
※※※※※※※♡♡♡♡※※※※※※
Seperti yg sudah ditentukan hari ini Dhuha akan pergi ke rumah wakasad( wakil kepala staf) yaitu Rasya. Tepatnya di bataliyon mabes tni ad, Dhuha sudah rapi dengan kemeja biru dongker dan celana bahan hitam. Dhuha membawa buah2an, kue dan banyak lagi, Dhuha berangkat menggunakan mobil yg dikawal kedua temannya sampai gerbang, lalu mereka pergi. Secara aturan dhuha akan melapor pada petugas piket disana.
" selamat pagi, permisi saya mau kerumah bapak rasya" Dhuha
" oh Maaf sebelumnya ada janji, dan banyak sekali barangnya, ( Dhuha yg mau jawab tidak diberi kesempatan) ini harus di periksa" om bro
" silahkan diperiksa, toh itu sudah jadi kewajiban" Dhuha
Om bro menemukan banyak makanan, yg sudah jelas menurut kebiasaan dan aturannya Ini cowok berhubungan dengan rasy.
" kamu cari rasy, iya..." om bro
" iya... tapi saya ad- " Dhuha
" rasy gak ada, jadi sekarang kamu pus up 20 kali gangguin ketenangan aja, Turunin barangnya genk" om bro
" asiappppp" semua
" jangan itu, titipan orang entar saya ganti pak, habis saya dipecat bos saya" dusta Dhuha
Dhuha kesel bukan main kalok gak gara2 mau ketemu calon mertua udah habis, kelima sersan ini. Sementara om bro merasa heran dengan daya tahan tubuh laki2 ini. Gimana gak bingung, orang udah 30 kali tapi biasa aja tu orang.
" ok stop, muka lo gak usah ngeledek gitu, sok kegantengan banget tu muka, mana ktp" om bro
Dhuha mengambil ktp di dompetnya, dan memberikannya pada om bro.
" mau dijelek2kin juga, saya tetep aja ganteng jadi gak ngaruh buat saya. Ahh entah kenapa saya jadi pingin sombong aja hari ini" Dhuha
Om bro naik darah di buat Dhuha, cara ngomongnya yg santai dan datar minta di tendang nie orang. Tapi gerakannya terhenti membaca namanya "DHUHA"
" tunggu ini Dhuha yg diceritain rasy bukan ya...( dia melihat kearah Dhuha dan dihadiahi senyuman buat emosi aja) tapi tunggu, dia TNI AU" batin om bro
" ini kartu identitas keanggotaan saya" Dhuha
" siallll, siap salah ndan, silahkan melanjutkan perjalanan" om bro
" besok2 yg sopan sedikit ya... untung saya buru2 kalau enggak, habis kalian, gak perlu dijawab saya pergi dulu" Dhuha
Dhuha meninggalkan temat itu dan menuju kediaman Rasya. Didepan rumah sudah tersusun mobil2 dinas dan pribadi. Dhuha turun dari mobil, seorang cowok lagi nyuci motor dan terpaku melihat pemandangan di depannya. Bagaimana tidak aska tengah menggendong anak usia 2 tahun dan seorang wanita cantik tengah bercengkrama dengan mesranya. Aska yg merasa ada yg memperhatikan menghentikan gerakannya, dia melihat kearah Dhuha dan menghampirinya. Aska melihat Dhuha yg mengepalkan tangannya hanya tersenyum.
" udah lama, ayo masuk" aska tersenyum
" baru saja, sebentar masi banyak barang yg saya bawa" Dhuha ( dingin)
__ADS_1
" hahaha... dingin banget sih... om, jadi takut maura" aska
" ohhh Maaf maura, om cuma bingung aja" Dhuha
" kenalin om namaku, salim dong Sayang" aska
" namaku MAULA ASKA PLAMONO, papa princess malu" maura
Bagai disambar petir gadis kecil yg digendong aska, memanggilnya PAPA. Dhuha bingung dan mencoba mencerna stuasi ini.
"Loh... kok malu om Dhuha baik kok, iya kann om" aska ( tersenyum)
" iya... kok Sayang" Dhuha ( tersenyum)
" om Dhuha ganteng, i love you om, kata om syaka kalok jumpa olang ganteng halus bilang gitu. Makanya maula halus bilang gitu sama om syaka" maura
"" eh... ndut kapan om ajarin begitu ( maura langsung nangis dan berlari). Eleh... ngadu dasar endut" teriak syaka
" ADEK KAMU APAIN CUCU MAMA" teriak Kanaya
" gak ada ma... ini lagi bantuin abang" syaka
Dhuha benar2 bingung luar biasa cowok ini namanya syaka, Dia seperti diambang kebingungan yg haqiqi.
