
Morgan telah mempersiapkan semua barang yang ia bawa ke dalam koper. jam menunjukan pukul 13.00 sebentar lagi tinggal menghitung waktu Morgan akan terbang ke London.
Ia duduk termenung memikirkan seseorang yang membuatnya sebenarnya berat untuk melangkahkan kaki pergi jauh. tapi apa boleh buat Morgan tidak punya banyak pilihannya.
Jika ia tetap tinggal belum tentu ia bisa mendapatkan Sara. tapi jika ia pergi ke luar negeri meraih cita-citanya barangkali hati orang tua Sara akan luluh dan merestui hubungan mereka.
Sementara di ruang tengah keluarga Admaja tuan Kai terlihat sedang berbicara serius dengan Sara.
"Kelulusan akan di umumkan secara online nanti tengah malam. Daddy harap tidak ada masalah dengaan nilai mu Sara"
"Daddy tidak perlu cemas, Sara jamin nilai yang Sara dapat memuaskan"
"Daddy setuju kau ke Jepang dengan syarat pendidikan mu harus selesai tepat waktu setelah itu pulang kembali ke rumah"
"Iya dad Sara janji"
"Satu lagi Sara tidak ada hubungan lagi antara Sara dengan Morgan!"
Sara terbelalak memandang daddynya, momy hanya terdiam duduk di samping Daddy.
"Kenapa dad? memang apa salah Morgan?"
"Sara ayah Morgan itu ...kau tahu sendiri bukan?! keluarga nya tidak jelas. jika sekalian ia dari panti asuhan mungkin Daddy masih merestui tapi lihat keluarga Morgan yang berantakan Daddy tidak menjamin hubungan kalian akan awet nantinya"
"Tapi dad...." Sara hampir menangis.
"Tidak ada tawar menawar Sara, Daddy selalu menginginkan yang terbaik buat Sara"
"Iya Sayang coba turuti Daddy ya" kata Nyonya Nara yang sebenarnya tidak tega pada Sara.
__ADS_1
"Lihatlah Morgan, ia begitu kekeh ingin pergi ke luar negeri. jika ia mencintai Sara pasti ia akan bertahan dan mencoba meluluhkan Daddy dan Mommy tapi mana buktinya? dia itu egois Sara!"
Degh!.....
Egois? apa mungkin benar yang di katakan Daddy. seharusnya Morgan memperjuangkan ku bukan malah menggantung hubungan kami...
"Sara, Dady juga seorang pria. pria sejati memperjuangkan cintanya bukan melarikan diri dengan berbagai alasan!"
Sara hanya terdiam, pikirannya sedikit terbuka tentang Morgan dan cintanya.
"Sara percayalah, kau bisa bahagia dengan pria yang layak dan benar-benar memperjuangkan mu" kata Daddy.
Daddy berdiri dari duduknya dan beranjak pergi. Sara melamun terdiam tidak bersemangat.
Nyonya Nara menepuk lembut bahu anak gadisnya.
Sesekali Sara melihat ponselnya berharap Morgan memberi penjelasan padanya. lebih lagi Sara berharap tiba-tiba Morgan bilang kalau tidak akan pergi ke London.
Tapi nihil sampai menjelang pagi ponsel Sara tetap sepi. Morgan tidak menelponnya.
Sara duduk merengkuh kedua kakinya dan menangis sejadinya.
Dasar pengecut kau Morgan! kau tidak memperjuangkan ku apa selama ini aku hanya pelarian dari setumpuk masalah yang kau hadapi?!
Sara lulus dengan nilai terbaik dan ia sudah di terima di salah satu universitas ternama di Jepang tepatnya di kota Tokyo. lusa Sara akan berangkat menuju Tokyo.
Nyonya Nara terlihat bersedih karena anak gadisnya akan pergi jauh. hari-harinya akan sepi.
"Bagaimana kalau kita mengadopsi anak laki-laki dad?" kata nyonya Nara.
__ADS_1
tuan Kai terkejut namun hanya terdiam. ia memikirkan perkataan istrinya tadi.
"Bagaimana Dad?"
"Sebentar mom kita pikirkan dulu dan minta pendapat Sara"
Nyonya Nara mengangguk sembari memandang Sara yang memasukan barang-barangnya ke dalam koper.
🌵🌵🌵
Sara,......selamat tinggal...
Kata Morgan di dalam hatinya. ia sudah dalam penerbangan menuju London. Morgan mencoba melupakan semua tentang Sara meski sulit ia akan mencobanya.
Sebelum pergi Morgan sengaja tidak berpamitan pada Sara. ia ingin Sara membencinya saja dengan mengira Morgan seenaknya dan egois. itu akan lebih baik daripada Morgan melihat Sara menangis.
Tuan Kai dan Nyonya Nara mengantarkan putri semata wayangnya ke bandara. Sara terlihat sudah siap untuk pergi ke Jepang.
"Sayang sering-sering telepon mommy ya?" kata Nyonya Nara sembari memeluk Sara dengaan erat.
"Iya mommy ku sayang, kapan pun mommy dan Daddy juga bisa berkunjung ke Jepang bukan?"
"Iya sih kalau Daddy mu tidak sibuk dengan pekerjaannya" sindir nyonya Nara.
Tuan Kai hanya tersenyum sembari memeluk Sara.
"Semangat ya sayang, ingat pesan Daddy berikan yang terbaik untuk masa depanmu karena waktu tidak bisa di putar ulang"
Wejangan yang sangat berarti dari Daddy untuk Sara yang akan selalu Sara ingat.
__ADS_1