
Bastian mengendong key Kemobil dan Membawanya Pulang Kerumah didukkannya key di bangku depan agar bastian dapat mengawasinya terus. saat didalam perjalanan Key sedikit tersadar dan berkata dengan sedikit Mendesah key Mengatakan saat ini sekujur Tubuhnya terasa Panas.
"Tolong.. Tolong aku, kepala aku pusing sekali ini..dan Tubuhku terasa Panas.
Rintih key" mendengar Key gelisah dan merintih Bastian Sadar kalau Key dalam pengaruh Obat peransang yang mungkin tadi di berikan Bagus atau Lisa segera bastian memutar Arah jalannya kali ini melajukan Mobilnya menuju Rumah Bastian bukan kerumah key karena menurutnya kediamannya lebih dekat dari Hotel yang mereka tinggalkan juga Bastian tidak mau ambil resiko jika pengaruh Obat itu semakin Mempengaruhi key lebih dalam sebelum mereka sampai Rumah key.
Key meremas Paha Bastian dan terus gelisah dan Merintih disingkirkannya mantel Bastian yang menutupi dada key.
"akh.. Panas.. Tubuhku terasa panas.." Bastian melepaskan cengkraman tangan key dari paha Bastian dan berusaha mempercepat laju mobilnya.lagi-lagi key melakukan hal yang sama key seperti melawan sesuatu yang terjadi dengan dirinya Bastian kembali melepaskan tangan key dari pahanya.
"aduh.. Key..lo jangan begini dong..ini bisa bahaya Tau." jawab bastian yang juga mulai terangsang karena Cengkraman tangan key.
Bastian tiba di Rumahnya dan Nampaknya Semua penghuninya sudah terlelap tidur dan hanya 2 orang satpam yang berjaga di depan rumah.
Bastian menggendong Key menuju kamarnya dia tidak ingin membangunkan Orang rumah tapi bastian teringat kalau Bima tidur di kamarnya, bastian segera membuka kamarnya tapi tidak menemukan Bima lalu melihat Lampu menyala di ruangan seberang kamar Bastian yg sering digunakan sebagai kamar tamu, mungkin Bima dikamar itu dan sekarang sudah menjadi kamar Bima pikir bastian. Key di rebahkan diatas tempat tidur bastian
Key terus Menggelinjang dan mengatakan Panas tanpa sadar dengan Pandangan mata yg sayu mengarah ke bastian.
Lalu bastian menaikkan suhu Ac kamarnya dan menyelimuti Key, saat bastian menyelimutinya tangan menarik Dasi
bastian dan key dengan cepat Memeluk bastian sehingga dia tidak sempat mengelak.
"ah.. Sangat nyaman..disini sangat nyaman.. " bisik key ketelinga Bastian sambil mengigit daun telinganya sontak bastian kesakitan dan kaget.
Melihat tingkah key yang sudah tak bisa di kontrol lagi bastian segera menggendog key dan hendak membawanya ke kamar mandi untuk mendinginkan Tubuhnya, bastian menyalakan kran Bethup dan juga Shower yang menggantung, air pun keluar dari shower tersebut dan Membasahi Tubuh key dan Bastian saat bastian ingin meletakkan tubuh key diatas bathup untuk berendam tiba-tiba key mencium bastian lalu tangan key Menyusup ke dalam kemeja Bastian yang kancingnya terbuka dua tingkat Karena ditarik oleh key tadi lalu key Meraba dada Bastian yan bidang sambil mencium bibirnya.
Bastian Seakan terhipnotis dan terbawa dengan suasana tersebut dan berusaha menghindar seraya Berkata "Jangan begini key..aku gak mau nyakiti lo, jangan buat gw hilang arah" bisik Bastian sambil terus menyirami key dengan Air, key kembali Menggoda Bastian kali ini mencium tengkuk leher bastian dengan sedikit suara desahan yang terdengar di telinga bastian dan benar saja dia sudah tidak sanggup melawan Godaan key yang semakin lepas kendali ditambah lagi di hadapannya saat ini terlihat Tubuh key yang basah kuyup dengan mengunakan Dress dari bahan satin berwarna maroon semakin membentuk setiap lekukan tubuh nya menambah kegairahannya sebagai laki-laki Muncul, dimatikannya kran bathup lalu Bastian sedikit mengangkat tubuh key serta mulai mencium dan ******* Bibir key, Key pin semakin teransang dengan itu key semakin mendesah membuat Bastian semakin larut dalam situasi yang dihadapinya saat ini di ciumnya Leher key dan di buatnya beberapa Tanda Kissmark di lehernya lalu kembali ******* Bibir key, bastian Merasakan Bibir key sangat Manis serta terus melumatnya dengan lembut.
