Jodoh Dari Remaja 2

Jodoh Dari Remaja 2
Part 25


__ADS_3

"Saya tahu kau anak yang baik dan sopan Morgan, tapi bisa kah kau tidak mendekati Sara lagi?" kata Tuan Kai siang itu yang sengaja meluangkan waktu bertemu Morgan setelah jam sekolah.


Morgan yang duduk di hadapan tuan Kai terdiam. keduanya berada di coffeshop yang jauh dari sekolah sehingga Sara tidak akan tahu pertemuan daddynya dengan Morgan.


"Aku dengar kau akan ke London?"


"Darimana tuan tahu?"


"Morgan untuk tahu banyak hal aku tidak perlu bersusah payah. apapun informasi yang aku inginkan pasti akan sampai di telinga ku"


Morgan sadar jika Kai Admaja bukanlah orang sembarangan. ia jelas memiliki anak buah yang hebat di belakangnya. jika hanya mencari tahu soal Morgan dan ayah nya itu sesuatu yang mudah saja.


"Itu keinginan yang bagus Morgan, saya berharap kau sukses di London"


"Terimakasih tuan"


"Oh ya jangan hubungi Sara lagi setelah kau sampai di London. aku memberimu kesempatan berpamitan dengan Sara tapi setelah itu kau harus hilang bak di telan bumi!".


Hati Morgan terasa perih mendengar ucapan tuan Kai. berat sekali rasanya meninggalkan Sara.


"Tapi kenapa saya tidak boleh menghubungi Sara lagi tuan?"


"Karena aku tidak suka dengan latar belakang keluarga mu Morgan. aku akan memilih calon menantu yang jelas asal usul keluarganya bukan seperti dirimu! kau mengerti?!"

__ADS_1


Morgan terdiam menahan pilu di hatinya.


"Baiklah aku pergi dulu, kau punya satu kali kesempatan untuk bertemu Sara"


Tuan Kai melangkah pergi menuju mobilnya yang terparkir di halaman coffeshop.


Dengan langkah tidak bersemangat Morgan menuju motornya. di perjalanan pulang hanya wajah Sara yang selalu melintasi benaknya.


Ternyata jatuh cinta itu rumit, kenapa aku jatuh cinta pada gadis itu?


🌵🌵🌵


"Kenapa harus Jepang Sara? itu jauh sekali?" nyonya Nara terlihat kurang setuju dengan permintaan Sara yang akan melanjutkan pendidikannya ke Jepang.


"Biarkan Sara mandiri Mom ia berhak atas masa depannya" kata tuan Kai.


Tuan Kai setuju saja Sara mau melanjutkan pendidikannya kemanapun asal bukan ke London.


"Dad apa boleh Sara ke Jepang?"


"Tentu saja sayang Daddy mengijinkan"


"Tapi dad kita kesepian jika Sara pergi " nyonya Nara menahan tangisnya.

__ADS_1


"Tidak masalah sayang kita bisa pindah ke tempat yang ramai. kau bisa mencari teman sosialita untuk berkumpul agar tidak sepi"


Malam itu Sara di kamarnya sedang memandangi fotonya bersama Morgan. senyumnya terlihat cerah saat bersama Morgan.


Air mata Sara mengalir membasahi pipi nya yang halus. sakit rasanya berpisah dari Morgan si pemuda jutek yang membuatnya jatuh hati.


Sara tahu jika ia dan Morgan tidak berpisah pun Daddy akan tetap menghalangi kebersamaan nya dengan Morgan. secara berita di tv selalu mengulas tentang kasus yang menimpa tuan Xavier yaitu ayah Morgan.


Gan sedang apa kau sekarang apakah sudah tidur? apa kau juga memikirkan ku?


Di sebrang sana di kamarnya Morgan juga sedang memikirkan Sara. sejak tadi ia tidak konsentrasi belajar untuk ujian besok.


Wajah cantik Sara membayang di mata Morgan.


Gadis manja kenapa kita bertemu? seharusnya disaat pertama kali kita bertemu tidak ada lagi keributan yang membuat kita semakin dekat satu sama lain.


Dekat dengan seorang gadis apa lagi gadis yang sangat istimewa seperti Sara Admaja adalah pengalaman pertama Morgan. sebelumnya ia tidak memiliki teman apalagi kekasih. hidupnya sepi di kelilingi buku-buku yang sering ia baca.


Hidupnya jauh dari keramaian, dari pergaulan. keluarganya berantakan. hatinya membeku setelah perpisahan orang tuanya. sampai tiba ia bertemu si gadis manja yang membuatnya terpikat. Morgan jatuh cinta pada Sara, tapi ia menyadari siapa dirinya. ia memang tidak pantas bersanding dengan Sara Admaja menjadi bagian dari keluarga Admaja yang namanya banyak di kenal orang sebagai pengusaha sukses dan citranya yang selalu baik.


Morgan hanya anak seorang pejabat negara yang di tuduh korup menggunakan uang negara. siapa yang mau berhubungan dekat dengan ayahnya. seorang Kai Admaja tidak akan mau menjalin relasi dengan koruptor.


Morgan berbaring menengadah ke langit-langit kamarnya. ia memejamkan matanya mengingat kebersamaannya dengan Sara selama ini.

__ADS_1


__ADS_2