan wajah mamanya shane, litha membayangkan Sosok Wanita elegan dan terkesan Angkuh, bayangan seperti itulah yang ada di pikiran litha saat ini.
-Bersambung-
*hai..! Pembaca kesayangan jangan lupa baca Juga Novel aku Judulny " I'm Not Your Wife" ceritanya cukup menarik loh.. 🤗
__ADS_1