Jodoh Dari Remaja 2

Jodoh Dari Remaja 2
Part 15


__ADS_3

Malam Minggu tiba, Morgan mengajak Sara untuk jalan-jalan. ia menjemput gadis itu ke rumahnya. stelan Morgan terlihat rapi dengan celana jeans, kaos dan jas hitam. ia berdiri di depan pintu rumah Sara.


Sara sendiri yang langsung membuka pintu. Ia terpana melihat penampilan Morgan malam itu. Kalau Morgan ia sudah terbiasa melihat kecantikan Sara tapi malam itu Sara juga terlihat sangat cantik dan anggun dengan dress selutut dan rambut panjangnya di buat Curly di bagian bawahnya. ia mirip boneka Barbie menurut Morgan.


"Ini untuk mu" Morgan menyerahkan seikat bunga tulip putih untuk Sara.


"Tulip? bukan mawar?" Sara menahan tawa. ia tahu Morgan bukanlah pria romantis jadi ia membawa seikat bunga tulip itu sungguh kemajuan.


Keduanya pergi ke cafe melihat pertunjukan musik dan mengobrol santai sebelum ngedate mereka berakhir besok.


"Coba kau menyumbang suara" kata Morgan pada Sara sembari menunjuk group musik yang sedang tampil di depan.


"Hahaha aku tak bisa menyanyi suaraku tidak merdu" kata Sara.


Morgan tersenyum ia merapikan helaian rambut di wajah Sara.


"Sara, apa ngedate ini berkesan untuk mu?"


Sara terdiam, tiba-tiba wajah Morgan menjadi serius.


"Iya berkesan" jawab Sara biasa saja.


"Apa aku ada kesempatan untuk tetap membuat mu berkesan setelah ini?"


"Maksudnya?"


"Aku suka padamu Sara, kau mau menjadi kekasih ku?"


Sara terkejut sekaligus berdebar. ia menahan tawa karena bingung. Morgan Xavier siswa dingin, kaku, dan tidak ramah sama sekali itu telah memintanya menjadi kekasihnya. Morgan bilang menyukai Sara.


Apa itu artinya cinta? .....-Sara-


Sara belum memberikan kepastian pada Morgan malam itu. karena hari sudah malam Sara memilih mengajak Morgan untuk pulang.

__ADS_1


Setibanya di depan pagar rumah keluarga Admaja, Morgan menghentikan mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Sara.


Morgan berdiri tepat di hadapan Sara. ia mengusap rambut Sara dengan lembut.


"Sara good night" lalu sebuah ciuman manis mendarat di bibir Sara yang membuat gadis itu mematung dan jantungnya berdebar hebat.


Kebahagiaan sedang meliputi Sara dan Morgan. dua remaja menjelang dewasa yang sedang jatuh cinta. semua terasa indah dan berbunga.


Sampai di pagi harinya terdengar kabar yang membuat Sara dan Sabrina hampir pingsan di buatnya.


Tamara, ia mencoba bundir dan sekarang berada di rumah sakit.


"Kenapa bisa jadi begini?" Sara menangis memeluk Sabrina yang juga menangis. keduanya sedang berada di rumah sakit.


Sara menunggui Tamara di samping ranjang perawatan. Beberapa saat kemudian Tamara berhasil sadar dan sudah mulai bisa bicara.


"Sara?" Tamara menggenggam tangan Sara yang sejak tadi memegangi tangannya.


"Tam cerita ada masalah apa? kenapa sampai begini?" Sabrina mendengarkan dengaan seksama di samping Sara.


"Sara mungkin aku terlalu tamak jadi manusia, aku tidak layak menjadi sahabat mu Sar"


"Apa maksudnya Tam?"


Tamara hanya menangis pilu, ia sedang ada masalah keluarga di tambah patah hati yang dalam membuatnya kalut.


"Jadi begini Sar..." Sabrina membuka suara.


"Tamara sebenarnya sangat menyukai Morgan sejak pertama kali masuk sekolah"


Bagai di sambar petir hati Sara, ia terkejut mendengar pengakuan itu.


"Apa maksudnya?"

__ADS_1


"Iya Sara aku minta maaf, aku bukan ingin menghancurkan kedekatan mu dengan Morgan tapi aku lebih dulu jatuh hati padanya Sar" kata Tamara sambil menangis.


"Tam kenapa tidak cerita sebelumnya?" Sara merasa bersalah pada Tamara.


"Kau mau merelakan Morgan untukku?"


Sabrina yang tidak tahan mendengar percakapan itu memilih keluar dari ruangan rawat Tamara.


Sara yang begitu menyayangi sahabatnya akhirnya tak kuasa menolak permintaan Tamara meski hatinya hancur remuk.


🌵🌵🌵


"Sara...." Morgan memanggil Saran di aula sekolah.


"Kenapa kok pucat? sakit ya?" tanya Morgan sambil memandangi wajah Sara.


"Gan sepertinya ngedate ini harus berakhir"


"Iya memang sudah berakhir kan sudah satu Minggu" Morgan tersenyum.


"Tapi sebaiknya hubungan kita juga berakhir"


Senyum lenyap dari wajah tampan Morgan. wajahnya menegang karena marah mendengar pernyataan Sara. Ia tergolong cukup dewasa untuk memahami apa yang akan Sara utarakan.


"Kenapa Sar?" tanya Morgan datar.


"Sejak kita bersama kita sering bertengkar, dan kau orang yang misterius"


"Misterius?! dengar ya gadis manja! diantara kita berdua aku pikir kau yang lebih memiliki hati tapi ternyata aku salah besar!"


Morgan berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Sara yang menangis. Sara terduduk di aula seorang diri.


Sara tidak tahu bahayanya patah hati, ia belum menyadari akibat dari patah hati itu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2