Jodoh Dari Remaja 2

Jodoh Dari Remaja 2
Part 16


__ADS_3

Sabrina berkunjung ke rumah keluarga Admaja karena hari itu Sara tidak masuk sekolah. ia di sambut baik oleh nyonya Nara yang ramah dan baik hati.


"Kenapa lama sekali tidak kemari?" tanya Nyonya Nara sembari merangkul bahu Sabrina membawanya menaiki tangga menuju kamar tuan putri Sara yang sedang malas-malasan.


"Iya nyonya rumahnya jauh hehe..." kata Sabrina. jarak rumah keluarga Admaja dari pusat kota memang cukup jauh.


Nyonya Nara tersenyum menepuk bahu Sabrina. keduanya memang dekat karena Nara tahu gadis itu adalah teman baik anaknya.


"Sara sayang, ada Sabrina datang nak" kata nyonya Nara sembari mengetuk pintu kamar Sara.


"Iya momm"


Didalam kamar Sara berjalan dengan malas dan membuka pintu. wajahnya langsung cerah begitu melihat Sabrina berdiri di hadapannya.


"Sabrina? yuk masuk" seketika nyonya Nara dilupakan oleh kedua gadis yang asyik sendiri itu.


"Kenapa tidak bilang kalau mau kemari?"


"Memang kalau bilang kau mau menyambut?"


"Haha tidak ah malas!" Sara melempar guling kecil ke arah Sabrina sambil ia bersandar di kursi malasnya.


"Sar ..."


"Hmmm"


"Kau baik-baik saja?" tanya Sabrina hati-hati.


"Iya Sabrina aku baik-baik saja"


Tapi Sabrina tahu sorot mata Sara tidak bisa bohong.


"Kau suka padanya?"


"Pada siapa lagi?"


"Masih orang yang sama, Morgan"


"Tidak Sabrina, hanya Tamara yang menyukai Morgan. pemuda tengil seperti dia tidak pantas aku sukai!"

__ADS_1


"Jujur aku lebih senang melihat mu dengannya. kau lebih terlihat bersemangat saat menceritakan ketengilan dan kesombongan Morgan" kata Sabrina.


Sara dan Sabrina tertawa mengingat kesombongan dan keangkuhan Morgan. tapi disisi lain hati Sara perih bukan main merelakan Morgan untuk Tamara. tapi Sara juga menyayangi Tamara.


"Sar, kau bisa mengalah untuk Tamara tapi aku rasa Morgan tidak akan begitu"


"Maksudnya?"


"Belum tentu Morgan menerima rasa suka Tamara padanya"


"Kenapa? Tamara gadis yang baik, cerdas dan cantik"


"Aku rasa sejak awal Morgan sudah tertarik pada mu Sar, pria angkuh dan sombong seperti Morgan adalah gambaran pria setia"


"Ihhhh sok tahu!"


"Iya Sar, kalau dia suka dengan seorang gadis pastilah gadis itu benar-benar telah menaklukkan hatinya"


"Aku rasa analisamu salah, bisa jadi Morgan akan menyukai Tamara"


"Apa kau mengatakan itu dari hati mu Sar?"


Sara terdiam lalu mengangguk.


"Aku sedang malas"


"Malas bertemu Morgan dan Tamara?"


🌵🌵🌵


Sebelumnya di SMA Cipta Genius


"Hai Morgan" Tamara menyapa lembut Morgan pagi itu di depan perpustakaan.


Morgan melirik Tamara sebentar dan kembali fokus pada ponselnya.


Tamara dengan canggung berdiri di dekat Morgan yang sedang duduk di teras depan perpustakaan.


Wajah Morgan sedang jutek maksimal karena ia sedang kesal dengaan Sara.

__ADS_1


"Gan nanti siang ada pemutaran film baru lho, kau mau menontonnya?" tanya Tamara bersemangat.


Morgan bergeming tidak menjawab dan masih fokus dengan ponselnya.


"Kalau makan siang bersama kau mau?" Tamara masih melancarkan pendekatannya pada Morgan.


"Maaf aku tidak tertarik"


"Oh kalau kau tidak tertarik melihat pemutaran film kita bisa ganti acara"


"Maksudku aku tidak tertarik dengan mu" kata Morgan datar. wajah Tamara memerah karena malu.


Morgan berdiri dan hampir berjalan pergi. suara Tamara menghentikan langkahnya.


"Kenapa dengannya kau terlihat senang dan tertarik padanya?!" Tamara marah karena merasa Morgan menghina dirinya dengan sikap angkuhnya itu.


Morgan berbalik dan memandang Tamara.


"Kau pikir setelah dia mengalah untuk mu aku akan menerima perasaan mu?!"


Tamara terkejut ia tidak menyangka Morgan mengetahui jika Sara mengalah untuknya.


"Tapi Sara tidak menyukai dirimu"


"Aku tidak peduli! kau telah menyakiti hatinya! bukankah dia itu sahabatmu? kalian kesana kemari bersama? dia bahkan akan selalu ada jika kau kesulitan. baginya kalian sahabatnya lebih penting di banding perasaanya sendiri"


Tamara terdiam kata-kata Morgan menusuk relung hatinya.


"Apa kau pikir setelah dia mengalah untuk mu, lalu aku akan menerima perasaan mu?!"


Morgan melampiaskan kemarahannya pada Tamara.


"Rasa suka itu tidak bisa di paksakan, kau sudah melukai sahabat mu dan berkhianat atas nama persahabatan kalian. bubarkan saja pertemanan tidak ada gunanya itu!"


Morgan berjalan pergi meninggalkan Tamara yang terisak menyesal. yang di katakan Morgan benar. tidak seharusnya ia serakah dan memaksakan kehendaknya. ia tidak seharusnya iri pada sahabatnya sendiri.


Tamara kembali ke kelasnya dan menangis. Sabrina yang melihatnya langsung mendekati Tamara.


"Ada apa Tam?"

__ADS_1


"Aku jahat sekali pada Sara...."


Sabrina terdiam ia tahu pasti Morgan mengatakan sesuatu sampai hati Tamara terbuka.


__ADS_2