
Siang itu. Gendis Atmojo, ibu mertuanya yang merupakan orang paling senggang sejagat raya dan memang sangat senang mengganggunya, akhir-akhir ini. Tahu-tahu sudah berada di dalam studio merangkap kantor miliknya—duduk cantik, anggung dan berkelas bak putri Diana yang tengah menghadiri jamuan minum teh—di sofa panjang di lounge area, ditemani seekor kucing Norwegian Forest peliharaannya, bernama Kino, yang memang sering sang mama mertua bawa-bawa pergi.
Betari baru juga selesai meeting bareng Lala dan Dadung buat membahas segala ***** bengek yang harus mereka lakukan demi menaikkan jumlah penonton di saluran YouTube mereka, ketika dari arah pintu ruangan tempat mereka meeting, Tina, salah satu karyawannya tahu-tahu muncul dengan senyum secerah mentari di musim kemarau, yang rasa-rasanya aneh banget buat ditunjukkan hanya untuk mengabarkan soal kedatangan ibu mertuanya itu.
Namun, ternyata kali ini sang ibu mertua tidak hanya datang bersama kucing peliharaannya, melainkan bersama satu anaknya.
Oh, by the way... Semua orang di studionya akhirnya tahu kalau Betari sudah menikah dengan Umbara Atmojo. Berkat mulut suaminya itu sendiri yang dengan enteng mendeklarasikan status mereka di depan seluruh anggota timnya yang hanya ada enam orang itu. Alhasil, Betari pun langsung mendapat interview eksklusif dari mereka semua, yang merasa kesal dengan dirinya karena tega tidak mengundang mereka semua ke acara pernikahannya dengan Umbara.
“Hi, kakak ipar!” Seorang pemuda berpenampilan perlente berjalan mendekat dari arah balkon sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celana dan memamerkan senyum miring kepadanya, syarat akan cemooh.
Cih! Betari mencibir dalam hati.
Yup, dialah, Si kutu busuk. Sok kegantengan yang jadi alasan dibalik senyum secerah mentari Tina kali ini.
Baiklah, saudara-saudara! Perkenalkan... Adik iparnya, Jagad Atmojo, mantan pacar dua minggu Betari zaman masih jadi mahasiswa tahun pertama yang berkantong cekak.
Duh, cewek-cewek di negeri ini—yang nggak kuper dan rajin main sosmed—siapa sih yang nggak tahu dengan manusia bernama Jagad Atmojo ini? Pengikut dia di Instagram jutaan dan sebagian besar adalah kamu hawa berotak mesum. Yah, karena kebanyakan foto yang diunggah Jagad adalah gambar-gambar dia pamer tampang dan badannya yang aduhai.
Ngomong-ngomong soal bagaimana dia dan Jagad pernah pacaran....
Jadi...
Kira-kira enam tahun lalu. Jagad Atmojo adalah wakil ketua BEM kampus yang cukup famous, (dia tiga tingkat di atas Betari) selain karena fisiknya yang bisa dianggap sempurna, barang-barang yang melekat di tubuhnya tidak sembarangan apalagi BMW M4 miliknya, membuatnya cukup mencolok di antara mahasiswa Hukum lainnya, yang kebetulan kamus mereka tidak jauh-jauh amat dari kampus pertanian Betari.
Suatu hari seorang temannya iseng membuat taruhan siapa yang berani nembak Jagat Atmojo dan diterima bakal dia traktir makan siang selama sebulan. Karena tawarannya yang cukup menggiurkan itu Betari pun setelah menghitung untung rugi (Jagad duitnya banyak jadi setidaknya kalau mereka jadian, dia bisa bayarin makan, sekalipun pacarnya banyak), akhirnya Betari nekat dan tanpa tahu malu, nembak Jagad dan diterima. Tapi baru jadian dua minggu Betari memutuskannya, lebih tepatnya sih mengabaikannya, karena salah satu pacar Jagad yang paling posesif, terus mengganggunya. Jadi daripada ribet Betari menyudahinya. Toh dia sudah menang. Tidak lama setelah itu, entah bagaimana Jagad tahu soal taruhan itu, dia merasa sangat terhina dan menyimpan dendam kesumat (bahkan sampai sekarang) kepada Betari. Sepanjang satu tahun sisa kuliahnya, Jagad kalau ketemu Betari pasti cari gara-gara untuk melampiaskan dendamnya.