" ayo gak usah bingung, ayo masuk" aska
" bang Dhuha Haidan Ruzain, ( Dhuha mengangguk) aku ARSYAKA ILHAM PRAMONO umur 16 tahun. Cowok paling kece di keluarga ini" syaka
" Dhuha panggil, bang Dhuha aja syaka, abang kayak gak asing dengan nama kamu" Dhuha
" ooo pasti dari cewek lebay tinggat nasional itu, masuk yuk bang" syaka
" eh... iya" Dhuha
Sesampainya diruang tamu sudah ada formasi jendral yg lengkap. Dhuha dipersilahkan duduk dengan dihadiahi tatapan dingin dan membunuh. Lagi2 Dhuha harus dihadapkan dengan setuasi ini lagi, benar2 menyebalkan lagi2 1 jam ditatap begitu. Dhuha lebih baik latihan fisik dari pada begini.
" ehem.... ada urusan apa kamu datang kemari anak muda" dodit
Hampir saja mereka menyemburkan tawanya, bahasanya jendral dodit udah kayak drama.
" cak elah orang disuru kemari, gimana sihhh" batin Dhuha
" iya... mengganggu waktu santai saja" indra
" Maaf sebelumnya saya sudah mengganggu waktu istirahat, komandan sekalian ja-" Dhuha
__ADS_1
" jadi mau apa, gak usah bertele- tele kau bicara" dedi
" siap salah ndan, sa- " Dhuha
" ini sikap prajurit mau ngomong gak bisa, banci kau heh... bikin emosi" dika
" bukan begitu ndan, beri saya kesempatan bicara" Dhuha tegas
" oh... berani tegas kamu, gak tau kami siapa" satria
" cari mati" 7 jendral muda
Aska dan syaka cuma bisa melihat kasihan pada Dhuha yg dikerjain habis2an. Sementara Dhuha menahan rasa takut dan emosinya saat ini.
" baik saya beri kamu kesempatan bicara, apa tujuan kamu kemari" Rasya ( datar)
" tujuan saya kemari ingin bertemu dengan orang tua rasy, untuk meminta putrinya menjadi istri saya. Secara pribadi saya ingin mengutarakan niat baik saya, sebelum secara resmi orang tua saya yg meminang rasy secara resmi" Dhuha
" kalau saya tidak merestui kamu mau apa, bawa lari rasy gitu, gak sopan" Rasya
" tentang restu komandan itu hakk bapak, tentang tuduhan yg tidak mendasar itu komandan salah besar. Karena saya tidak seperti itu" Dhuha
" tujuan saya kemari ingin bertemu dengan orang tua rasy, untuk meminta putrinya menjadi istri saya. Secara pribadi saya ingin mengutarakan niat baik saya, sebelum secara resmi orang tua saya yg meminang rasy secara resmi" Dhuha
" kalau saya tidak merestui kamu mau apa, bawa lari rasy gitu, gak sopan" Rasya
" tentang restu komandan itu hakk bapak, tentang tuduhan yg tidak mendasar itu komandan salah besar. Karena saya tidak seperti itu" Dhuha
" ohhh berani kamu menatar kami" fitra
" maaf sebelumnya saya datang kemari dengan menanggalkan semua atribut kedinasan yg saya sandang. Saya kemari sebagai Dhuha laki2 yg mencintai anak bapak Rasya ilham pramono yaitu rasy. Dengan niat baik yg saya jalankan saat ini Mudah2an bapak Rasya mau, menerima saya sebagai menantu bapak dan menjadi bagian dari keluarga ini. Saya tidak bisa menjanjikan apa2 untuk membahagiakan putri bapak, tapi saya akan berusaha semampu saya" Dhuha
Jangan tanya kok Dhuha tau, author jawab karena ada foto keluarga yg segede gaban 😅😅.Semua mata tertuju pada Rasya yg berwajah datar dan tatapan dinginya. Para ibu2 yg didapur udah ketar ketir, Kanaya sudah gatal ingin mencubit suaminya yg jahil itu.
" jadi kapan orang tuamu akan datang kemari" Rasya
" insyaallah minggu depan, itu pun kalau" Dhuha
" kalau apa, mau saya berubah pikiran" Rasya
" makasi pak, saya akan datang minggu depan" Dhuha ( tersenyum)
Oho.... kira2 Rasya ngasi tantangan apa ya... buat calon mantunya itu. Next part
" mmm jangan senang dulu kamu, papa masi ada tantangan buat kamu dan itu harus sekarang kamu kerjakan " Rasya
__ADS_1
Tkn. 12 mei 2019
Jangan lupa Vottt dan komen ya....makasi 😘😘😘😘😘😘