
Ujian akhir sekolah menengah Cipta Genius sedang berlangsung. Semua siswa dan guru sibuk mempersiapkan ujian dan menyambut hari kelulusan.
Morgan sudah mengantongi tiket dari ayahnya menuju London seperti yang ia mau.
"Kenapa tidak Holland saja Morgan? disana kau bisa tinggal bersama nenek"
"Tidak pa Morgan mau di London ada universitas yang sudah Morgan pilih disana"
"Baiklah terserah padamu saja"
Begitu percakapan Morgan dan tuan Xavier malam sebelum ujian.
Keputusan Morgan sudah bulat untuk ke London.
Pagi itu Sara terlihat lebih ceria karena Daddy dan mommy nya sudah lumayan berbaikan dan mau makan pagi bersama.
"Sar katanya Morgan mau ke London ya?" tanya Sabrina.
"Iya ..."
"Kau tidak mencegahnya?" tanya Tamara.
"Untuk apa? dia akan sibuk mengejar masa depannya. begitu juga dengan ku"
"Sayang sekali padahal kalian terlihat serasi dan pas sekali Sar. lalu bagaimana nasib hubungan kalian jika berpisah jarak?" tanya Sabrina lagi.
__ADS_1
"Entahlah Sab bisa jadi akan berakhir bisa jadi juga masih tetap sama"
"Kenapa kau tidak ikut ke London saja Sar?" tanya Tamara.
Secara biaya pasti orang tua Sara akan sangat mampu membiayai anaknya kuliah di London atau di manapun. secara kecerdasan Sara adalah siswa yang pintar yang sering menduduki peringkat pertama di sekolah.
"Aku tidak ada niat ke London Tam, jika aku mau sekolah ke luar negeri ya itu karena aku mau kesana demi masa depan bukan karena aku mau dekat dengan Morgan"
Sara adalah gadis yang berpendirian kuat. jika mau ia bisa saja mengikuti Morgan ke London seperti kata Tamara tapi bukan itu yang Sara mau. itu namanya Sara yang berjuang untuk cintanya pada Morgan. setahu Sara cinta itu di perjuangkan kedua belah pihak bukan hanya satu pihak saja.
Bel berbunyi semua siswa masuk ke kelas untuk melaksanakan ujian akhir sekolah.
Di kelas terlihat tenang karena semua sedang berpikir keras mengerjakan soal dengan baik agar nilai mereka bisa menyentuh batas kelulusan. untuk Sara dengan mudah saja ia mengerjakan soal ujian matematika hari itu.
🌵🌵🌵
Sara membeli buku tebal dan kamu bahasa Jepang. sepertinya ia memang akan melanjutkan kuliahnya di sana. melihat Morgan yang kukuh dengan niatnya ke London membuat Sara juga bersemangat untuk ke Jepang.
"Terimakasih .." kata Sara yang selesai membayar di kasir.
"Sara bisa bicara sebentar" Edgar berdiri di belakang Sara. sejak tadi ia mencari waktu yang tepat untuk bicara dengan Sara.
"Ke cafe dekat sini saja" kata Sara.
Edgar mengikuti langkah Sara menuju cafe yang tidak jauh dari toko buku.
__ADS_1
"Mau bicara apa?" kata Sara sedikit ketus.
"Sar maafkan aku dan mama yang sudah membuat keluargamu tidak baik-baik saja saat ini" kata Edgar.
Selama mengenal Edgar baru kali ini Sara melihatnya serius dan dewasa, sangat berbeda dengan Edgar yang biasanya.
"Sudahlah tidak apa-apa, Daddy juga salah bukan hanya mama mu yang salah"
"Aku tidak tahu jika yang membantu finansial kami selama ini adalah tuan Kai Admaja"
"Kau sama hal nya dengan ku Edgar, kita hanya remaja yang tidak terpikirkan hal berat semacam itu. kita hanya tahu meminta uang jajan, kendaraan bagus dan sekolah bagus itu saja"
"Tapi Sar jujur aku menyesal setelah tahu semua ini" kata Edgar yang merasa malu karena selama ini ia berlagak sok kaya dan tengil padahal Tuan Kai yang sudah banyak membantu ia dan ibunya nyonya Kasandra.
"Semoga sukses ujian nya dan bersemangat lah bantu mama mu dengan begitu baru kau bisa menebus rasa bersalah mu"
Edgar mengangguk sembari tersenyum memandang Sara yang berdiri dari duduknya dan hampir melangkah pergi.
"Sar tunggu! aku dengar Morgan akan pergi ke luar negeri" kata Edgar mensejajarkan langkahnya dengaan Sara keluar dari cafe.
"Iya"
"Lalu bagaimana hubungan kalian?"
"Berakhir"
__ADS_1
Sara tersenyum memasuki mobilnya. sementara Edgar memandang mobil Sara hingga pergi menjauh.