JODOH RAHASIA ALLAH

JODOH RAHASIA ALLAH
53/54


__ADS_3

※※※※※※※※♡♡♡♡※※※※※※※


Hari ini lebih tepatnya sore hari yg cerah adalah hari dimana pasukan perdamaian indonesia untuk PBB, bertolak ke Sudan.


Dhuha mempersiapkan seluruh anggotanya, ada rasa bangga dan juga sedih karena akan meninggalkan orang2 yg ia Sayang.


Dhuha melihat dari kejauhan para keluarga prajurit medekat, termasuk rasy, rayhan, Danish, dan riza yg sudah rapi. Sebuah senyum hangat menyambut orang2 tersayangnya. Rasy dengan baju PSK PIAnya dengan Riza digendonganya, jalan beriiringan dengan kedua Putranya. Penampilan 3 anak2 itu lagi2 mengundang decap kagum, penampilan yg fashionable dan wajah yg terlahir rupawan.


Rayhan yg melihat kearah Danish dengan anehnya, yg dilihatin malah bodo amat. Gimana gak aneh, orang2 sibuk mencari dimana papanya Danish malah sibuk memperbaiki penampilannya dan tebar senyum manis kemana-mana. Para pakde yg berada dibelakang juga geli dan geleng2 melihat Danish, sebenarnya gak heran dengan Danish yg suka tebar pesona.


" heh... Danish, ngapain sih...aneh" rayhan


" hah... gak ngapa2in kok bang, aku lagi sedekah ama ibadah aja kok" Danish


" hah.... jangan aneh, dari tadi gak ngapa2in juga" rayhan


" kata ibu guru senyum itu sedekah, ya.... udah, sebelum sedekah harus ganteng dulu, biar ibadahnya sempurna " Danish


" benar2 gak penting" rayhan


Semuanya tertawa termasuk Dhuha dan 10 jompo yg udah gabung, melihat tuan muda cuek dan si tuan muda super PD bin nyeleneh itu. Dhuha memeluk dan mencium istri tercintanya, serta ketiga buah hatinya yg pasti ia rindukan.


" jaga anak2 ya... ma, kalau ada apa hubungi mama atau bunda, mas cinta sama adek dari dulu sampai selamanya" Dhuha


" iya...mas, adek.... hiks...hiks... insyaallah baik2 aja, inget kami selalu doakan dan nunggu mas pulang sehat walafiat" rasy


" abang rayhan jaga adik2mu ya... belajar yg pinter, sholatnya jangan lupa, gak boleh berantem" Dhuha


" iya... Papa abang janji" rayhan


Dhuha menatap anaknya yg 1 ini benar2 unik dan buat puyeng, dia berharap istrinya tidak dipanggil kepala sekolah selama ia pergi. Danish buat masalah, sebenarnya bukan salah danis juga sih.... tapi karena para cewek2 yg 1 kelas dengannya rebutan Danish yg memang tampan. Dhuha tidak habis pikir anak SD kelas 2 udah tau cinta2an, tapi dasar Danish anaknya polos dia biasa aja.


" abang Danish yg bener sekolahnya, jangan malakin temennya, rayu2 cewek dosa, jangan berantem, selebihnya udah bagus dan........ ahhh itu aja, nanti papa pesennya banyak protes lagi" Dhuha


" siapppp dimengerti papa komandan" Danish


Dhuha mulai berjalan kearah pesawat meninggalkan semua urusan pribadinya, dan sekarang tugas negaralah yg ia utamakan.


Dhuha melambaikan tanganya ketika berada tepat didepan pintu pesawat, dan disambut heboh oleh anak2nya. Lebih tepatnya Danish, Sementara riza ngikut abangnya yg heboh. Rayhan malah melambai kalem kearah papanya, Dhuha yg melihat itu cuma terkikik geli.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Sudah 1 bulan Dhuha pergi dan tidak ada kabar beritanya, membuat Rasy cemas. Tapi rasy mendengar info bahwa pasukan telah tiba dengan selamat. Biasanya jika Dhuha pergi setidaknya dia menghubunginya, walau sebentar.


" ma... papa udah sampek, jangan cemas kalau papa gak ada kabar ok, papa Sayang kalian"


Kata2 itu selalu ia ucapkan pada rasy tapi ini tidak ada sama sekali. riza bocah yg usianya 2 tahun tepat 1 hari, sebelum Dhuha berangkat itu,  juga sejak kepergian papanya jadi rewel. Sudah 1 minggu riza sakit dan badannya panas tinggi. Rasy hanya tinggal bersama anak2, dia tidak mau merepotkan orang tua dan mertuanya.

