
Di rumah keluarga Admaja sedang lengang. Tuan Kai dan Nyonya Nara sedang ada masalah.
Tadi siang seorang wanita bernama Kasandra menemui Nara. ia mengatakan jika selama ini suaminya membantu perekonomian Kasandra dan anak tunggalnya.
Nara tahu jika Kasandra adalah teman Kai. keduanya berasal dari panti asuhan yang sama sebelum tuan Aska dan Nyonya Raya membawa Kai bayi untuk mereka adopsi.
Kasandra juga di adopsi oleh keluarga yang berkecukupan hingga suatu hari setelah dewasa mereka bertemu di sekolah yang sama.
Kai dan Kasandra berteman akrab dan Kasandra bercerita jika ia berasal dari sebuah panti asuhan. Kai mengenali nama panti itu karena ia juga berasal dari sana.sejak saat itu keduanya menjalin hubungan baik.
Kembali ke pertemuan Nara dan Kasandra siang itu. Nara tidak habis pikir kenapa Kai tidak pernah bercerita jika ia membantu Kasandra sejak lama.
"Apa kalian memiliki hubungan istimewa di belakang ku?!" suara Nara bergetar dan ia menahan air matanya.
"Tidak sama sekali Nara, kami hanya bersahabat saja. sewaktu suamiku pergi meninggalkan ku dan anakku karena wanita lain, aku terpuruk dan tidak memiliki tempat tinggal Kai datang membantuku"
Nara merasa muak dengan penjelasan Kasandra. sebagai wanita wajar jika ia curiga dengaan hubungan Kai dan Kasandra.
"Sudah cukup aku tidak mau dengar apapun" Nara bergegas pergi meninggalkan Kasandra dan kembali ke rumah menanti Kai pulang bekerja.
Setibanya Kai di rumah genderang perang di mulai. Nara terdiam saat Kai menciumnya, tidak ada senyuman atau balasan ciuman seperti biasanya.
"Sayang ada apa?" Kai terlihat mengusap air mata istrinya. sementara Sara yang sudah mendengar cerita dari mommy nya memilih di kamar terlebih dahulu memberikan waktu pada kedua orang tuanya untuk menyelesaikan masalah mereka.
"Kenapa kau tidak pernah mengatakan jika selama ini kau membantu Kasandra dan anaknya?"
"Sayang maaf kan aku, aku bersalah karena tidak meminta izin lebih dulu padamu. karena tadinya aku pikir bantuan itu hanya sedikit dan berlangsung satu tahun saja tapi ternyata Kasandra mengalami keterpurukan yang cukup lama sehingga aku iba dan meneruskan membantunya"
__ADS_1
"Tapi bukan begitu caranya, kau membohongi ku! tuan Kai Admaja!" Nara sangat marah pada suaminya.
"Sayang maafkan aku"
"Kenapa kau membantunya? apa jangan-jangan anak Kasandra itu adalah ..."
"Nara! apa maksud mu? jangan sembarangan! mana mungkin aku berbuat sekotor itu di belakang mu sayang!"
"Aku tidak tahu, aku butuh waktu untuk semua ini. wanita mana yang rela suaminya membantu wanita lain tanpa sepengetahuannya?" Nara menangis sejadinya dan Kai seperti orang putus asa. Ia tidak tahu lagi bagaimana meminta maaf pada Nara.
Sara keluar dari kamarnya dan mendekati Daddy nya yang berdiri mematung. sementara Nyonya Nara sudah pergi ke kamarnya dan mengunci diri di dalam kamar.
"Dad .." Sara memegang bahu daddynya seolah memberi kekuatan.
"Sara .. percaya sama Daddy ya, Daddy tidak pernah berkhianat pada mommy. ini hanya salah paham"
"Sara menangis memeluk daddynya, ia merasa sedih karena baru kali ini orang tuanya bertengkar seperti ini. biasanya hanya ngambek lalu baikan dan romantis lagi.
Drrrt.....drrt...
Ponsel Sara bergetar ada panggilan telepon dari Morgan.
"Iya Gan..." suara Sara tidak bersemangat.
"Sara ada apa?"
Sara menangis di telepon, sementara Morgan mendengarkannya dengan tenang.
__ADS_1
"Baiklah kalau kau belum mau cerita" Morgan tetap mendengarkan isakan Sara yang menangis. hingga akhirnya Sara tertidur baru Morgan mematikan teleponnya.
Pagi itu rumah sepi sekali tanpa suara mommy. Sara dan Daddy sarapan di layani oleh pelayan mereka. biasanya nyonya Nara langsung yang melayani suami dan anaknya makan pagi.
"Sara mau berangkat bersama Daddy?"
"Sara sama supir saja dad"
"Oke Daddy berangkat dulu ya"
Sara mengangguk, wajah tuan Kai pagi itu terlihat muram tidak secerah biasanya.
Sara diantarkan supir ke sekolah. di perjalanan Sara lebih banyak melamun. ia memikirkan Daddy dan mommy nya di tambah hubungannya dengaan Morgan yang mungkin akan berakhir dalam hitungan bulan.
Setibanya di sekolah Morgan menunggu Sara di parkiran.
"Sara .." Morgan meraih dagu Sara dan melihat wajah gadis itu yang tampak sendu.
"Apa Daddy memarahi mu?" Morgan cemas jika tuan Kai memarahi Sara karena ketahuan dekat dengan nya.
Sara menggeleng dan tetap menunduk.
"Yasudah masuk kelas dulu saja, pelajaran akan segera di mulai" kata Morgan sambil menggenggam tangan Sara dan mengantarkannya ke depan kelas Sara.
"Nanti siang mau aku antar pulang?" tanya Morgan.
Sara mengangguk tanda setuju. setelah itu ia menggeleng karena ingat pesan daddynya untuk tidak dekat-dekat dengan Morgan.
__ADS_1
"Kalau begitu nanti sepulang sekolah kita jalan saja ya? kalau Sara mau cerita juga boleh"
Kali ini Sara mengangguk setuju.