JODOH RAHASIA ALLAH

JODOH RAHASIA ALLAH
18


__ADS_3

~~♡♡♡♡


Hari ini seperti biasa Rasya menjalankan aktifitasnya, rasya yg tampan dengan balutan baju PDH pres bodynya, menambah kadar ketampananya. banyak taruna yg menyapanya namun hanya dianggukkan dengan wajah datarnya. Lembah tidar yg terkesan serem bertambah horor karena kehadiran Rasya.


"Aduh.. tidak di sapa teh.. susah, disapa teh cuma nganguk aja kumaha atu" raka


"Iya... bener tu vampir kece eh... lay coba ko tengok dulu, kedukun beranak kalok kata opung aku kesambat setan lembah tidar, barang itu" boris


"Lah.... iki meneh ( ini lagi), ngomong asal ngablak wae ( buka aja), di denger coach baru tau rasa loh, aku yo emmoh melok2( ya.. gak mau ikut2)" puri


"Eh... puri beta kasi tau e, kamu juga disini e, su pasti kena getahnya ck..ck" frans


"Eh... lo pada ribut, mending kayak biasa, hah... gua beri keistimewaan kali ini beda" rama


"Apa" mereka


"Gini ye... karena gua adalah danton taruna AKMIL tingkat 4 group A, yg artinya komandan kalian yg paling ganteng, jadi karena babe gue transfer doku, kalian.... gue traktir waktu pesiar. Tapi kalok gue menang selama 1 minggu beresin kamar gue gimana? Muhehe ...gua jamin tu orang bakal senyum, kali ini filing gua kuat, vampir juga manusia "rama


"Setuju" semua


Ternyata tidak hanya mereka yg taruhan, semua dari taruna tingkat 1 sampai 4 dengan grup yg berbeda. Benar2 kurang belayan, mintak dibelai ama mayor Rasya yg tingkat kadar kegantenganya diambang batas. Rasya bukannya tidak tau tentang dirinya yg menjadi bahan taruham para tarunanya, namun dia lebih memilih diam. Rasya menganggap angin lalu, biarlah dirinya sebagai hiburan tersendiri bagi tarunanya, yg kurang hiburan.


Rasya masuk kekelas tingkat 4 dengan isinya group A-C dari taruna dan taruni, tapi rasya tetap bersahaja dengan versinya yg sekarang, dia menyuruh seluruh siswanya memanggil dirinya coach( benergak tu tulisanya). Ruangan yg hening bertambah tegang dengan kehadiran Rasya. Disaat Rasya tengah mengajar suara ketukan pintu yg tidak bisa dikatakan pelan, Membuat Rasya meradang dengan menghela nafasnya kasar dan menunjuk salah satu dari siswanya.


"Coba kau buka dulu, pintu itu" Rasya


"Siapp coach" siswa


Rasya masih sibuk menulis di papan tulis tanpa menghiraukan siapa yg datang. Semua taruna/ni tercengan melihat gerombolan 7 cowok kece yg nyelonong dengan pakaian yg bebas. Tidak ada yg berani melarang bahkan mengeluarkan suara mereka. Ya... cowok2 itu siapa lagi genk tentara, gini baju yg mereka pakai ala2 boyband korea.



Mereka bertujuh memperhatikan sahabatnya itu dengan wajah sendu. Bahkan jafran, nino dan hendra hampir tak kuasa menahan air mata jahanam yg mengalir. Sikap 7 orang itu mengundang tanya bagi para taruna.


"Saya selesai menulis, kalian juga haru selesai menulis paham" rasya( dingin)

__ADS_1


"Siappp paham Koch" semua


Tiba2 HP rasya berbunyi, dia tidak pernah mengangkatnya, kecuali satri dan ortunya yg menghubungi. Rasya mengangkat HPnya tanpa menghentikan kegiatannya, hebatnya tanpa buku sebagai panduan.


"Assalammualaikum, siap bang ijin petunjuk" rasya( dingin)


"Waalaikumsalam, dimana kau suh" satria


"Siap ijin bang, dimana lagi, lembah tidar kemurkaan" Rasya


"Hey... suh, berapa coolkas yg kau makan, dingin kau suh hahaha" satria


"Huff... benar2 tidak lucu, jadi kenapa menel-" rasya


Belum habis Rasya ngomong, ia terhenti karena dia berbalik dan mematung dengan jari telunjuknya yg menunjuk kearah sahabatnya yg laknat itu. Sudah 2 tahun mereka tidak bertemu langsung, paling hanya videocol saja. Mata Rasya melotot karena terkejut, beda dengan 7 orang itu yg berlari menghampiri rasya dan memeluknya. Dengan wajah datarnya Rasya menitikan air mata. Fitra yg melihat itu langsung memeluk dan menghapusnya secara diam2. Fitra tidak ingin melihat Rasya menangis didepan siswanya, sebenarnya ini yg ditakutkan Rasya makanya dia menghindar untuk tidak bertemu langsung.