Bastian terus mencumbu key di bawah siraman air yang keluar dari shower saat pengaruh Obat tersebut semakin terasa key semakin Agresif membalas Ciuman Bastian Sampai Menggigit bibir bastian dan merintih serta memanggil Nama Bastian dengan lirih dan tidak sadar seperti sedang memohon
"Bastian.. tolong gw..jangan.. " mendengar itu
Bastian langsung menghetikan Dirinya dan tersadar akan perbuatannya yang hampir jauh terbuai.
__ADS_1
Key terus menggeliat dan merasa panas serta berusaha ingin meraih tubuh bastian lagi karena bastian segera melepaskan Pelukannya dari key,bastian lalu membuka dasinya dan mengikat kedua tangan key agar key tidak terlalu agresif dan membiarkan key terus di guyur air sampai pengaruh Obat itu hilang.
Tak Lama key pun Pingsan Kembali.
Bastian lalu membawa key ke tempat Tidurnya dan melepaskan ikatan tanganya bastian sedikit kasihan melihat pergelangan tangan key yang memerah akibat ikatan dasinya sebab dia sendiri kebingungan apa yang mesti dia lakukan saat key berusaha meraihnya lagi.
Bastian segera turun kebawah dan membangunkan Bibi Ira yang cukup sudah lama bekerja di Rumah bastian, bastian meminta tolong agar Bi Ira menggantikan Pakaian key yg basah serta meminjam pakaian bi Irah untuk dipakai key sementara, Bi irah sempat menanyakan tentang wajah bastian yang lebam tapi Bastian mengatakan itu tidak apa-apa sebab di pikirannya saat ini hanya ingin menyelamatkan Key.
Bi irah berpamitan kepada Bastian setelah selesai memakaikan Pakaian untuk Key.
Bastian lalu Menyelimuti key dengan selimut.
Key mengigau dengan Memanggil-manggil Nama Bastian,Om wahyu dan Rudi secara bergantian seakan meminta tolong,lalu bastian menjamah kening key dan Nampaknya key mengalami Demam akibat terlalu lama terkena siraman Air dan juga mungkin efek samping dari Obat peransang tadi Bisik bastian.
Lalu bastian mengambil Handuk kecil yang sudah di basahinya dengan air dingin lalu meletakkannya di atas kening key untuk menurunkan Demamnya,melihat key yang sudah tidak mengigau lagi dan setelah mengganti bajunya yang juga basah bastian mencoba merebahkan tubuhnya untuk tidur di Sofa yang ada di Kamarnya sambil menghadapkan tubuhnya kearah key.
Bastian Terus memandang key dari kejauhan dan berfikir Apa jadinya nanti kalau saja saat itu Bastian tidak segera datang, dan apa yang nanti di pikirkan key kalau saja Bastian Lepas Kontrol saat Key Merayu Bastian karena masih terpengaruh Obat peransang tadi key pasti akan membenci Bastian Seumur Hidup.
"Key.. gw gak tau mulai kapan gw jadi peduli sama lo, gak tau juga mulai kapan gw Menaruh hati dan jatuh Cinta sama lo, gw gak bisa terus-terusan Membohongi diri gw sendiri juga membuang setiap perasaan gw sama lo, waktu gw Habis cuman untuk mikirin lo selama ini, gw Cinta sama lo key.. " Bastian berkata sendiri dengan suara kecil sambil terus memandang Key lalu memejamkan Matanya yang mulai lelah.
