Jodoh Dari Remaja 2

Jodoh Dari Remaja 2
Part 23


__ADS_3

Sara menemui Morgan yang sudah menunggunya di depan toko buku langganan mereka.


"Sara...?" Morgan melihat wajah Sara masih sedih. ia membelai rambut Sara dan menyingkirkan helaian rambut yang menutupi mata indah Sara.


"Sudah merasa lebih baik?" tanya Morgan.


Sara mengangguk sambil memaksakan seulas senyum.


"Tidak apa Sara semua perlu proses termasuk membujuk hati sendiri juga perlu waktu. kau sudah dengar penjelasan dari nyonya Kasandra?"


Sara mengangguk, Morgan mengajaknya berjalan menuju kedai di sebrang toko buku. kali ini sedikit berbeda karena keduanya ke kedai mie bukan ke sup daging lagi.


"Apa kau percaya dengan penjelasan nyonya Kasandra?" tanya Morgan.


"Iya, dia terlihat seperti wanita yang baik dan mandiri. tapi ..."


"Tapi apa?" Morgan tersenyum kecil melihat wajah bimbang Sara.


"Dia ibunya Edgar"


Kali ini Morgan terdiam dengan wajah datar. pria yang cool tidaklah perlu bereaksi berlebihan ketika sedang terkejut. seperti Morgan yang tidak menyangka tapi tetap terlihat biasa saja.


"Kau sempat bicara dengannya?"


"Tidak aku langsung pergi, hanya saja tidak menyangka kalau ternyata selama ini Daddy membantu nyonya Kasandra yang ternyata adalah ibunya Edgar"


Pesanan mie sudah tiba di depan Sara dan Morgan. yang level pedas untuk Sara dan yang level sedang untuk Morgan.

__ADS_1


"Kau mau merasakan ini?" goda Sara yang tahu kalau Morgan tidak bisa makan pedas.


"Tidak terimakasih"


"Ayolah Morgan ini enak sekali"


"Tidak tuan putri aku tidak mau" kata Morgan berkilah sembari mengangkat mangkuk mie nya sedikit menjauh dari Sara.


Sara tertawa lepas, ia senang melihat Morgan akhir nya bisa berekspresi selain senyum dan wajah datar nya.


"Gan apa nanti kau akan mengingat aku?" tiba-tiba pembicaraan Sara beralih.


Sara tahu sebentar lagi ia dan Morgan akan berpisah dan hubungan mereka akan segera berakhir karena Morgan akan ke Holland.


"Mungkin aku akan ingat"


"Tidak, aku rasa aku akan ke London"


"Lalu apa kau jadi ke Jepang?" Morgan balik bertanya.


"Entahlah"


"Sara apa kau akan mengingat ku nanti?"


"Tidak"


Morgan tersenyum lebar sembari mencubit pipi Sara.

__ADS_1


"Gan apa kau akan mengirim email untukku?"


"Aku tidak tahu, mungkin juga"


"Apa kita akan benar-benar berakhir?"


"Apa kau mau menunggu pria yang belum jelas masa depannya? ayahnya terlibat kasus besar. orang tua mu juga tidak menyukai ku. apa kau masih mau menunggu orang seperti ku?"


Mata Sara berkaca-kaca ia tidak bisa menjawab. tidak bisa berbuat apa-apa. terlalu dini jika membicarakan hubungan mereka. masa depan masih panjang dan pintu sukses harus di buka. Sara tidak bisa menjanjikan ia akan menunggu Morgan karena ia juga akan meraih mimpinya.


"Sudahlah jangan terlalu berpikir keras, nikmati saja hubungan ini dengan baik. jika suatu hari nanti kau bertemu orang lain yang pas dengan mu, kau akan benar-benar melupakan ku tanpa merasa sakit"


Mendengar ucapan Morgan air mata Sara mengalir. ia tidak bisa menahannya.


"Sara jangan menangis"


"Kau membuatku sedih!"


"Ini kenyataan Sara, aku ingin disisi mu selamanya jika aku bisa"


"Kenapa kau tidak melakukannya?!"


"Kita masih sama-sama muda Sara, masa depan kita panjang dan sayang sekali jika harus kita korbankan"


"Apa kau tidak bisa tinggal demi hubungan kita? demi aku?" tanya Sara penuh harap.


Morgan terdiam ia mengalihkan pandangannya dari wajah Sara.

__ADS_1


"Aku harus pergi Sara ....."


__ADS_2