Jodoh Dari Remaja 2

Jodoh Dari Remaja 2
Part 22


__ADS_3

Pagi yang canggung, di meja makan terlihat sepi karena tidak ada yang bicara. tuan Kai hanya diam sejak tadi begitu juga nyonya Nara yang sama sekali tidak mau memandang suaminya. hanya Sara yang kebingungan menatap ayah dan ibunya secara bergantian.


Ada sesuatu yang lucu saat tuan Kai akan mengambil sayur dan nyonya Nara juga akan melakukannya. keduanya nampak bersentuhan tangan lalu sama-sama terkejut dan menarik nya kembali. terdiam dan terlihat menahan senyum.


"Dadd, mom sudah dong marahnya, kalian itu masih terlihat saling mencintai. memang Dad tidak rindu di peluk sama Mom saat pulang kerja? apa mom tidak rindu di cium Samma dad saat habis bepergian?" Sara meletakkan sendok nya lalu meminum segelas susu tawar.


Tuan Kai dan Nyonya Nara hanya terdiam mendengar Sara bicara.


"Sara berangkat dulu ya" Sara mengecup kening Mommy dan Daddy lalu pergi menuju mobil yang sudah siap.


"Jalan pak" kata Sara pada pak supir.


Di perjalanan menuju sekolah Sara berpikir ingin menemui wanita bernama Kasandra itu. ia ingin melihat seperti apa Kasandra apakah benar Daddy nya hanya berteman dan tulus menolong saja atau kecurigaan mommy benar tentang adanya hubungan lain.


Setibanya di sekolah Sara bertemu Tamara dan Sabrina. kali ini Sara tidak menceritakan permasalahannya pada kedua sahabatnya ia malah bercerita pada Morgan.


Entah kenapa dalam hal ini menurut Sara kekasihnya itu akan lebih dewasa bersikap dan memberi saran ketimbang dua sahabatnya yang sama labilnya dengan dirinya.


"Sar kau sudah mencari universitas untuk tujuan mu nanti?" tanya Tamara.


Disekolah sedang ramai karena para siswa disibukkan ujian masuk perguruan tinggi. semua kesibukan sudah di mulai dari panduan hingga tata cara lulus ujian ke perguruan tinggi ternama.


"Belum, kau mau kemana Tam?" tanya Sara.


"Aku mau ke Universitas Utama"


"Wah hebat semoga di terima ya, kalau kau Sab?"


"Aku mau ke universitas Jaya"


"Kau sendiri mau kemana Sar? keluar negeri?"


Sara mengangguk kedua Universitas tujuan sahabatnya itu adalah Universitas unggulan di negara itu. semua berlomba untuk bisa di terima di universitas terbaik itu.


Sara sampai hari ini belum menentukan pilihannya. apakah ia akan melanjutkan di sini atau ke Jepang seperti mimpinya.

__ADS_1


Secara Daddy dan mommy nya sedang bertengkar dan belum bisa di ajak bicara soal itu.


"Nanti coba dipikir dulu mau tanya Daddy dulu" kata Sara.


Di kejauhan terlihat Morgan memandang Sara yang sedang berjalan menuju kelasnya. Sara melambaikan tangan pada Morgan yang di balas senyuman dari Morgan.


🌵🌵🌵


Pulang sekolah Sara buru-buru pergi meninggalkan sekolah. Sara ingin bertemu Kasandra.


Morga menelpon Sara beberapa kali dan baru Sara angkat telepon ketika berada di depan rumah Kasandra.


"Morgan aku sedang di depan rumah wanita itu" kata Sara pelan. nada suaranya terlihat cemas dan sedih.


Morgan terdiam sesaat, ia turun dari motornya.


"Sara dimana? aku kesana ya?"


"Tidak perlu, tunggu saja di toko buku biasa nanti aku kesana ya"


Sara memasukan ponselnya kedalam tas sekolah lalu ia menekan bel pintu.


Tidak berapa lama seorang wanita cantik terlihat membukakan pintu.


"Selamat siang..." kata Sara. wanita itu memandang Sara lalu tersenyum sejenak.


"Pasti ini Sara Admaja ya?" tanya wanita itu dengan suara lembut.


"Kenapa nyonya tahu kalau saya Sara Admaja? apa nyonya adalah ..."


"Iya saya Kasandra pasti kau kesini mau berbicara soal ayah dan ibu mu bukan?"


Sara tersenyum kecil sembari menunduk.


"Ayo Sara masuk, jangan sungkan saya sudah seperti saudara untuk ayah mu".

__ADS_1


"Sara mau minum apa?"


Sara menggeleng, ia memang tidak berminat minum atau makan apapun sebelum mendengar penjelasan Kasandra.


"Kenapa nyonya berbuat seperti ini di belakang mommy saya?" tanya Sara sedih.


"Sara saya minta maaf , sejak awal saya sudah bilang pada ayah mu untuk jujur dan mengatakan pada ibumu jika ia membantu saya. tapi kata Kai semua tidak masalah Nara akan mengerti"


Sara mendengar baik-baik penjelasan dari Kasandra.


"Sara percayalah saya dan ayah mu tidak ada hubungan spesial kecuali berteman. tadinya saya akan mengembalikan uang yang selama ini di berikan oleh ayah mu karena bisnis saya dalam benerapa tahun ini telah membaik tapi ayah mu menolak ia tulus membantu katanya"


Melihat Kasandra yang terlihat berkelas dan sepertinya juga wanita yang sangat baik Sara jadi ragu kalau daddynya memiliki hubungan spesial di belakang mommynya.


"Sara, saya adalah saksi mata perjalanan cinta ayah dan ibumu. kalau saya menyukai ayah mu sudah sejak dulu saya mendekatinya. tapi kami hanya berteman karena memiliki latar belakang yang serupa itu saja"


"Lalu kenapa nyonya menceritakan rahasia ini pada mommy saya setelah bertahun-tahun? mommy saya salah paham dan mengira yang bukan-bukan"


"Sebagai manusia yang tahu terimakasih dan merasa berhutang Budi, saya harus menceritakan kebaikan suaminya karena saya takut jika orang lain yang bercerita dan terjadi salah paham yang lebih parah"


"Tapi Daddy dan mommy bertengkar karena nyonya"


"Saya minta maaf Sara, tapi percayalah Daddy mu sangat mencintai mommy mu jadi pasti mereka akan berbaikan lagi"


"Tapi kalau mommy tidak memaafkan Daddy bagaimana?"


"Tidak mungkin Sara, saya tahu ibu mu orang yang lembut dan baik hati. ia pasti memaafkan ayah mu karena cintanya yang besar. toh ayah mu tidak berselingkuh dengan ku ia hanya membantu ku dan aku berniat mengembalikan bantuannya tapi ia menolak"


Sara diam mencerna setiap perkataan nyonya Kasandra.


"Kalau begitu Sara pamit"


Kasandra tersenyum menepuk bahu Sara dan mengantarkannya berjalan menuju pintu. di saat yang sama anak lelaki Kasandra pulang sekolah dan berpapasan dengan Sara.


"Sara?!"

__ADS_1


"Edgar?!!"


__ADS_2