
※※※※※※※※※♡♡♡♡※※※※※※※※
Setelah aksi haru biru dan misuh2 gak terima atas kepindahan ayah dan bunda. para jompo yg diantar Dhuha dan rasy di bandara, berangkat kenatuna pagi hari . Mereka Akhirnya pergi juga tapi dengan kata2 orasi yg buat Dhuha, ingin menjitak 10 anak asuhnya itu. Gimana gak begitu, mereka orasi kayak minta harga BBM turun.
" bunda kita akan nyusul pindah jugak ke jakarta, gimanapun caranya harus bisa. Itu janji seorang prajurit, ayah dan bunda harus jemput kita 7 bulan lagi. Itu keharusan dan pemaksaan ya... ayah (penuh makna) Assalammualaikum" jompo
Rasy dan Dhuha cuma pasrah yg penting tu anak2 berangkat, menjalankan kewajibannya dengan baik. Setelah para jompo berangkat rasy dan Dhuha, setelah ashar langsung terbang ke Jakarta. Di pesawat anak2 sangat baik gak rewel, mereka langsung tidur.
" ma.... liburannya udah selesai ni, jadi udah siapkan buat bantuin papa dikantorkan" Dhuha
" insyaallah siap pa, doain mama bisa bagi waktu dengan baik ya..." rasy
" insyaallah, mama juga doain papa biar karirnya mentereng terus di militer" Dhuha
" siappp, pa tar ngajar lagi gak" rasy
" liat aja nanti, tapi ma... ngantornya kalok si adek udah agak gedean dikit, kasian tar mama tinggal mulu" Dhuha
" ya ampun pa, kan gak tiap hari ngantor, lagian ada banyak kariyawan, berkas2 juga bisa diantar kerumah" rasy
" ya ampun pa, kan gak tiap hari ngantor, lagian ada banyak kariyawan, berkas2 juga bisa diantar kerumah" rasy
" iya.... beres kiiiii hehehe, nie... mereka semua pada gak tau kita pulangkan" rasy
" terserah mama aja dehhh, yg penting anak2 dan Bapaknya gak terlantar" Dhuha
" iya.... kita buat kejutan, pamer mereka hari ini lagi ngumpul" Dhuha
" hehehe.... camere.... ruleeee exsoinnnn" rasy
hah... dia ngomong apa sihh" Dhuha
" ihhhh dia belom paham juga rupanya hahaha" rasy
Kurang lebih 3 jam yg 2 stengah jam lebih awal mereka tiba di jakarta. Karena pesawat transit di surabaya dan delay 30 menit, dampaknya 2 jagoan mereka uring2an. mau tidak mau Dhuha menghubungi 3 sahabatnya, untuk menjemput.
Disepanjang jalan keluarga kecil ini, menjadi pusat perhatian karena fashionable. Jangan protes dengan rambut Danish, karena tu anak gak mau potong rambut. Pria kecil yg keras kepala itu cuma mau dipotong rambutnya, pas ulang tahunnya nanti. Ngayal ya.... gessss hehehe...Papa Dhuha yg kece badai, walau dorong troli yg penuh koper, mama rasy gendong dek riza dengan gaya casualnya,
Abang Rayhan yg jalan dengan tas dipunggung, cool abis. nahh Abang Danish yg cuek tapi tebar pesona, gak mau diem ada aja tingkahnya buat gemes.
3 pria berdiri cengo melihat 5 orang yg berbaris dengan kerennya. Mereka menghampiri
__ADS_1
" ahhhh selamat datang broo, ahhh Akhirnya setelah 6 kali purnama keluar juga, rindu..." yoga
" ahhh 6 tahun bertapa, Akhirnya anda sadar juga, kangen gue broo, Maaf kita gak pernah jenguk lo" Zain
" adek ipar gue.... makin gateng aja, pergi bertiga pulang berlima, sedap produktif banget babang duh....ha...duhhaaa" prabu
" your lambe conditions, ok" Dhuha ( datar)
" nie... orang konsisten banget" Prabu
" aduhhh nie orang gak berubah juga" Zain
" kanebo kering yg selalu setia mempertahankan keasliannya" yoga
" dia kira iklan kecap cap burung beo, ohhhh adek gue" Prabu
Rasy menghampiri prabu bersalaman, si pakde sableng heboh liat riza yg begitu imut, cantik dan gemesin.Mohon maaf gesss ngayal lagi ya... bayangin aja adek riza gak cuma pake kaos tapi pakai jaket rajut tipis warna pink, celana panjang warna biru dongker dan kaus kaki putih karakter.
" ok.... jagoan papa salim dulu sama pakde2 ini" Dhuha
Kedua putranya langsung bersalaman pada pakde2 itu, Dhuha tersenyum bangga pada anaknya yg bersikap sopan. Mereka melanjutkan perjalanan ke rumah orang tua rasy, sepanjang jalan 2 bocah itu tidak mau diam. Selalu bertanya ini itu, salah satunya patung pancora.