__ADS_1
Makanya sampai sekarang pun kalau ketemu mereka masih sering perang nuklir atau setidaknya adu bacot.
“Hi,” balas Betari malas. Lalu mengambil duduk di samping sang ibu mertua.
“Mama tumben ke sini. Ada apa?”tanya Betari.
“Mama mau ajak kamu lunch sekalian cari kado buat acara one month baby party anaknya Amar sama Felicia besok malam. Kamu nggak lagi sibuk kan, Sayang?” ujar Gendis.
Jujur, soal one month baby party anak sepupu suaminya besok malam itu, Betari dan Umbara sudah punya rencana untuk mangkir dan mereka sudah sepakat hanya akan mengirim hadiah saja. Sementara hadiahnya akan diurus oleh asisten Umbara. “Eum, ma—“
Jagad sang adik ipar buru-buru memotong. “Halah, nggak usah banyak alasan lo. Nggak ada waktu gue buat nunggui mama bujukin lo. Kerjaan gue masih banyak dan juga gue udah lapar ini, Beti!.”
“Jagad! Jangan bawel kamu.” seru Gendis tajam. “Dan berapa kali mama bilang ke kamu: yang sopan sama kakak ipar kamu.”
“Ma,” rengek Jagad. “Aku lebih tua dari dia, lho.”
Jagad diam. Sementara Betari memandangnya dengan tatapan mengejek yang kemudian Jagad balasi dengan dengusan tanpa suara.
***
Gendis Atmojo membawa mereka makan di restoran china yang ada di sebuah pusat perbelanjaan tidak jauh dari rumah ibu mertuanya itu.
“Beti,” Jagad berbisik seraya mencolek-colek lengan Betari dengan jari telunjuknya.
Betari yang tengah sibuk menghabiskan makanannya hanya menyahut malas, tanpa mau berpaling pada Jagad yang duduk di sampingnya. “Nape?!” katanya.
__ADS_1
“Arah jam 4, ada mantan elo.” bisik Jagad lagi.
“Di sebelah gue juga ada mantan gue.”
“Heh! Beti! Gue serius ini.”
“Gue juga serius.”
“Itu mantan elo yang tukang masak dari tadi dia ngelihatin ke sini.” jelasnya masih dengan berbisik.
“Biarin aja nape.”
“Elo pasti nggak putus baik-baik ya sama dia.”
“Nggak juga.”
“Hmmm... Lo pasti ninggalin dia gitu aja. Kayak waktu elo ninggalin gue.” tuduh Jagad tajam.
“Dih, sok tahu lo.” dengus Betari.
“Halah! Ngaku aja deh lo.”kejar Jagad.
Gendis Atmojo yang melihat anak bungsunya dan menantunya saling berbisik, berdeham pelan lalu memperingatkan keduanya agar tidak menyulut keributan lagi karena mereka sedang berada di tempat umum. Gendis tahu masa lalu keduanya bahkan Umbara juga tahu. Tapi tidak ada yang peduli. Toh, Jagad dan Betari, hubungan mereka hanya akan sebatas saudara ipar merangkap mantan pacar dua minggu.
Begitu makan siang mereka selesai, Jagad langsung pamit kepada ibunya untuk kembali ke kantornya. Tapi sebelum benar-benar pergi Jagat Atmojo menyempatkan diri berbisik di telinga Betari.
__ADS_1
“Apa pun urusan elo sama si tukang masak itu, gue mau lo segera beresin. Jangan berani lo main-main sama abang gue.”
"Ngerti kan elo, Beti!" tegas Jagad kemudian.