Jodoh..Aku cinta Kamu

Jodoh..Aku cinta Kamu
Menjalankan


__ADS_3

Bastian dan Shane segera menyusun Rencana sesempurna Mungkin,  mereka mengajak Dokter yang menangani Angga untuk ikut bekerja sama dengan sandiwara Angga.


Sementara Marco sedang membujuk Orang suruhan Haris yang dulu membuat Blong Rem mobil Orang tua Bastian, untuk mengakui di depan Polisi siapa dalang dari semua kecelakaan Maut itu.


Sementara itu di Rumah Bastian.


"silahkan Diminum Teh nya Non.. " Pelayan menyuguhkan Teh untuk Litha yang saat ini berada di Rumah Bastian.


"silahkan Litha,  disini kamu gak usah malu-malu.." key juga mempersilahkan Litha untuk minum teh yang di buat ART rumah Bastian.


"trimaksih ya Ibu Key, saya jadi merepotkan... " jawab litha Canggung,  lalu key hanya tersenyum.


"kamu tidak usah Canggung Bastian sering bercerita kalau kamu sudah sangat banyak membantu pekerjaan Bastian,  dan Dia sudah menganggap Kamu seperti keluarga Bukan hanya sekertarisnya.. "


"ibu Benar,  Pak Bastian sangat Baik terlebih Bantuan pak Bastian kepada keluarga saya sangat Besar, waktu Ayah saya masuk RS pak Bastianlah yang membantu saya dalam soal biaya pengobatan ayah saya,  tanpa potong Gaji,  pak Bastian memberi dari Uangnya sendiri Dengan Ikhlas.. "


"yah.., memang begitulah Suami saya Papa nya Danis.. " key tersenyum lalu mereka sama-sama meneguk teh Mereka Masing-masing.

__ADS_1


"Oh.. Iya, Bagai mana Hubungan kamu dengan Shane..? " taya key penasaran.


"Masih Berjalan Baik,  Shane selalu Berkata Ingin Melamar saya kepada Orang Tua Saya,  tapi saya bilang jangan terlalu Cepat.. "


"Lith,  kalau Ada Pria yang benar Tulus mencintai kamu dan Ingin serius menikahi mu,  jangan Kamu tolak atau Tunda.., Shane sudah Cerita sama Saya karena itu Dia meminta Saya untuk meyakinkan kamu, karena sebentar lagi dia Akan kembali ke Negara tempat Dia Tinggal,  tapi..Coba kamu jujur deh,  kamu Cinta tidak dengan Shane.? "


"Awal bertemu Shane memang saya tidak yakin karena Tingkah nya,  setelah kami berpacaran Shane sangat perhatian dan menjaga Saya dan Sikapnya tidak pernah Nyeleneh, Jujur kian hari saya tambah sayang bu Sama Shane.. "


"Nah.., kalau kamu sudah sayang buat apalagi Ragu,  dulu awalnya saya juga seperti kamu Ragu Akan Bastian, tapi semakin lama perlakuan & kasih sayang Bastian semakin membuat saya semakin yakin Dan cinta sama dia.. "


***


Sementara di Rumah sakit tempat Angga di Rawat.


"Dok..,  ini Nomor Ponsel Ayah saya,  namanya Haris.. " Angga menyerahkan nomor Haris kepada Dokter untuk bersandiwara dengan Kondisi Angga.


"hallo..!, apa Benar saya Berbicara Dengan Bapak Hari, Orang tua Dari Angga.

__ADS_1


"hallo.., iya benar saya Ayah nya, ada apa dengan Anak Saya Dok..?" tanya Haris khawatir.


"Begini pak Haris, Angga saat ini kondisi nya sedang tidak Stabil dan sempat pingsan,dapatkah Anda kemari besok..!"


"iya,  Dok besok saya akan menemui anda saya akan berangkat ke Idonesia Pagi ini juga, Pesawat pemberangkatan Pertama"


Bastian & Shane tersenyum setelah mendengar Percakapan Dokter dan Haris, dan Haris pun segera berangakat ke Indonesia.


Shane segera meletakan Alat perekam suara dan kamera kecil di dalam vas Bunga yang Ada di Meja dekat Ranjang Rs, dan shane menyerahkan kepada Angga tombol untuk menyalakan & mematikannya tanpa harus menyentuh Kamera tersebut.


Angga mengatakan Bastian & shane tidak perlu khawatir,  Angga sangat yakin Rencana nya ini akan membuat Sang Ayah mengaku atas semua kejahatannya.


 


 


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2