" papa itu patung ya.... namanya apa" rayhan
" abang rayhan tau siapa presiden pertama kita" rasy
" bapak ir. Sukarno dan wakil presidennya mohammad hatta" rayhan
" meleka beldua itu yg baca sulat.... sulat.... ehhh plo" Danish
" bukan surat Danish, tapi teks proklamasi kemerdekaan" rayhan
" hah... itu maksutnya, di baca hali jumat 17 agustus 1945, wahhh belalti udah lama ya... pa patungnya
( Dhuha mengangguk dan para pakde merasa takjub) kasian ya...pa" Danish
" kok kasian bang" Dhuha
" iya.... kasian sendilian diatas sana gak punya temen, mana tinggi banget lagi, Danish gak mau jadi patung pa... Danish jadi tentala aja" Danish
Para pakde tertawa mendengarkan ucapan polos Danish, yg begitu cerdas diusianya yg masih balita. Tak hanya Danish, mereka juga kagum pada rayhan yg cerdas tapi tidak sombong. Kepintaran rayhan akan ditunjukkan jika dipancing. Rayhan hanya bisa menepok jidatnya gemas, Sementara rasy dan Dhuha cuma nahan tawa, agar Danish tidak bete.
__ADS_1
" aduhhh Danish, patung itu benda mati jadi.... gak apa2 mau ditaruh dimana aja. Benda mati itu gak bergerak, bernafas, makan, pipis, pup pahammm" rayhan
" enggak ....( rayhan udah mau marah) hehehe.... paham abang layhan yg gantengnya itu dibawah Danish hehehe" Danish
" terserah" rayhan datar
" emmm kulcas mulai" Danish
" wohooo gila elo banget bro" Para pakde
Tak terasa mereka telah sampai di kediaman jendral. Rasya Ilham Pramono. Prabu masuk kerumah memberi tau bahwa ada tamu, Sementara yg lain membawa barang2 kedalam. Mereka heran kenapa semua disuru keluar, pintu mobil terbuka yg pertama keluar rayhan dan yg terakhir rasy.
" ya.... allah kalian" semua orang
Mereka masuk kedalam saling melepas rindu satu sama lain, kehadiran 3 anak rasy menambah kebahagian. Pagi harinya suasana rumah jadi ramai, Sementara 5 pria sedang jogging. Ya.... Rasya, Dhuha, syaka, rayhan dan Danish. Rasy jangan ditanya sibuk di sumur dan dapur sejak pagi buta. Kanaya merasa bangga melihat rasy sudah menjadi ibu dan istri sejati.
" mbak... kalian gak usah tinggal di asramalahh....disini aja ya..." Kanaya
" ya... ampun ibu kasad, lupa anakmu ini juga istri tentara, abis ini mas Dhuha pendidikan dulu 3 bulan, kalok tentang tempat tinggal rasy ikut apa kata suami mama" rasy
" iya...ya mama gak boleh ego, terserah gimana baiknya"Kanaya
Sementara ditaman komplek asrama MABES TNI AD, tengah terjadi pembicaraan yg sama. Sementara syaka menjauh dan mengajari ponakannya olah raga ala TNI, tapi yg ringan2 saja.
" jadi kalian mau langsung keasrama, papa maunya kalian disini dululah" Rasya
" awalnya maunya gitu, tapi Dhuha fikir kayaknya lebih aman mereka tinggal sama papa dulu. Jadi 2 jagoan itu sekolah dari sini dulu, selama Dhuha pendidika 3 bulan kedepan" Dhuha
" nahhh itu baru mantu papa, kamu tenang tar papa yg anter mereka" Rasya
" makasi pa, jadi ngerepotin" Dhuha
" gak ada yg direpotkan Dhuha, pak huzairin udah tau" Rasya
" udah pa, mereka belum bisa pulang soalnya mau ke London lagi" Dhuha
Mereka pulang dengan lagi2 menjadi pusat perhatian, quality time yg jarang terjadi benar2 dimanfaatkan. Semua berkumpul di ruang keluarga, Dhuha membuka pembicaraan. Dhuha memberitahu rasy bahwa posisinya belum jelas, sebelum selesai menjalankan pendididikan perwira menengahnya. Dhuha juga mnitipkan rasy dan anak2 pada mertuanya, yaitu orang tua rasy selama 3 bulan.
Keputusan Dhuha disambut baik oleh Kanaya, walau hanya 3 bulan setidaknya mengobati waktu kebersamaan yg hilang selama ini. Gimana kisahnya next part
Tkn. 1 September 2019
__ADS_1
Jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘😘😘😘😘😘😘