Jodoh Dari Remaja 2

Jodoh Dari Remaja 2
Part 9


__ADS_3

Tuan Kai sedang berada di ruang kerjanya memeriksa dokumen keuangan perusahaan yang harus ia tanda tangani.


Terselip selembar tagihan yang ia periksa dengan seksama. tagihan itu adalah kebutuhan rumah tangga seseorang wanita dan seorang anaknya. Sejak delapan tahun yang lalu Kai mulai membantu membiayai kehidupan sahabat kecilnya Kasandra.


Suami Kasandra pergi meninggalkannya karena wanita lain dan Kasandra terlantar bersama seorang puteranya.


Nara tidak mengetahui hal ini karena Kai tidak menceritakannya pada Nara.


"Bayarkan segera tagihan ini ke bank" kata tuan Kai pada sekretarisnya.


"Baik tuan"


Kai segera berdiri dari duduknya dan pergi ke suatu tempat. siang itu ia meninggalkan kantor di jam kerja.


🌵🌵🌵


Di SMA Cipta Genius terlihat semarak menyambut ulang tahun sekolah yang akan diadakan dua hari lagi.


Para pengurus OSIS dan siswa yang, terbentuk dalam tim panitia penyelenggara acara segera berbenah.


Sara dan kedua sahabat nya yaitu Tamara dan Sabrina ikut tergabung dalam tim panitia acara.

__ADS_1


Semua siswa antusias menyambut hari perayaan ulang tahun sekolah yang akan diadakan di aula sekolah.


"Oke rapat selesai kita bisa langsung dengan tugas masing-masing" kata Sara yang memimpin tim panitia.


Di jam istirahat semua segera bergerak untuk mendekorasi aula. mempercantik ruangan itu dengan balon dan pita.


"Oh ya bagian pesan kue aku saja" kata Tamara mengusulkan dirinya.


"Oke Tam untuk Kue kau yang urus ya" kata Sara sambil melihat beberapa siswa laki-laki mendekorasi ruangan.


"Sabrina, tolong pintanya" Sara mulai menaiki sebuah kursi dan memasang pita di dinding.


Di kejauhan Morgan memandang Sara yang terlihat lincah. ia lalu bergegas pergi karena tidak tertarik berada di kerumunan yang menurutnya adalah orang-orang bodoh.


"Kau adalah pemenang olimpiade matematika tingkat Internasional jadi kau adalah tamu kehormatan di pesta ulangtahun sekolah besok siang" kata Sara menjelaskan sembari berpaling karena malas melihat Morgan.


"Saya tidak perlu undangan itu"


"Oh yasudah" Sara berbalik dan menyimpan kembali undangan yang ia pegang sembari berjalan pergi.


"Seperti kurang kerjaan..." Kata Morgan yang celakanya di dengar oleh Sara.

__ADS_1


Sara berbalik dan berjalan mendekati Morgan dengan wajah marah.


"Kau bilang kurang kerjaan? apa maksudnya?!"


"Ya kumpul-kumpul tidak jelas , potong kue, nyanyi-nyanyi di sekolah apa namanya kalau bukan kurang kerjaan?"


"Ini adalah ulang tahun sekolah, semua yang terlibat sudah bekerja keras. setidaknya kau bisa menghargai kita tanpa harus mengatai kurang kerjaan!" Sara mulai naik pitam.


"Oh atau kau malu ya ada di keramaian pesta besok karena tidak punya teman?" kata Sara sinis.


"Apa kau bilang?? saya tidak butuh teman! buat apa? aku bukan kau anak manja yang kesana kesini bersama teman-temannya. urakan dan norak!" kata Morgan tak kalah pedas.


Sara ternganga mendengar ucapan Morgan. ia tidak habis pikir ada orang seperti Morgan ini di SMA Cipta Genius.


"Percuma bicara dengan orang sepertimu yang cuma menyendiri, tidak punya teman dan membosankan!" Sara mendongak memandang lekat bola mata Morgan yang berwarna coklat.


Dengan marah Morgan memandang Sara lalu berjalan pergi. sementara sara sedikit menyesal karena sudah kelewatan pada Morgan.


Sepertinya aku sudah keterlaluan padanya....


"Sar ada apa?" Sabrina dan Tamara datang menghampiri Sara.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok, ayo lanjutkan sebentar lagi pelajaran akan di mulai kita harus segera menyelesaikan dekorasinya.


Tamara dan Sabrina mengangguk sambil mengikuti langkah Sara kembali ke Aula.


__ADS_2