
Tuan Kai dan Nyonya Nara sedang bersantai di ruang tengah menikmati teh dan camilan. Sara baru saja menuruni anak tangga menuju dapur untuk mengambil minum.
"Sara kemarilah Daddy mau bicara"
Sara berjalan membawa segelas air putih menuju ruang tengah.
"Ada apa dad?"
"Duduklah nak Daddy mau bicara penting"
Sara duduk di sofa di hadapan Daddy dan Mommy nya.
"Ini soal Morgan, beberapa hari ini Daddy melihat siaran di Tv dan juga berita di sosial media tentang berita korupsi seorang pejabat bernama Xavier"
Sara tahu pasti Daddy nya akan meminta Sara menjauhi Morgan mengingat kasus yang menimpa ayah Morgan bukanlah kasus ringan.
"Sebaiknya kau jauhi Morgan"
"Kenapa dad? Morgan tidak bersalah"
"Tapi ayahnya bersalah sayang, Daddy tidak mau anak Daddy satu-satunya salah memilih teman dekat"
"Kenapa Daddy bicara begitu? Daddy tahu jika Morgan anak yang santun dan ramah? ia juga baik sekali dengan Sara"
"Daddy tahu Sara, tapi Daddy tidak mau menjalin relasi dengan orang bermasalah seperti keluarga Morgan. pokoknya Daddy tidak suka Sara dekat dengan Morgan!"
__ADS_1
Baru kali ini Sara mendengar Daddy nya meninggikan nada suara padanya.
Sara marah dan bergegas pergi ke kamarnya. di kamar ia duduk di lantai bersandar tempat tidurnya memikirkan ngedate nya dengan Morgan selama satu Minggu yang penuh kesan.
Sara rindu sekali dengan Morgan. ia ingin pergi ke toko buku, makan siang dan bahkan Sara rindu bertengkar dengan Morgan.
🌵🌵🌵
Malam itu Morgan berdiri di depan rumah keluarga Admaja. ia memandang ke lantai dua yaitu kamar Sara yang lampunya masih terlihat menyala.
Morgan tahu pasti Sara belum tidur. tapi Morgan tidak tahu apa Sara juga memikirkan dirinya saat ini.
Morgan memasukan kedua tangannya kedalam saku jaketnya dan masih berdiri di posisi yang sama menghadap kamar Sara.
Wajah tampannya terdiam, ia tidak bisa berhenti memikirkan Sara. gadis manja itu telah membuat beberapa hari Morgan terasa berwarna dan berbeda. bersama Sara Morgan seperti menjadi orang lain yang bukan dirinya selama ini.
Pagi Tiba Sara sarapan dengan daddynya seperti biasa. tapi kali ini tidak banyak obrolan. Masih ada marah dan kecewa di hati keduanya.
"Sara sarapannya kenapa sedikit sekali nak?" tanya mommy.
"Sudah kenyang momm, Sara berangkat dulu ya..."
"Iya sayang"
"Sara berangkat bersama Daddy" kata tuan Kai yang baru saja beranjak dari kursinya. Tuan Kai mencium kening istrinya dan berpamitan untuk berangkat bekerja.
__ADS_1
"Sayang kemarin Kasandra menelpon ku, apa aku harus menjawab teleponnya? aku pikir kita lama tidak berhubungan dengannya jadi aku sedikit mengabaikannya"
Tuan Kai terdiam mendengar Nara menyebut nama Kasandra.
"Ummm biarkan saja dia"
Nara mengangguk sembari berjalan ke depan mengantarkan suami dan anaknya.
Di perjalanan menuju sekolah Sara juga lebih banyak diam. sementara Daddy juga terdiam tahu jika anak kesayangannya sedang marah padanya.
"Dad sara sekolah dulu ya" pamit Sara pada Daddy.
"Iya Sayang nanti pulang tepat waktu ya, supir yang jemput Sara"
"Iya dad"
Sara berjalan menuju kelasnya tanpa sengaja ia berpapasan dengan Morgan.
Sara mencoba mengabaikan Morgan dan berjalan melewati Morgan yang berdiri menatapnya.
"Gadis manja!" kata Morgan memanggil Sara.
"Apa kau bilang? gadis Manja?!" Sara mulai marah.
"Kenapa kemarin datang ke rumah? nyari saya? menyesal ya telah menolak cinta saya?" tanya Morgan sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
Sara memandang Morgan dengan ekspresi wajah kesal, marah dan sedih. bahkan matanya berkaca-kaca saat memandang Morgan.
Sara berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Morgan. ia teringat ucapan Daddy nya yang melarangnya dekat-dekat dengan Morgan.