
Edgar menghadang motor Morgan di jalan dekat sekolah. Sepulang sekolah geng Edgar sengaja menunggu Morgan melalui jalanan itu.
"Kau berhenti dan minggir!" Kata Edgar dengan marah.
"Ada urusan apa?" tanya Morgan santai.
"Jangan berani mendekati Sara! atau kau akan babak belur di tanganku!"
"Oh ya?! memang kau ini siapanya Sara?"
"Brengsek!"
Edgar memukul helm yang di kenakan Morgan dengan tongkat baseball. seketika Morgan turun dari motornya dan balik menghajar Edgar dan gengnya.
Mudah saja bagi Morgan yang seorang guru beladiri judo untuk mengalahkan rombongan anak-anak nakal itu.
"Saya rasa kalau Sara sampai tahu hal ini ia juga akan membenci mu Edgar" Morgan menyeringai dan kembali menaiki motornya. ia meninggalkan rombongan itu dengan luka. lebam di wajah mereka.
"Sialan!" umpat Edgar sambil meludah kan darah dari mulutnya.
🌵🌵🌵
"Sar tadi kalau tidak salah ada Morgan juga yang melihat pertandingan voli" kata Sabrina.
Tamara terdiam, ia sebenarnya juga melihat Morgan di lapangan tepatnya di bangku penonton.
"Tadi pagi aku sempat berangkat bersama Morgan" kata Sara sambil membuka Tupperware nya dan meminum air putih dingin.
"Kau dan Morgan berangkat bersama?" Tamara langsung terkejut karena sepengetahuannya Sara dan Morgan tidak akur.
"Iya, jadi mobil ku mogok di jalan dan aku pesan taxi online tapi juga tidak datang dan akhirnya ada Morgan yang berhenti memberi tumpangan"
"Kalian sudah sedekat itu?" tanya Sabrina polos yang membuat Tamara sedikit kesal.
__ADS_1
"Dekat apanya?! cuma menumpang Sabrina....tidak ada kedekatan apapun! jadi jangan salah paham oke?!"
"Oh ya kau mau pulang bersama Tamara atau aku?" tanya Sabrina.
"Sepertinya aku tidak bisa mengantar Sara, maaf ya aku harus pergi dengan mama nanti" kata Tamara menolak mengantar Sara.
"Tidak masalah teman-teman, Daddy nanti menjemput ku"
"Sar kau tidak akan pergi dengan Morgan bukan?" Tamara masih curiga pada Sara.
"Tidak mungkin Tamara, untuk apa aku pergi dengan Morgan?"
"Hahaha aku hanya memastikan saja Sar"
Sara menunggu Daddy nya seorang diri di depan sekolah. Sesekali ia melirik jam tangannya karena sudah hampir sore.
Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan Sara.
"Dad lama sekali?" Sara langsung berputar untuk membuka pintu mobil dan bergegas duduk di samping Daddy nya yang memegang kemudi.
"Oh ya Sara tadi pagi kata pak supir Sara di jemput teman?"
Duh pak supir kenapa musti bilang sama Daddy sih...
"Itu dad yang menang olimpiade kemarin"
"Oh siapa ya namanya Daddy lupa?"
"Morgan"
"Iya Morgan, memangnya kalian sudah baikan? sudah berteman?"
"Ah Daddy bukan begitu, Sara hanya terpaksa saja membonceng motor Morgan karena takut terlambat ke sekolah. Sara ada pertandingan voli tadi pagi Dad"
__ADS_1
"Oke...mungkin nanti kalian bisa berteman"
"Dengan siapa dad? Morgan?!"
"Iya siapa lagi" tuan Kai menggoda putrinya yang terlihat kesal.
"Ihhh tidak mungkin dad"
"Dady jadi penasaran seperti apa Morgan itu, oh ya kalau yang pernah ke rumah itu siapa namanya?"
"Edgar dad"
"Iya Edgar, apa kabar dia?"
Sara hanya mengedikkan bahunya sambil melihat keluar kaca mobil memandang jalanan yang mulai di guyur gerimis.
"Sara tidak suka dengan Edgar?"
"Tidak suka dad, urakan dan terlalu sombong"
Tuan Kai mengangguk sembari menambah sedikit kecepatan mobilnya agar segera tiba di rumah karena sebentar lagi akan ada badai.
Akhir-akhir ini memang prakiraan cuaca sedikit kurang bagus. terjadi badai dalam sepekan ini.
Setibanya di rumah tuan Kai dan Sara bergegas masuk kedalam rumah. begitu membuka pintu utama langsung tercium aroma masakan yang sedap sekali.
"Mom?..." Sara memanggil ibunya yang sibuk di dapur.
"Wow aromanya enak sekali sayang" Tuan Kai merangkul pinggang nyonya Nara dari belakang.
"Aku tidak lihat!" kata Sara yang berpura-pura menutup matanya melihat dengan kemesraan Daddy dan mommy nya.
Sara tertawa geli melihat kedua orang tuanya yang terkadang masih seperti remaja yang baru jatuh cinta.
__ADS_1
Malam itu nyonya Nara memasak bakso untuk hidangan makan malam. Di udara dingin dan hujan akan pas jika menyajikan makanan berkuah.
Sara dan tuan Kai terlihat lahap menikmati masakan nyonya Nara.