Jodoh Dari Remaja 2

Jodoh Dari Remaja 2
Part 31


__ADS_3

Epilog


"Dia ibuku bukan ibumu!"


"Dia ibu ku, iyakan ma?"


Dua orang anak lelaki berusia delapan tahun sedang berebut wanita yang mereka bilang adalah ibu mereka.


Wanita itu menahan sedih di wajahnya, air matanya tak kuasa ia bendung. kedua tangannya di tarik oleh dua anak laki-laki itu.


"Bukan Sato! dia mama ku yang melahirkan ku!" kata Morgan kecil.


"Di ibuku! dia istri ayahku!" kata Sato kecil tak mau kalah.


Sementara wanita yang di perebutkan kedua bocah itu terlihat bingung. ia duduk berlutut di hadapan Morgan kecil dan mencoba memberi pengertian pada Morgan.


"Morgan, mama sekarang sudah tidak bisa bersama papa lagi karena kita berdua sudah berpisah. Mama sudah menikah dengaan paman Yamamoto. Mama harap Morgan mengerti ya" kata Wanita itu dengan berat hati.


"Tapi ma aku yang anak mama bukan dia! kenapa dia yang merasakan kasih sayang mama dan bukan aku?" Morgan kecil menangis terisak.


Wanita itu dengan hati perih terpaksa meninggalkan Morgan dan menggandeng tangan Sato untuk pergi.

__ADS_1


Sementara tuan Xavier segera mengajak Morgan kembali masuk kedalam mobilnya dan membawa Morgan pergi jauh dari ibunya dan dari semua kenangan masa lalunya.


⛄⛄⛄


"Sato-san boleh aku duduk disini?" Sara melihat Sato seperti sedang melamun. ia penasaran apa yang mengganggu pikiran laki-laki itu.


"Soal foto yang kemarin..."


"Aku tidak tahu" jawab Sato singkat. ia tahu Sara akan bertanya kembali soal foto Morgan.


"Oh begitu ya"


"Dia hanya orang asing yang tidak sengaja ikut terfoto saat kami liburan ke Hokkaido dua tahun yang lalu"


"Apa kau mengenal laki-laki di foto itu? kenapa kau terlihat penasaran sekali?" tanya Sato.


"Aku hanya merasa dia mirip seseorang yang aku kenal"


"Siapa nama orang yang kau kenal itu?"


"Morgan Xavier" jawab Sara sembari tersenyum kecil.

__ADS_1


Sato berdiri dari duduknya dan berjalan pergi ke kamarnya yang ada di penginapan itu.


Sara memanyunkan bibirnya, tidak mengerti dengan Sato yang sebentar-sebentar diam lalu main pergi seenaknya.


Mungkin ini saat yang tepat untuk melupakan Morgan selamanya. Aku dan dia seperti sudah tak ada harapan lagi. kami berada di tempat berbeda di negara orang yang asing dan jauh.


Lagi pula aku tidak pernah tahu apakah Morgan akan kembali lagi atau tidak....


_London_


Morgan bangun pagi dan menyempatkan diri berolah raga sebentar sebelum ia pergi ke kampusnya. Morgan memilih jurusan otomotif Kingston. ia di sibukkan dengan mata kuliah yang sulit serta tugas yang menumpuk dari pengajarnya.


Sesekali ada terlintas wajah seorang gadis yang begitu ia kenal dan rindukan. hatinya tidak bisa ia tipu untuk tidak mengingat gadis itu.


Orang bilang kita akan mengingat seseorang saat sedang diam tidak ada pekerjaan. sekarang aku sedang sibuk tapi tetap saja aku mengingatnya, mengingat wajah manisnya...Sara Admaja.


Mungkin saat ini ia sudah berada di Jepang, negeri yang aku hindari untuk ku kunjungi. negeri di mana ia merebut seseorang dari ku.


Morgan menyudahi olah raga paginya. ia bergegas bersiap menuju kampus untuk ikut perkuliahan.


Dua hari mendatang ia akan sibuk dengan berbagai tugas. Morgan selalu senang dengan kesibukan karena hal itu bisa membuatnya lupa pada kepedihan.

__ADS_1


Sesekali ia rindu pada ayahnya dan menelpon sang ayah menanyakan kabar. ayahnya sedang berada di kantor polisi ditahan karena kasus yang membelitnya.


Morgan berjanji pada sang ayah akan rajin belajar dan sukses. ia ingin membebaskan ayahnya dari tahanan.


__ADS_2