__ADS_1


" cup...cup... mananya yg sakit nak, sini mama pijit ya..." rasy


" ala mama.... atit ( kepala mama...sakit), hiks...hiks papa.....papa...." riza


" ohhh iya.... Sayang anak mama" rasy


Rasy menggendong riza yg panasnya gak turun2, kedua putranya dengan sigap membantu tanpa disuru. Rayhan bocah 8 tahun itu, mengambil air hangat untuk mengompres adiknya. Sementara Danish bocah 6 tahun itu, membaca shalawat sambil mengelus kepala adiknya, yg sudah dibaringkan karena ibunya sholat ashar. Rasy yg keluar dari kamar merasa terharu melihat anak2nya yg saling menyayangi, rasy hanya mampu menangis dalam diam. Rasy sengaja bersembunyi dan merekam mereka. rasy akan menunjukkan pada Dhuha bahwa suaminya itu berhasil selama ini mendidik mereka, menjadi anak yg bertanggung jawab dan penuh kasih sayang.


" baban ( abang) anis... atit ala dedek" riza


" iya.... abang rayhan masi ambil kompres bentar ya... dek, ini abang pijit kepalanya enakkan" Danish


" enak... baban, aci ( makasi) ya.... baban anis" riza


"  sini dek abang kompres dulu ya..." rayhan meletakkan  handuk basah


riza mengangguk dan menangis, melihat  abang rayhannya yg mengurusnya dengan sangat lembut. Riza langsung memeluk rayhan, bocah itu terkejut dan langsung mengelus kepala adiknya.


" papa....papa" riza


"Adek rindu papa ya... makanya pelukin abang rayhan, sampek nangis2 gitu" Danish


" iya.... ini papa dedek" riza


" emang abang rayhan mirip papa ya...( menganguk), abang Danish juga mirip papa mukanya( menggeleng)" Danish


" papanya dedek" riza


" iya... papa kita" rayhan dan Danish


Mereka saling berpelukan rasy yg melihat itu hanya tersenyum, tiba2 terdengar panggilan masuk. Dia berlari kekamar dan mengangkatnya karena orang yg dirindukan telah menghubunginya.


        My Suami💕📲 Rasy


My suami💕: assallammualaikum ma....


Rasy: Waalaikumsalam mas... ya allah...hiks...hiks... gimana kabarnya mas


My suami💕: alhamdulillah sehat ma, gimana anak2 sehat, kangennya papa sama kalian, maaf jaringan terputus ma, baru bisa nyambung barusan


Rasy: iya... pa gak apa2 kok, 2 jagoan sehat, tapi peri kecilnya papa sakit, rindu katanya


My suami💕: hah.... mana2 coba papa mau liat mereka ma


Rasy keluar dan mengarahkan HPnya pada anaknya yg sedang berpelukan. Dhuha tersenyum sendu melihat 3 buah hatinya itu, anak2 langsung loncat2 melihat Wajah papanya. Ketiga anaknya berceloteh menceritakan kegiatanya selama 1 bulan ini.


Riza juga sama dengan bahasanya yg masih cadel, riza berbicara tentang

__ADS_1


-kenapa papa pergi gak ngajak2 adek


-papa gak Sayang adek


- papa punya anak baru


- adek ngambek


- adek rindu papa


Dan masih banyak lagi, Dhuha menjawabnya dengan senang hati. Tak jarang juga tertawa gimana enggak, semua karena Danish yg nyeleneh.


" papa kok berkumis, mana jenggotan lagi, ahhh kok item sihh pa, aduhhh jadi kurang keren kann"


Dhuha tertawa terpingkal- pingkal dibuat anaknya itu, kalau dekat mungkin udah diunyel- unyel dan digigit.


My suami💕: hey anak2 papa, ini papa mau kenalin sama kalian, ini namanya salman dia tinggal di Darfur, bentar ya.... papa ke tempat dia dulu


Rasy: ok papa( ketiga anaknya)


My suami💕:


- salman bilang hallo sama anak2 saya, ada rayhan, Danish dan riza. Sayang salman bisa bahasa indonesia lohh" Dhuha


- hallo salam kenal nama saya salman, Bapak kamu punya baik, dia baik, kasi makan nasi sama daging


Rasy: hallo salam kenal juga, aku rayhan dan ini adik aku Danish, yg lagi sakit itu adik aku juga riza. Rumah kamu jauh dari tempat kerja papa aku


My suami💕: - papa itu apa" salman


- papa itu\= ayah salman" Dhuha


- ohhh jauh... sangat jauhhh, eeee 1 hari baru sampai


Rasy: -papa bahasanya salman kayak om temy" Danish


- iya... ngomongnya udah asli kayak kita ya pa" rayhan


My suami💕: hahaha iya.... nak, begitulah kebesaran allah patut kita syukuri. Allah ciptakan manusia bermacam ragam, supaya kita saling memiliki satu sama lain dan menyayangi.


Rasy: iya papa


Semua cerita mengalir begitu saja, Dhuha yg masih menyelipkan petuah2nya dalam setiap obrolan. Rasa rindu yg memuncah sedikit terobati karena, lagi2 oleh kecanggihan teknologi. Riza dan rasy hanya sebagai pendengar dan sekali2 ikut dalam obrolan para laki2 itu.


Tkn. 21 September 2019


Jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘😘😘😘😘😘😘😘 

__ADS_1


__ADS_2