"Tunggu.... apa yg kalian pakai" rasya( sedikit menghangat)


"Ah... kami bosan bang... pakai seragam mulu" jafran


Rasya tersenyum dengan ucapan javin yg absurd itu, Sementara siswanya terpesona dan girang yg menang taruhan


"Lebay, emang gak ada sopan2nya ama atasan" Rasya


"Est... salah besar anda mayor you speak begitu, ayo... nino you speak yg real ok, you paham maksud gue" javin( menaik turunkan alisnya)


"Benar2 unfaedah" Rasya


"Ok baik abang, saya akan jelaskan, saya, jafran dan hendra udah naik jadi kapten. Sementara bang javin dan bang putra udah mayor. Nah... untuk bang satria kolonel dan bang fitra letkol begitu" nino


Para taruna merasa kagum dengan interaksi para prajirit itu, walaupun mereka semua perwira menengah dan tinggi namun bersikap biasa saja. Tapi semua dihancurkan oleh seseorang, yg tidak lain si vampir cakep yg selalu pinter nyiksa orang lain.


"Oh... apa karena naik pangkat kalian melanggar tradisi dan sopan santun terhadap atasan begitu" Rasya( datar dan dingin)


"Eh... le sumpah ya.... lo ahhh kayak bukan Rasya, woy... sadar kesambet lo" javin

__ADS_1


Rasya tidak menggubris teriakan dan omelan javin, begitu juga dengan yg lain tercengang melihat sifat rasya, ternyata Kanaya benar2 berpengaruh bagi kehidupan laki2 itu. dia malah menghadap satria dan fitra


"Hormat, ijin menyapa ndan saya Mayor. Rasya Ilham Pramono, selamat datang di lembah tidar" rasya


Sementara 3 orang yg berpangkat kapten itu yg sudah berstatus suami orang 2 tahun 2 bulan yg lalu bersiap, Dengan wajah takut dan kaku.


"Siapp salah ndan, ijin saya kapten jafran hidayat danki dari bataliyon xxx riau


"Siapp salah nda, ijin saya kapten nino sebastian danki dari bataliyon xx kalimantan timur


"Siapp salah ndan, ijin saya kapten hendar wijaya danki dari bataliyon xxx banten


"Le selamat datang di AKMIL magelang" rasya


Rasya bersikap hormat kepada kedua temanya. Sementara itu satria mengambil surat didalam tasnya.


"Suh... ini ada SPRIN (surat perintah tugas kalok di kantoran) dari MABES yg ditulis langsung ditulis oleh panglima. Maaf saya lancang sudah membukanya duluan, disana tertera bahwa kau ditugaskan di MABES, lusa adalah pelantikan kenaikan pangkat dan ini perintah mutlak."satria


"Tapi bang saya su-" Rasya


"Kami kemari atas perintah lansung dari panglima dan tidak menerima penolakan dalam bentuk apapun" satria


"Kalau kau tetap menolak suh...kami akan menyeretmu dari sini" fitra


Rasya hanya bisa pasrah dengan semua keputusan itu dan disinilah dia, diatas ketinggian 1500 M diatas permukaan laut. Meninggalkan kota magelang yg membuatnya nyaman di lembah tidar yg keras. 2 tahun sudah dia hidup sesuka hatinya, hal yg paling dihindarinya selama ini tidak bisa dia tolak.


Jakarta kota penuh kenangan, kota dimana ia dilahirkan, kota dimana ia tumbuh dan mengenal sahabatnya yg ia rindukan, kota dimana ia menjadi dewasa dengan kerasnya kehidupan ibu kota dan kota dimana ia menemukan dan belajar mencintai seseorang, yg selalu membuatnya tersenyum, pelepas lelahnya dikala bertugas, dan seseorang yg telah iya sakiti hatinya secara berkeping- keping, seseorang itu yg selalu ia rindukan sampai ingin rasanya dia mati dan tidak bisa bernafas karenanya. Ya.... orang itu gadisnya, pujaan hatinya, masa depannya, cintanya dan hidupnya


💗 Kanaya Aulia Sumantri💗


Tkn. 18 januari 2019


Woho... gimana menurut kalian di part ini, hehehe abis up part 18 langsung idenya muncul , jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘😘😘


"ini versi asli bukan KW dan sekalian revisi dilapak ini, PLAGIAT MUNDUR TERATUR😏"

__ADS_1


__ADS_2