Pagi harinya Key terbangun kepalanya masih terasa pusing dia mengambil handuk yang ada diatas keningnya dan memperhatikan sekelilingnya, dia melihat ada foto-foto Bastian lalu menafsirkan ini pastilah kamarnya bastian seingat key dia sedang menghadiri acara Ulang tahun kantornya dan sedang berbincang-bincang dengan Bagus lalu meneguk minuman yang di berikan Lisa dan tiba-tiba merasa kepalanya pusing setelah minum setelah itu key tak mengingat apa-apa lagi, Hanya samar-samar Dia ingat dia sudah berada di dalam mobil Bastian sambil bastian mengatakan "Key..jangan begitu" didalam Mobil hanya itu yang key Ingat.
Key melihat Bastian tertidur di Sofa dan memperhatikan wajah Bastian yang sedikit Lebam dan BiBirnya yang luka, lalu key membalikkan tubuhnya dan menatap ke lemari Bastian Yang Besar dimana Pintunya terbuat dari cermin key lalu berteriak setelah berkaca di cermin dan Melihat Bahwa pakaian yang dia kenakan bukanlah pakain pesta dan sudah berganti timbul pertanyaan dalam Benaknya pastilah Bastian sudah menidurinya tambahlah prasangkanya saat Key melihat beberapa Bekas Kiss mark di lehernya semakin keraslah teriakan key.
Bastian kaget lalu terbangun karena teriakan key.
"Key..tenang..lo jangan marah dulu.. " mencoba membuat Key tenang.
Key semakin kesal di pukulnya tubuh bastian dengan tangannya di lemparnya semua benda yang ada di dekatnya ke arah bastian dan bastian berusaha mengelak agar tidak terkena lemparan itu, bastian berhasil memeluk key dari belakang melingkari pinggangnya dengan tangan bastian seraya mengunci tangan key agar tidak melempar setiap benda di dekatnya lalu bastian mencoba menenangkan key berbicara dekat telinganya key.
" key.. tenang dulu.. gw gak menodai lo..justru gw yang bawa lo keluar dari cengkraman Bagus" mendengar kata bastian dan mengingat kembali bahwa key terakhir kali memang sedang berbincang dengan Bagus key meredam Amarahnya dan menangis.
Bastian Melihat key menangis dari Cermin dikamarnya. Bastian gak ingin melihat key sedih lalu Dia semakin Erat memeluk key dari belakang sambil membisikan agar key tenang dan jangan Marah lagi.
Mendengar teriakan key Oma ajeng, tante Agnes dan juga Om wahyu kaget dan saling melihat satu sama lain mereka heran mengapa ada Suara teriakan Key dari kamar Bastian, Tante Agnes dan Om wahyu segera menaiki tangga dengan Berlari kecil menuju Kamar Bastian betapa terkejutnya Om wahyu dan tante Agnes yang melihat Bastian sedang memeluk key dari Belakang mereka tidak percaya akan apa yang mereka Lihat saat ini.
__ADS_1
Om wahyu segera menarik key dari pelukan Bastian lalu Tante Agnes menampar Bastian dan Agnes segera memeluk Key yang masih menangis. Tante agnes dan Om wahyu Merasa telah salah Menilai Bastian.
"Tante..Om.. Ini tidak Seperti yg kalian pikirkan,Bas tidak menodai Key.. " Bastian Berusaha Menyakinkan tante dan Om nya.
" lalu kenapa Key menangis dan Ada didalam kamar kamu..tante tidak habis pikir sama kamu Bas tega kamu membawa key ke kamar ini dan kalian..?.. " tante Agnes sangat marah dan tak bisa melanjutkan Kata-katanya, Sementara Oma ajeng yang naik dengan Perlahan sampai di depan pintu Kamar Bastian Oma juga kaget akan apa yg ada di hadapannya.
"Tante.. bas bawa key kesini karena key pingsan ada Teman kantornya yang memasukan minuman key Obat peransang kalau tante tidak Percaya tante bisa menghubungi Hotel kita yang di Jakarta Selatan" Bastian berusaha meyakinkan semuanya.
Agnes segera menghubungi Hotel tersebut dan Berbicara dengan Managernya dan ternyata Benar apa yang dikatakan Bastian Key yang melihat suasana semakin Rumit hanya bisa diam karena dia juga merasa Sangat malu saat ini dan merasa Om wahyu juga salah menilai dia.
