Jodoh Dari Remaja 2

Jodoh Dari Remaja 2
Part 19


__ADS_3

"Saya mau bicara" Morgan berdiri di hadapan Sara yang saat itu sedang makan siang di kantin sekolah bersama Tamara dan Sabrina.


Tamara dan Sabrina segera pergi agar Sara dan Morgan leluasa berbicara.


"Jangan disini" kata Sara berdiri dari duduknya di ikuti Morgan yang berjalan di belakangnya.


"Disini saja!" kata Morgan tidak sabar. ia meraih pergelangan tangan Sara agar mau berbalik memandang dirinya.


Sara melengos melihat lapangan basket yang siang itu sepi.


"Kenapa tidak mau melihat saya? jijik ya?!" tanya Morgan sambil tersenyum menunduk mencoba memandang mata Sara yang tidak mau melihat dirinya.


"Kenapa sih?! mau mengajak bertengkar lagi?!" kali ini Sara mendongakkan wajahnya memandang Morgan.


"Apa aku sudah tidak ada kesempatan sama sekali?" tanya Morgan. ia sadar diri jika Sara benar-benar menolaknya karena saat ini ayahnya terbelit kasus besar dan pasti tuan Kai Admaja tidak akan setuju jika Morgan mendekati putri kesayangannya.


"Sar saya cukup tahu diri jika kau menolak, tapi saya harus mengutarakan perasaan pada mu agar tidak terganggu dengan pikiran ku sendiri. Beri saya jawaban iya atau tidak itu saja" suara Morgan melembut.


Sara kebingungan, ia suka dan jatuh hati pada Morgan tapi disisi lain Daddy sudah memperingatkan nya untuk menjauhi Morgan.


"Sar jangan kebingungan begitu, Daddy mu melarang untuk kita saling berdekatan?"


Sara terbelalak memandang Morgan, rupanya Morgan bisa menebak isi pikirannya.


"Sar, saat kelulusan tiba nanti saya mungkin sudah tidak disini lagi"


"Apa maksud mu? memang kau mau kemana?"


"Holland"


"Holland? kenapa?"


"Saya mau ikut nenek saya Sar, papa mengirim saya sekolah kesana. ya mungkin untuk menghindarkan saya dari kasusnya"


"Dan kau mau pergi?" Sara berharap Morgan tidak akan pergi jauh.


Morgan mengangguk dan terdiam, begitu juga Sara yang ikut diam. suasana hening sesaat dan canggung diantara keduanya.

__ADS_1


"Bukankah kau juga akan ke luar negeri? Daddy mu pasti mengirim mu sekolah ke luar juga"


Sara masih terdiam tidak menjawab pertanyaan Morgan. pikirannya sibuk membayangkan perpisahannya dengan Morgan. lalu untuk apa mereka menjalin hubungan jika akhirnya berpisah, pikir Sara.


"Sar, kenapa tidak kita nikmati waktu yang ada untuk hubungan kita?" kata Morgan membuyarkan pikiran Sara.


"Baiklah, tapi jangan sampai Daddy tahu kalau kita pacaran"


Morgan tersenyum lebar wajah tampannya terlihat bahagia. ia meraih tangan Sara.


"Terimakasih Sar"


Sara tersenyum, tapi ia juga cemas akan masa depan hubungannya dengan Morgan. mereka akan berpisah jarak dan waktu.


"Nanti pulang sekolah ke toko buku yuk?" ajak Morgan.


"Dady menyuruh ku pulang tepat waktu"


"Oh, oke tidak masalah lain kali saja"


"Aku ke kelas dulu ya.." Morgan berjalan beberapa langkah. Sara memanggilnya.


"Oke siap tuan putri" kata Morgan seraya tersenyum manis.


🌵🌵🌵


Hari yang di nanti tiba, sepulang sekolah Sara dan Morgan pergi ke toko buku.


"Sar pakai jaket ini ya" Morgan memakaikan jaketnya pada Sara.


Wajah Sara terlihat malu-malu tapi senang. ia memilih buku dan novel untuk di beli. sementara Morgan membeli buku tentang London dan universitas yang berada di sana.


Sebenarnya Morgan lebih senang studi di London ia sudah mengincar universitas ternama disana.


"Katanya mau ke Holland kenapa beli buku tentang London?" Sara tiba-tiba berdiri di belakang Morgan.


"Ini apa ....hanya melihat-lihat saja seperti apa London itu"

__ADS_1


"Oh yuk aku sudah selesai"


Keduanya berjalan ke kasir, seperti biasa Morgan meminta Sara menunggunya sembari duduk di pinggir. Morgan yang mengantri dan membayar buku yang Sara beli.


Morgan tertegun sejenak melihat dua buku yang Sara beli. satu tentang negara Jepang dan satu novel bersetting kota Tokyo.


Ia melirik Sara yang masih terlihat asyik memandangi berbagai perlengkapan melukis.


"Sara suka melukis?" tanya Morgan.


"Sedikit tapi tidak begitu pandai"


Morgan tersenyum kecil dan menyerahkan kantung berisi buku yang Sara beli.


"Kita makan di warung dekat sini saja yuk" kata Sara penuh semangat.


"Ayo, Sara mau makan apa?"


"Sup daging sepertinya enak"


Morgan mengangguk dan menggandeng tangan Sara. keduanya menuju sebuah warung tenda yang terkenal dengan masakannya yang enak. Sara dan Morgan memesan sup daging.


"Nanti kalau sudah di Holland jangan lupa memberi kabar ya" kata Sara sembari mengikat rambut panjangnya yang indah dengan sedotan.


Morgan menikmati ketika Sara mengikat rambutnya, terlihat sangat cantik.


"Iya..."


"Sudah sore, waktunya Sara pulang. mau saya antar?"


"Eh jangan, biar di jemput saja sama pak supir"


"Takut kalau Daddy tahu?"


"Hehe iya, tidak apa-apa kan?"


"Iya tidak masalah, yang penting Sara tiba di rumah dengan selamat"

__ADS_1


"Oh ya nanti malam telpon ya" kata Sara penuh harap.


Morgan mengangguk sembari merapikan helaian rambut Sara dan menyelipkannya di balik telinga.


__ADS_2