Jodoh Dari Remaja 2

Jodoh Dari Remaja 2
Bab 11


__ADS_3

Pagi sekali Sara bangun dengan mengandalkan bunyi alarm di ponselnya. Ia bergegas mandi dan mengenakan seragam ke sekolah. Sara menyisir rambut panjangnya lalu mengenakan aksesories bando kecil.


Pagi itu lebih lama Sara berada di depan cermin untuk mematut diri. ia sendiri juga bingung kenapa melakukannya seperti orang sedang kasmaran sungguhan. padahal ngedate-nya dengan Morgan adalah cuma senang-senang saja karena kuis tidak masuk akal yang di buat tim panitia ulang tahun sekolah termasuk dirinya.


Nyonya Nara yang berada di dapur bersama pelayan terlihat bingung dan heran anak gadisnya sudah bangun dan bersiap sepagi itu.


"Sara mau kemana?" tanya nyonya Nara yang memandang anaknya dari atas sampai bawah.


"Ya ke sekolah momm, ini sudah rapi"


"Tapi kenapa sepagi ini?"


"Iya momm, oh ya nanti Sara di jemput teman jadi tidak perlu di antar pak supir"


"Iya..." nyonya Nara dengan wajah masih heran segera menyiapkan sarapan di meja makan. sebentar lagi suaminya juga akan turun ke lantai utama untuk makan pagi sebelum ke kantor.


"Pagi Daddy" Sara menyapa ayahnya yang juga terkejut melihat anak gadisnya sudah standby di meja makan sepagi itu. biasanya mommynya sampai sedikit mengomel karena kebiasaan Sara yang bangun telat dan kesiangan.


"Sara, mau kemana?" tanya tuan Kai yang juga heran dengan anaknya.


"Ya mau ke sekolah Daddy, oh ya Sara di jemput teman Dad jadi harus buru-buru"


"Teman siapa yang jemput kemari Sar" tanya Mommy.


"Morgan momm"


"Morgan? yang pemenang olimpiade matematika itu?" tabya Daddy.

__ADS_1


"Iya dad, panjang ceritanya nanti malam saja Sara cerita. tapi kita cuma berteman tidak lebih"


Tuan Kai dan nyonya Nara saling pandang lalu mengangguk menahan tawa. rupanya putri mereka sudah dewasa sampai punya teman dekat segala.


Bel pintu rumah keluarga Kai Admaja berbunyi, pelayan bergegas membuka pintu. disana berdiri seorang pemuda gagah.


"Pagi bi, saya teman Sara"


"Silahkan masuk tuan"


Morgan melangkah masuk dan menunggu di ruang tamu. Ia sedikit mengedarkan pandangannya melihat interior ruang tamu yang megah dan tempatnya juga luas.


"Selamat pagi tuan Admaja" Morgan berdiri dari duduknya dan menyapa tuan Kai.


"Pagi, siapa ini?"


Tuan Kai melihat pria muda di hadapannya. terlihat tampan dengan wajah campurannya yang khas. terlihat pendiam dan sopan.


"Baik saya izinkan, hati-hati ya dan tolong jaga putri kesayangan saya"


"Baik.." kata Morgan sembari tersenyum.


Tidak berapa lama Sara keluar ke ruang tamu bersama Mommynya.


"Momm ini Morgan" kata Sara mengenalkan keduanya.


"Saya Mommynya Sara" kata nyonya Nara yang terlihat senang dengan Morgan.

__ADS_1


Kesan pertama yang tidak buruk....batin Sara.


"Mari Gan kita berangkat"


Setelah berpamitan pada Daddy dan Mommynya Sara bergegas memasuki mobil milik Morgan.


"Sudah siap?" tanya Morgan pada Sara.


"Cepat jalan" kata Sara tanpa memandang Morgan.


"Siap nona Sara"


Di sepanjang perjalanan menuju sekolah keduanya banyak mengobrol. dari membahas pameran buku, tim sepak bola kesayangan, Jersey bola dan film sampai aktor kegemaran mereka.


"Ternyata asyik juga ya mengobrol dengan mu" kata Sara di sela tawanya.


"Oh ya? bukannya saya pendiam, menyebalkan, penyendiri tidak jelas?" Morgan menyindir Sara yang pernah mengatainya begitu.


"Hahaha, maaf ya soalnya aku kesal sekali waktu itu"


"Di maafkan kok" Morgan tersenyum sambil sesekali memandang Sara yang sibuk melihat jalanan dari balik kaca mobil.


Setibanya di sekolah semua ramai menyoraki Sara dan Morgan termasuk Tamara dan Sabrina.


"Sepertinya berhasil" kata Sabrina.


"Iya" gumam Tamara pelan. siapa yang menyangka Morgan yang kaku seperti robot dan Sara yang jutek itu bisa juga ngedate di hari pertama mereka.

__ADS_1


"Masih kurang enam hari lagi, coba lihat nanti hasilnya" kata Tamara sambil merangkul bahu Sabrina berjalan menuju kelas.


__ADS_2