"Ok.. Tante Percaya Untuk hal ini tapi Coba kamu jelaskan Bas apa Maksud dari Ini.. " tante Agnes menarik key dan nurunkan sedikit Kerah bajunya serta menunjukan beberapa Tanda merah bekas Kiss mark yang di buat bastian di leher key.
"Tante,.saat itu Key sangat Agresif dan tak terkontrol lagi akibat Pengaruh Obat itu, Bas tidak Kuasa karena Key langsung memeluk dan Mencium Bas dan Key semakin tidak terkontrol, sampai Akhirnya Bas kesakitan karena Key menggigit Bibir Bastian" jawab bastian sambil menunjuk kearah bibirnya yang luka Bastian sebenarnya malu mejelaskan tapi dia bukanlah seorang pria pengecut dia mengaku kalau dia juga tak kuasa menahan apa yang ada di hadapannya, mendengar penjelasan bastian Key semakin merasa malu.
Lalu datang Bi ira dan mengatakan kalau semalam Bi ira lah yang menggantikan Pakaian key Bi ira juga sempat menanyakan kenpa wajah bastian lebam Bi irah berusaha mencoba membela Bastian yang semakin terpojok karena Bi ira tau Bastian bukanlah tipe Pria yang suka mengambil keuntungan dari seorang gadis yang tidak berdaya, kali ini key semakin merasa Malu kepada Bastian karena salah telah menuduhnya yang tidak Baik.
"Oma,tante, Om.. Bas..bukanlah seorang pencuri yang mencoba mengambil keuntungan dari key apalagi Bastian sangat Mencintai Key dan tak Ingin menyakiti juga Melukainya apalagi jika itu dilakukan Oleh Orang lain sekalipun bas tidak akan memaafkan orang tersebut" kata Bastian lagi Sambil menatap kearah Key Bastian Ingin semua percaya Atas Pembelaannya terlebih agar key juga percaya.
Oma ajeng yang sejak tadi terdiam kini Angkat bicara
"tidak Bisa Kamu harus menikahi Key Basti,kalian Harus menikah secepatnya" Kata Oma ajeng dengan Nada Tegas.
"Tapi.. Oma.. " saat bastian Ingin Bicara Oma Menyelak nya.
"Tidak ada Tapi-tapian Kamu sudah tertangkap Basah membawa seorang gadis ke kamar mu dan Melakukan Hal yang seharusnya dilakukan sepasang kekasih kalian saling Berciuman satu Sama lain, Kamu pernah berpikir tidak tentang Harga diri Key saat ini, Bagaimanapun juga disini Wanita yang di rugikan Apa pun alasannya." Key semakin menangis Mendengar perkataan Oma ajeng Mulutnya Terutup rapat hanya suara tangisan yang terdengar dia Bingung Harus Bagai mana Membela Bastian sebab menurutnya Bastianlah saat ini yang di Pojokkan dan Disalahkan. Seandainya dia Tau kalau Bagus adalah pria jahat dan seandainya dia lebih peka akan kecurigaanya terhadap Lisa pastilah masalah ini tidak akan terjadi.
Bastian yang tadi hanya diam mendengar Oma Ajeng Marah akhirnya Angkat suaranya.
"Ok,Bastian Setuju Oma, Bas akan Menikahi Key segera ini semua demi Key" jawab bastian dengan terus Memandang ke Arah key sementara key hanya tertunduk diam.
Om wahyu juga bertindak tegas selaku Orang tua key.
"Bagaimana Key.. Dengan apa yang dikatakan Oma..? " kata Om wahyu menunggu jawaban dari Key yang sejak tadi diam seribu Bahasa,.
Key mengagukkan kepalanya Tanda Setuju dan mengeluarkan suaranya yang lirih hanya untuk minta maaf kepada semua akan kekacauan ini lalu meminta Bastian mengantarnya sekarang juga untuk Pulang dia ingin mengeluarkan isi hatinya saat ini kepada Natali selaku kaka ipar dan sahabatnya.
__ADS_1