Jodoh Dari Remaja 2

Jodoh Dari Remaja 2
Part 17


__ADS_3

Di rumah keluarga Xavier, Morgan dan ayahnya sedang duduk di ruang tamu. wajah keduanya tampak serius.


"Kita harus pindah dari rumah ini secepatnya Gan" kata tuan Xavier.


"Kenapa pa?"


"Papa sudah keluar dari pekerjaan papa di pemerintahan. kau tahu bukan kalau papa di fitnah?"


Morgan tahu kasus yang sedang menjerat papanya. berita heboh di mana-mana. di Tv di sosial media di artikel online semua membahas papanya yang di tuduh korupsi.


"Kita akan pindah ke rumah yang lebih sederhana"


"Tapi pa rumah ini bukan dari pemerintah tapi ini rumah pribadi papa!" Morgan tidak terima.


"Iya Gan tapi kau harus tahu semua harta papa di bekukan selama proses penyidikan termasuk rumah ini"


Morgan tertunduk kesal tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


"Bersiaplah papa akan mengirim mu ke Holland ke rumah nenek. setelah lulus kau akan melanjutkan studi mu di sana"


Morgan terdiam tidak ada pilihan lain baginya. jika itu bisa meringankan beban pikiran papa nya ia akan melakukannya.


"Gan jadilah anak hebat, belajarlah dengan sungguh-sungguh jangan seperti papa bekerja di pemerintahan tapi papa di khianati setelah tua dan tidak seperti dulu lagi"


Tangan Morgan terkepal. ingin sekali rasanya ia mengajak ayahnya keluar dari situasi sulit itu.


🌵🌵🌵

__ADS_1


Pagi itu seperti biasa Sara di antar daddy nya ke sekolah. Di gerbang masuk sekolah ia di sambut Sabrina dan Tamara. ketiganya terlihat bercanda dan tertawa bersama.


Morgan memandang dari kejauhan melihat senyum dan tawa Sara pagi itu yang terlihat lepas.


Morgan tersenyum tipis melihat keceriaan Sara.


"Aku ke kelas dulu ya, bye..." Sara hampir memasuki kelasnya. Tamara menahan tangan Sara.


"Sar bisa bicara sebentar?" kata Tamara dengan wajah menyesal.


"Hei ada apa Tam? kenapa sedih?"


"Sar maafkan aku ya, aku sudah jahat padamu"


"Ada apa ini?" Sara terlihat bingung karena Tamara menangis.


"Tam tidak ada yang merebut Morgan dariku, kami memang tidak melanjutkan setelah acara ngedate satu Minggu itu"


"Tapi Sar, Morgan benar-benar jatuh hati pada mu"


Sara diam ia tahu Tamara pasti sudah ada pembicaraan dengan Morgan.


"Maaf ya Sar sebaiknya kau beri kesempatan pada Morgan lagi. aku tahu dia sangat menyukai mu"


Sara hanya terdiam, ia masih ragu dan bimbang. kalau sekarang ia mendekati Morgan lagi pasti Morgan akan berpikir Sara sedang mempermainkan hatinya.


"Sudahlah Tamara, antara aku dan Morgan memang seharusnya sampai disini saja" kata Sara tersenyum getir.

__ADS_1


"Sar kau tahu ayahnya Morgan muncul di berbagai berita? mereka bahkan sudah pindah rumah. aku yakin saat ini ia sedang dalam kondisi sulit"


Sara masih terdiam, ia tahu berita itu di Tv bahkan Daddy-nya juga tahu berita itu.


Sara ragu apa dia masih bisa menjalin hubungan dengan Morgan setelah ini.


"Sar aku ke kelas dulu ya..." Tamara melangkah pergi.


🌵🌵🌵


Sepulang sekolah hari itu Sara berkunjung ke rumah lama Morgan. tapi sepi sudah tidak ada siapapun disana.


Sara menelpon Morgan beberapa kali dan tidak di jawab.


Seorang pria tua terlihat membersihkan rumah itu. Sara bergegas bertanya pada pria itu.


"Permisi pak, saya teman dari anak yang punya rumah ini. kalau boleh tahu mereka pindah kemana ya?"


"Oh ke perumahan AB tidak jauh dari sini"


"Terimakasih pak"


"Yuk pak kita ke perumahan AB" kata Sara memasuki mobil.


Tidak berapa lama Sara tiba di sebuah rumah dengan pagar tinggi ber cat putih. ia turun dari mobilnya dan memencet bel di depan pagar.


Lama tidak ada yang membuka pintu gerbang. Akhirnya Sara kembali ke mobilnya dan pulang.

__ADS_1


__ADS_2