Jodoh Dari Remaja 2

Jodoh Dari Remaja 2
Part 32


__ADS_3

Sara berdiri di koridor perpustakaan pusat. Ia tepat berada di samping mesin pembuat kopi.


Pandangannya teralihkan pada hamparan putih yang masih menyelimuti kota Tokyo. Dari balik jendela kaca lantai dua perpustakaan terlihat butiran salju yang melayang-layang semakin lebat.


Sara menyesap kopi nya yang masih hangat. Ia berjalan menuju rak buku setelah meletakkan minumannya di atas meja dan memastikannya tidak akan tumpah.


"Hai, ini buku yang kau cari" Seorang gadis bermata bulat terlihat menyerahkan sebuah buku tebal pada Sara. gadis itu terlihat sangat ramah. wajahnya perpaduan oriental dan lokal.


"Terimakasih, oh ya bolehkan aku tahu nama mu?" tanya Sara pada gadis penjaga perpustakaan itu.


"Aihara Miura, salam kenal" jawab gadis itu. yang membuat Sara terkejut adalah Aihara Miura ternyata bisa berbahasa 'ibu' seperti bahas Sara.


"Wow dari mana asal mu?" tanya Sara antusias.


"Aku tinggal di Tokyo, orang tua ku tinggal disini sejak menikah"


"Tapi kenapa kau bisa berbahasa seperti ku?" kening Sara berkerut samar.


"Ibuku berasal dari negara yang sama seperti dirimu" jawab Aihara.


"Oh begitu .."


"Aku kembali ke pekerjaan ku ya, jika kau perlu buku lain jangan sungkan meminta bantuan ku"


"Baiklah terimakasih Aihara..."

__ADS_1


"Panggil saja Miu"


"Baiklah Miu ..."


Sara menghampiri meja dekat rak dan bergegas membolak balik buku tebal di tangannya.


Ponsel Sara berbunyi dari dalam tasnya. ia bergegas meraihnya. nama Daddy tertera di layar ponselnya.


"Hai Dadd!" Sara antusias dan pergi menyingkir dari tempat baca. ia menuju koridor di lantai dua yang lebih sepi.


"Hai Sara sayang, sedang apa anak Daddy?" suara Daddy Kai di telepon mengobati rasa rindu Sara.


"Sedang di perpustakaan dadd"


"Benar dadd?! Sara senang sekali dad" wajah Sara sumringah mengetahui Daddy dan mommy akan mengunjunginya di Jepang.


"Oke sayang, Sara minta di bawakan apa dari sini?"


"Ah tidak perlu dadd, yang penting bisa bertemu Daddy dan mommy secepatnya"


"Iya Sara, see you..."


"See you Daddy"


Sara memasukan ponselnya kedalam saku mantel coklat yang ia kenakan lalu kembali ke ruang baca.

__ADS_1


Hati Sara sedang membuncah bahagia karena sebentar lagi ia akan bertemu orang tua yang begitu ia rindukan.


❄️❄️❄️


Di ruang makan keluarga Yamamoto terlihat kebersamaan antara ayah, ibu dan anak mereka Sato.


Di sela obrolan tiba-tiba tuan Yamamoto meminta istrinya untuk mengundang seseorang di pesta akhir tahun nanti.


Suasana langsung berubah. wajah nyonya Yamamoto terlihat sedih tidak seceria tadi. sedangkan Sato menghentikan makan dan meletakkan sumpitnya di atas mangkuk hitam di hadapannya.


"Sato tidak ada salahnya jika kita mengundangnya untuk datang di pesta akhir tahun nanti bukan?" tanya tuan Yamamoto yang terlihat bijaksana.


Nyonya Yamamoto hanya menunduk terdiam.


"Kenapa dia harus hadir?" Kata Sato kesal.


"Bagaimana pun ia juga saudara mu Sato, perlakukan ia dengan baik. selama ini ia sudah banyak mengalah pada mu"


Sato melirik ibunya yang duduk diam di samping ayahnya.


"Terserah ibu saja" Sato berdiri dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan meja makan.


"Sayang aku rasa jika Sato keberatan kita tidak perlu mengundangnya datang"


"Jangan begitu, aku tahu kau begitu rindu padanya. ia juga anakku sama seperti Sato. undang dia di pesta akhir tahun aku ingin bertemu dengannya" kata tuan Yamamoto sembari memegang lembut tangan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2