Jodoh Dari Remaja 2

Jodoh Dari Remaja 2
Part 8


__ADS_3

Berbeda di rumah mewah tuan Kai dan Nyonya Nara. di rumah keluarga Xavier terlihat lengang. rumah itu luas tapi terlihat hening di setiap sudut ruangannya. terasa hambar dan tidak berwarna.


Di dapur Morgan sedang membuat makan malamnya sendiri. Ia membuat beberapa jenis sayur yang di cincang dan di tumis dengan minyak jagung.


Sesekali Morgan memandang keluar kaca jendela di dapur. Nampak pohon di halaman bergoyang karena badai.


Selesai dengan masakannya Morgan bergegas makan malam seorang diri. ayahnya belum pulang dari kantor.


Selesai makan malam Morgan kembali ke kamarnya. Ia memainkan gitarnya sembari mendendangkan sebuah lagi romantis.


Senyum timbul di wajah tampannya. Ia teringat Sara yang tadi pagi membonceng dirinya sambil terus mengomel.


Gadis itu benar-benar cerewet sekali.....


Morgan melanjutkan memetik gitarnya, sampai mendengar suara pintu utama terbuka. Ayahnya pasti pulang dan Morgan juga mendengar suara perempuan.


Wajahnya terlihat marah dan kurang suka jika ayahnya pulang ke rumah bersama sekretaris pribadinya yang seorang wanita.


Menurut Morgan wanita itu menyebalkan karena terlalu genit dengan sang ayah.


🌵🌵🌵


Paginya Morgan segera bersiap untuk berangkat ke sekolah. Ia mengeluarkan mobilnya dari garasi rumah. karena musim penghujan jadi Morgan menyimpan dulu motornya dan menggantinya dengan mobil sport miliknya.


Di jalan Morgan sengaja mendahului mobil rombongan Edgar. yang itu membuat mereka kesal.

__ADS_1


Setibanya di sekolah Morgan segera memarkir mobilnya di dekat mobil milik siswa lain.


Semua mata yang melihat terkejut dan terkagum pada Morgan Xavier lagi itu. ia benar-benar terlihat tampan dan macho dengan mobilnya. selama ini ia tidak di gubris karena sekolah dengan motor dan jaket butut dan helm jadulnya.


Tamara melihat Morgan dari kejauhan, ia mencoba memancing Morgan untuk menyapanya.


Tapi sayang sekali Morgan melaluinya tanpa menyapa Tamara.


Di kejauhan Sara sedang berjalan menuju kelasnya.


"Sara!..."


Sara menghentikan langkahnya dan terkejut begitu tahu siapa yang memanggilnya.


"Kau memanggil ku?" tanya Sara heran sambil celingukan barangkali ia salah dengar.


"Oh ada apa?" tanya Sara cuek, ia sibuk dengan ponselnya.


"Bisa bicara sebentar?"


"Mau bicara apa?" Sara masih belum mengalihkan perhatiannya dari ponselnya.


"Bisa lihat saya sebentar?" kata Morgan sembari tersenyum.


Sara terpaksa mendongak untuk memandang wajah Morgan.

__ADS_1


"Hmmm, ada apa? cepat bicara saya sibuk" kata Sara.


"Nanti sore mau aku antar pulang?"


Wajah sara terkejut dan Tamara juga Sabrina yang menguping pembicaraan dua orang itu juga tak kalah terkejut.


"Terimakasih tapi...kenapa ya?"


"Ya kan mobil mu masih belum beres bukan?"


"Tahu dari mana mobil ku belum beres?" Sara menautkan kedua alisnya memandang curiga pada Morgan.


"Saya lihat tadi kau diantar papa mu"


"Terimakasih tawarannya tapi ini sedang hujan dan bisa jadi nanti sore akan ada badai lagi, jadi lebih baik kita pulang sendiri-sendiri ya.."


"Tunggu.." Morgan meraih sebelah tangan Sara yang membuat Sara kembali terperanjat.


Ia mengibaskan tangannya, dan memandang tajam ke arah Morgan.


"Oh maaf, tapi saya bawa mobil jika kau bersedia pulang bersama aku akan mengantar"


"Tidak perlu!" Sara langsung masuk kedalam kelasnya dan tidak lagi menggubris Morgan.


Morgan melempar senyum dan menggaruk rambut ikalnya. ia tidak menyangka dengan kegilaannya.

__ADS_1


Bernyali sekali kau Morgan Xavier kenapa bisa kau mengajak gadis manja itu pulang bersama? memangnya siapa kau?! batin Morgan sambil berjalan menuju kelasnya.


__ADS_2