
Pesawat yang di tumpangi tuan dan nyonya Admaja tiba di bandara Narita. Sara sedari tadi gelisah menunggu Daddy dan mommynya di ruang tunggu bandara.
Di kejauhan tampak tuan Kai dan nyonya Nara melambaikan tangan kepada Sara yang berdiri dari duduknya.
Sara bergegas berlari menyambut orang terkasihnya. ia berhambur kedalam pelukan daddynya dan bergantian memeluk mommynya.
"Sara rindu sekali dad, mom" kata Sara berkaca-kaca.
"Sara sayang kita juga rindu sekali, di rumah jadi sepi" kata Mommy sambil mengusap rambut panjang Sara.
"Yuk ke apartemen Sara" Sara menggamit lengan daddynya. sementara seorang asisten mengangkat barang bawaan tuan dan nyonya Admaja kedalam bagasi sebuah mobil.
Ketiganya langsung menuju apartemen Sara.
"Wah nyaman sekali disini" kata mommy sambil melepas mantel tebal nya dan menggantungnya di samping pintu.
"Iya Daddy kan yang memilih untuk Sara?"
"Bukan Daddy tapi nyonya Yamamoto yang memilihkan untuk Sara" kata tuan Kai.
"Kata bibi Yamamoto Daddy yang memilih tempat ini"
"Sudah-sudah jangan berdebat soal tempat, ayo kita ke dapur dan menyeduh minuman hangat Sar, Mommy kedinginan"
"Ayo momm"
❄️❄️❄️
Mengetahui keluarga Admaja ada di Jepang, keluarga Yamamoto segera memberi sambutan dengan mengundang makanan malam di kediaman mereka.
Tuan Kai dan tuan Yamamoto adalah pebisnis ulung jadi keduanya terlihat akrab. Nyonya Nara juga langsung akrab dengan nyonya Yamamoto yang terlihat ramah.
__ADS_1
Sato dan Sara memilih duduk di ruang samping sembari menyalakan penghangat. keduanya menikmati teh herbal setelah makan malam.
"Akan ada perayaan akhir tahun" kata Sato sembari memandang Sara.
"Oh ya? bagus sekali pasti acaranya akan meriah"
Sato tersenyum samar, dalam hati ia ingin melihat reaksi Sara saat nanti gadis itu bertemu dengan pujaan hatinya di pesta akhir tahun yang akan diadakan keluarganya.
"Sepertinya ayah dan ibumu juga akan hadir di perayaan itu" kata Sato.
"Tentu saja Daddy dan mommy mendapat undangan langsung dari ayah dan ibu mu"
"Kau juga akan datang?" Sato memastikan apa Sara akan berada di pesta itu nanti.
"Iya aku pasti datang"
"Bagus" jawab Sato pendek.
"Tidak"
"Kau terlihat sedikit murung"
"Mungkin hanya perasaan mu saja" kata Sato.
Sara terdiam tidak lagi bertanya. mungkin Sato sedang memiliki masalah atau ia belum menyelesaikan tugas kuliahnya yang berat.
"Sara..."
"Hmmm"
"Jika kau bisa memilih jodoh mu siapa yang akan kau pilih?" pertanyaan Sato ini terdengar aneh di telinga Sara.
__ADS_1
"Apa maksud mu? aku tidak mengerti"
"Sudahlah lupakan saja"
"Tunggu apa maksud mu Sato-san?!" Sara melempar Sato dengan gantungan kunci berbentuk boneka Pinokio.
"Hei apa ini? Pinokio? kau suka berbohong?!" Sato kembali melempar gantungan kunci itu pada Sara.
Keduanya saling tertawa dan terlihat dekat. mereka tidak menyadari jika kedua keluarga sedang memperhatikan tingkah mereka dari balik kaca jendela ruang makan.
Tuan Kai tersenyum senang melihat Sara sudah bisa melupakan seseorang di masa lalunya. begitu juga nyonya Yamamoto tersenyum bahagia melihat Sato bisa dekat dengan orang asing. selama ini Sato menutup diri dengan lingkungan dan orang asing. tapi dengan Sara ia terlihat berbeda.
"Pastikan kalian benar-benar akan hadir di pesta akhir tahun nanti" kata tuan Yamamoto.
"Kami pasti hadir kau jangan cemas" jawab tuan Kai sembari menepuk bahu si tuan rumah.
"Rumah ini klasik dan menyenangkan" kata tuan Kai sembari melihat desain dan ornamen kayu di rumah keluarga Yamamoto.
"Ah kau bercanda memangnya aku tidak tahu rumah mewah yang kau miliki?" kata tuan Yamamoto.
keduanya saling tertawa akrab, Tuan Kai menyukai reputasi keluarga Yamamoto yang terkenal baik. jika anak lelaki keluarga itu mendekati Sara kemungkinan ia akan setuju.
_London_
Morgan terlihat mengemasi beberapa pakaian dan barang pribadinya kedalam sebuah tas besar.
Ia akan menyambut pergantian tahun di negara tempat ibunya berada.
Sebenarnya berat untuk Morgan datang kesana mengenang kembali masa lalu nya yang pahit. tapi demi ibunya ia rela karena Morgan juga merindukan wanita yang sudah melahirkannya itu.
Morgan menyiapkan diri untuk berhadapan dengan saudara tirinya nanti. terakhir bertemu tidak ada perbincangan diantara keduanya. tembok dingin masih membatasi jarak keduanya untuk saling bertegur sapa.
__ADS_1