
Menjelang akhir tahun semua sudah terlihat semarak. swalayan dan cafe beserta jalan-jalan sudah di hias dengan ornamen yang berwarna cerah, warna merah mendominasi di sana sini.
Sara dan Sato sedang berjalan berdua menikmati pemandangan Tokyo di malam hari.
Keduanya singgah si sebuah cafe di Harajuku. Sara memesan latte dan banana cake sebagai pendamping kopinya. sementara Sato memesan kopi original saja.
"Hai .." tiba-tiba seorang gadis terlihat menyapa Sara.
"Miu? kau disini juga?"
"Benar aku tadi mampir untuk membeli kopi panas" Jawa Miu ramah seperti biasanya.
Sato terlihat dingin dan tidak peduli pada gadis yang berbicara dengan Sara.
"Sato-san...." Sara memberi kode pada Sato agar bersikap sedikit ramah pada Miu.
"Hai aku Aihara Miura" akhirnya Miu yang mengenalkan dirinya lebih dulu.
"Yamamoto Sato" jawab Sato tidak tertarik.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" kata Miu sembari meraih bungkusan kopinya.
__ADS_1
"Oh ya Miu akhir tahun nanti kau akan kemana? apa kau ada acara?"
"Iya aku ada acara dengan keluarga ku" kata Miu.
Sato mengerutkan keningnya dan memandang aneh pada kedua gadis di hadapannya. mereka berbicara dengan bahasa yang sama.
Itu artinya gadis itu juga berasal dari tempat yang sama dengan sara ....
"Apa gadis itu teman satu negara mu?" tanya Sato setelah Miu pergi dari cafe itu.
"Kenapa tadi kau tidak bertanya langsung padanya?!" jawab Sara pura-pura ketus.
Sato terdiam kesal dan Sara tertawa senang bisa menjahili laki-laki di hadapannya.
Dengan malu-malu Sara mengulurkan tangannya dan Sato menggenggam tangan Sara.
Tidak ada yang bicara sepanjang perjalanan pulang. keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
Aku ingin tahu apakah kau masih mau dekat dengan ku saat nanti kau melihatnya ....-Sato-
❄️❄️❄️
__ADS_1
Pesta akhir tahun telah tiba semua kota terlihat ramai dan semarak dengan hiasan warna warni.
Keluarga Yamamoto menyewa sebuah gedung untuk mengadakan pesta akhir tahun bersama keluarga besar dan para kolega bisnis mereka.
Malam itu tuan Kai Admaja dan nyonya Nara terlihat hadir dengan busana terbaik mereka. Sara terlihat cantik dengan gaun panjang dan rambut yang di gerai rapi.
Sara berjalan bersama Sato menyalami beberapa tamu undangan.
Sato terlihat tampan dengan stelan jas hitam dan dasi yang pas dengan warna kemejanya yang juga gelap.
Senyumnya tampak sumringah saat Sara menggamit lengannya.
Tuan Yamamoto terlihat berbincang dengan tuan Kai membicarakan bisnis mereka. sementara nyonya Yamamoto sibuk mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. ia mencari seseorang yang ditunggunya sejak tadi.
Wajah nya terlihat gugup, ia menyentuh keningnya beberapa kali saking gugupnya. setiap melihat tamu istimewanya itu ia selalu terbayang masalalu yang pahit yang sebenarnya tidak lagi ia harapkan untuk tinggal di ingatannya.
"Sayang tenanglah dia pasti datang" kata tuan Yamamoto yang tiba-tiba berdiri di samping istrinya sembari merangkul lembut bahu sang istri.
Nyonya Yamamoto tersenyum memandang suaminya. ia mengusir sedikit rasa gugupnya lalu beralih memandang Sato dan Sara yang sedang berbicara dengan tamu undangan.
Apakah kau akan datang? ibu rindu sekali padamu ...maafkan ibu karena sudah membuat mu melalui kepahitan seorang diri....
__ADS_1
Nyonya Yamamoto berbalik dan disaat yang sama ia melihat seseorang yang ia tunggu sejak tadi telah berdiri di sudut ruangan.