
Sara berangkat menuju universitasnya dengan berjalan kaki. cukup jauh jaraknya tapi di tempat itu tidak di budayakan menggunakan kendaraan pribadi.
Sara berangkat lebih pagi, ia mengenakan mantel yang di belikan mommynya sebelum berangkat ke Jepang. Sara sempat berhenti di kedai kopi ia ingin membeli segelas kopi panas dan sandwich untuk sarapan.
Setibanya di kampus tempatnya menimba ilmu Sara sedikit terkejut.
Ternyata banyak juga ya pelajar dari negara lain di kampus ini...
Sara berjalan membalikkan badannya tanpa sengaja ia menabrak seseorang. kopi yang di pegangnya tumpah mengenai jaket laki-laki itu.
"Maaf...maaf " kata Sara sembari mengeluarkan sehelai saputangan bertuliskan nama Morgan di bagian pinggirnya.
"Bisakah kau lebih berhati-hati jika berjalan?!" tegur laki-laki itu. Sara mendongakkan wajahnya memandang wajah yang tidak asing di hadapannya.
"Sato-san?"
Sato menyerahkan dengan kasar saputangan milik Sara. ia sempat membaca nama yang tertera di saputangan itu.
Sara bergegas menuju kelas nya. ia sampai lupa bertanya pada Sato di fakultas apa laki-laki itu belajar.
__ADS_1
🌵🌵🌵
Malam itu bibi Yamamoto mengundang Sara ke rumahnya untuk makan malam bersama.
Di ruang tengah sudah di siapkan meja duduk untuk makan malam. biasanya keluarga Yamamoto makan malam di ruang makan dengan meja dan kursi tapi kali ini agar lebih akrab dengan tamu mereka jadilah dipindah ke ruang tengah dengan meja duduk.
"Ayo Sara jangan sungkan" kata bibi Yamamoto yang sedang menghidangkan makan malam.
"Dimana paman?"
"Paman mu belum pulang dari Hokkaido mengurus pekerjaan"
"Sato sedang keluar membeli sesuatu, sebentar lagi juga kembali. Oh ya apakah kalian sudah berteman?"
Sara hanya tersenyum, mungkin akan sulit dirinya dengan Sato berteman. keduanya berbeda jauh dari budaya dan sikap mereka.
"Tidak masalah Sara, nanti pasti kalian bisa berteman dekat. Sato sebenarnya sangat baik tapi hanya sedikit kurang ramah saja"
Sara kembali tersenyum karena Sato tiba-tiba muncul dengaan wajah cemberut.
__ADS_1
"Mama jangan membicarakan ku dengan orang asing" kata Sato sembari meletakkan sebotol minuman yang ia baru beli tadi.
"Tenang saja itu bukan arak" kata Sato yang seolah mengerti arti pandangan Sara pada botol minuman itu.
Bibi Yamamoto, Sato dan Sara makan bersama. sesekali bibi dan Sara saling bergurau. hanya Sato yang terdiam tidak berminat dengan obrolan ibunya dan gadis asing di hadapannya.
"Oh ya Sara setelah ini kau bisa melihat-lihat koleksi buku disana" bibi Yamamoto menunjuk ruang baca keluarga. disana terdapat rak buku besar dan tinggi di penuhi berbagai buku.
Sara mengangguk senang. ia memang suka membaca buku atau novel.
Selesai makan Sara menuju ruang baca. ia sibuk melihat-lihat buku di rak itu. pandangannya teralihkan pada sebuah album foto.
"Sara bibi tinggal sebentar ya"
Sara mengangguk lalu kembali memandang album foto usang yang terselip di antara jajaran buku tebal di rak.
Ia membuka lembaran demi lembaran album itu. ada foto bibi saat masih remaja. lalu foto Sato saat masih kecil. dan pria itu Sara menduga adalah paman Yamamoto.
lalu lembaran berikutnya ada foto Sato yang sepertinya masih baru. Sara tersenyum dan hampir menutup album itu tapi ia di kejutkan dengan foto yang sepertinya ia kenal.
__ADS_1
Sara menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Itu jelas foto Morgan.