
Malam itu Morgan merasa bersalah karena membiarkan Sara pulang sendiri dengan jarak rumah yang cukup jauh. ia meraih ponselnya dan mencoba menelpon Sara tapi di abaikan.
Morgan mengirim pesan singkat pada Sara tapi juga tidak dibaca apa lagi di balas.
Paginya seperti kemarin tepat pukul 06.00 Morgan sudah tiba di rumah keluarga Kai Admaja. dengan ragu ia menekan tombol pintu.
Seorang pelayan membukakan pintu dan tersenyum ramah.
"Tuan Morgan, silahkan masuk" pelayan itu mempersilahkan Morgan masuk ke ruang tamu.
"Tidak bi saya disini saja, Sara ada?"
"Ada sebentar ya"
"Ada apa bi?" terdengar suara tuan Kai yang sedang duduk menikmati makan paginya bersama sang istri.
"Ada teman nona Sara, tuan"
"Biar saya yang temui"
Tuan Kai berjalan menuju pintu utama. disana Morgan berdiri tersenyum pada tuan rumah.
"Oh Morgan, pagi sekali?" tanya tuan Kai basa basi.
"Iya tuan, saya mau bertemu Sara"
"Mau menjemput lagi?"
"Mau minta maaf tuan"
"Kalian bertengkar?"
"Sedikit tuan, saya mau minta maaf pada Sara"
"Bagus Morgan pria sejati memang harus menyadari kesalahannya dan tidak gengsi untuk minta maaf" kata tuan Kai sambil menepuk bahu Morgan dan mengajaknya masuk ke ruang tamu.
"Sayang, tolong panggilkan Sara" kata tuan Kai pada nyonya Nara.
Nyonya Nara bergegas menuju kamar Sara.
"Sara?"
__ADS_1
"Iya momm?"
"Ada Morgan di bawah"
Sara terdiam sejenak, ia menghentikan gerakannya menyisir rambut panjangnya. wajahnya berubah cemberut dan sedikit kesal.
Sara menyambar tas sekolahnya dan berjalan menuruni tangga menuju ruang tamu. Morgan yang sedang duduk langsung memandang Sara.
"Ada apa?" tanya Sara ketus.
Morgan tersenyum lalu berjalan mendekati Sara yang berdiri dengan angkuh.
"Saya mau minta maaf"
"Soal apa?"
"Kemarin saya sudah membiarkan mu pulang seorang diri"
"Oke tidak masalah"
"Lalu kenapa kau tidak mau melihat ku?" Morgan menundukan sedikit kepalanya hampir mendekati wajah Sara.
"Ehmm!" suara tuan Kai mengejutkan Morgan dan Sara yang langsung membuat jarak diantara keduanya.
"Tuan dan nyonya Admaja saya pamit dulu"
"Jaga Sara ya Morgan, jangan bertengkar lagi" pesan nyonya Nara.
Morgan mengangguk sembari tersenyum dan masuk kedalam mobilnya.
"Oh ya motor nya kemana? kenapa pakai mobil terus sekarang?" tanya Sara memandang Morgan yang di balas pandangan balik oleh Morgan tapi Sara ciut dan memalingkan wajahnya.
"Ada di garasi, saya sedang membawa tuan putri kalau naik motor kurang afdol" kata Morgan sambil tersenyum dan fokus melihat jalanan.
"Tolong berhenti menyindir!"
"Iya maaf saya hanya bercanda"
"Kau belum sarapan?" tanya Morgan.
"Sudah"
__ADS_1
"Di bioskop ada film baru, mau nonton?" tanya Morgan ragu.
Sara terdiam tidak menjawab. ia masih kesal pada Morgan. setibanya di halaman sekolah Sara bergegas turun dari mobil Morgan.
"Film nya mulai jam berapa?" tanya Sara.
"Pukul 15.00"
"Oke deh" Sara berjalan memasuki kelasnya. ia melalui kelas Tamara dan Sabrina sembari melambaikan tangan pada sahabatnya.
Sara dan kedua sahabatnya memang berbeda kelas karena Sara masuk kelas utama yang khusus untuk para peraih peringkat di sekolah. SMA Cipta Genius sengaja mengelompokkan siswa mereka sebagai pemacu belajar.
Yang mengejutkan Morgan berada di kelas yang di huni siswa kurang atau rata-rata saja kemampuan akademiknya. padahal ia juara olimpiade internasional. sekolah sudah memintanya pindah ke kelas para juara tapi Morgan tidak bersedia.
🌵🌵🌵
Sepulang sekolah Sara dan Morgan pergi ke pusat perbelanjaan untuk menonton film terbaru. Morgan dan Sara sudah mengganti baju mereka dengan stelan kasual.
"Mau popcorn?" tanya Morgan.
"Boleh juga"
Selesai membeli popcorn Sara dan Morgan memasuki bioskop dan mulai menonton film.
Morgan sebenarnya tidak begitu perduli dengan filmnya. entah kenapa ia menikmati ngedate nya dengan Sara. ia ingin memanfaatkan satu Minggu itu dengan baik.
Selama ini Morgan tidak pernah sedekat itu dengan gadis manapun. tidak ada yang membuatnya tertarik untuk pendekatan. tapi dengan Sara Morgan merasa berbeda. gadis itu ketus, cantik, pintar dan manja membuat Morgan gemas.
Morgan tersenyum sendiri, Sara yang melihatnya langsung mengerutkan keningnya.
"Filmnya sedih kenapa kau senyum-senyum?" tanya Sara sembari meraih popcorn dari tangan Morgan.
"Oh emmm ...sedih ya?" Morgan menggaruk rambut ikalnya.
Selesai menonton film keduanya makan bersama di food court. Sara memesan sup dan Morgan memesan steak daging.
"Ayah mu bekerja di mana? dengar-dengar di kepemerintahan ya?" tanya Sara sambil menyuapkan sesendok sup ke arah Morgan.
"Iya"
Sara terdiam bingung karena jawaban Morgan hanya pendek saja. seperti tidak antusias membicarakan sang ayah.
__ADS_1
Sara dan Morgan segera menghabiskan makanannya lalu pulang karena hari sudah sore.