
Salju turun semakin tebal menyelimuti kota Tokyo. udara dingin tidak mengurangi semarak perayaan akhir tahun.
Di sebuah gedung diantara keramaian tamu undangan pesta, Morgan berdiri di dekat jendela memegang segelas minuman. ia mengenakan stelan jas hitam dan rambut ikalnya tertata rapi ke belakang.
Ia menyesap minumannya dan mengedarkan pandangan. disana di kejauhan Morgan melihat seseorang yang sangat di kenalnya. ya orang itu, tidak mungkin ia salah mengenalinya.
Pandangannya tertuju pada seorang gadis di ujung sana yang sedang bersalaman dengan para tamu lainnya.
Gadis itu memandangnya dari kejauhan, waktu seakan terhenti sejenak saat keduanya beradu pandang.
Terkejut dan tidak menyangka itulah yang sekarang di rasakan Morgan karena ia melihat gadis itu.
Sara?....
Morgan sampai lupa tujuannya datang ke acara itu adalah untuk menemui sang ibu. ia tertegun mematung di dekat jendela masih memegang gelas di tangannya.
Sara di ujung sana juga hanya terdiam mematung tidak berusaha menyapa Morgan. dengan mata bulatnya gadis itu memandang tajam kearah Morgan.
Apa yang terjadi? kenapa aku bertemu Sara disini? kenapa Sara bisa menghadiri pesta keluarga Yamamoto?
Berbagai pertanyaan berkecamuk di benak Morgan saat itu. pikirannya seolah tersadar kembali dan menjejak bumi setelah seseorang menepuk bahunya dengan lembut.
"Morgan...." suara lembut itu adalah ibunya.
__ADS_1
"Mama..." Morgan berbalik memandang ibunya dan sejenak mengabaikan Sara di ujung sana yang saat ini masih melihat Morgan.
❄️❄️❄️
Dia ada disini? kenapa bisa?.........
Udara sangat dingin, penghangat di gedung tempat pesta sudah di nyalakan tapi Sara masih menggigil.
Ia tidak bisa mengatasi keterkejutannya melihat Morgan. ya Sara yakin yang ia lihat di sudut ruangan itu adalah Morgan.
Tapi kenapa Morgan ada disini? bukankah dia di London?
Sara sedikit pusing ia memegangi pelipisnya. Bukan hanya Sara yang terkejut mendapati Morgan berada di tempat itu, tuan Kai dan istrinya juga tidak menyangka jika ada pemuda itu di Jepang.
Di sudut ruangan, menyingkir dari keramaian tamu undangan keluarga inti sedang berkumpul berempat. Ada Sato, ayah dan ibu nya beserta Morgan.
Disaat itulah Morgan dan Sato saling berhadapan. Wajah mereka terlihat acuh satu sama lain. Keduanya hanya diam dan saling menatap tajam. Kenangan masa kecil mereka ketika berebut ibu kembali terngiang di benak keduanya.
"Sato sudah lama kalian berdua tidak bertemu" kata tuan Yamamoto.
"Morgan kenapa tidak saling menyapa?" tambah tuan Yamamoto lagi. Sang ibu hanya terdiam kaku. Merasa bersalah pada Morgan dan tidak enak pada Sato.
"Apa kabar mu Morgan?" Sato akhirnya mengalah menyapa Morgan lebih dulu.
__ADS_1
Morgan masih terdiam dan melirik ibunya.
"Aku seperti yang kau lihat" jawaban Morgan memancing emosi Sato.
Disaat yang bersamaan tuan Kai berjalan mendekati keluarga itu.
"Hai Morgan kau disini?" tuan Kai menyapa Morgan karena penasaran.
"Selamat malam tuan Admaja"
"Oh kalian saling mengenal?" tanya tuan Yamamoto.
"Iya Morgan adalah teman sekolah Sara"
Suasana canggung masih terasa tuan Kai bisa merasakannya.
"Apa kabar... mama?" Morgan menyapa ibunya yang hanya diam sejak tadi.
Mendengar Morgan menyapa nyonya Yamamoto dengan sebutan mama, kening tuan Kai berkerut samar.
"Kabar Mama baik, bagaimana sekolah mu di London?"
"Baik" jawaban Morgan yang pendek serta pandangannya terlihat menahan amarah membuat hati nyonya Yamamoto hancur karena merasa bersalah.
__ADS_1
bersambung..