
※※※※※※※※♡♡♡♡※※※※※※※
Hari ini tepat 4 bulan sudah rasy terus mengejar perhatian dan cinta dari Dhuha. Pelan tapi pasti dhuha mulai luluh tapi tetap datar mode on, rasy tidak bisa lagi diam dengan semua ini. Dhuha sendiri masih bingung dengan perasaanya sendiri, entah ada angin apa tiba dia buat status yg membuat dirinya juga heran. Gimana gak heran dia membuat story WA HPnya yg privat dan dia masi waras untuk membuat story WA yg di HP satu lagi. Sudah dipastikan akan gempar seantoro jagad raya, Dhuha sendiri merasa dirinya begitu alay
Di kamarnya yg bernuansa abu2 itu Dhuha bermalasan hari ini, dia tidak dinas dan juga tidak kekampus. Sebenarnya dia ada jam Ngajar tapi dia malas bertemu rasy saat ini, karena kerja jantungnya tidak normal jika bertemu dengang gadis barbar itu. Dhuha akan menepis semua itu dengan menghindarinya.
Tak beda jauh dengan Dhuha, rasy juga merasakan hal yg sama. Hari ini rasy tidak kuliah dan mager, Rasy yg bosen memutuskan keluar menuju pos penjagaan. Disana sudah ada 10 orang om tentara yg lagi ngobrol, sangking seriusnya sampai gak tau rasy yg udah duduk diantara mereka.
" ehemmm serius amat om, ampek cewek
cantik nan manis ini datang gak tau" rasy
" eh... hehe artisnya bataliyon, ada apa gerangan cewek cantik ini, tanpa diundang dateng gak biasanya" om broo cuma nyengir dan rasy kesel
" si om kalok ngomong aduhhhh mau curhat nie..." rasy
" asiapp tuan putri" semua
" om... rasy lagi jatuh cinta ama cowok yg cuek banget ama rasy, anehnya rasy makin dia cuek makin tambah kadar cintanya" rasy
Rasy terus menceritakan awal pertemuan dirinya dengan dhuha, Sementara mereka para tentara yg masih muda dan lajang itu mendengarkan. Mereka merasa bahagia karena rasy bisa juga jatuh cinta.
" jadi om rasy harus apa," rasy
" kalau menurut om sih... cowok itu beruntung dapetin kamu sy" om diki
" iya... kurang apa coba, kamu itu udah kasi perhatian tiap hari" om yuka
" nihh ya... kalok om digituin ama cewek pasti luluh" om dirga
" ehhh bisa jadi tu cowok tipe orang yg gak peka" om pras
__ADS_1
" lya jugah ya...sia2 dong kamu sy" om hendro
" bisa jadi dia punya pacar, makanya sikapnya begitu" om feri
Rasy langsung lemes mendengar pendapat om2nya yg kece itu, melihat raut wajah anak komandanya itu mereka langsung diem.
" ehhh belum tentu juga gitu, ya... kan" om sigit
" sy kamu cuma kasi kode doang ama cowok itu, makanya dia gak paham" om nuar
" rasy coba kamu utarakan perasaan yg selama ini kamu rasain, tentang apapun hasilnya setidaknya kamu tau apa yg cowok itu rasakan" om broo
" ahhh iya... om, makasi saranya besok coba deh rasy ngomong ama dia" rasy
" apapun hasilnya yg penting kamu udah coba, dan harus siap dengan hal yg terburuk" om yas
" memang aneh cewek ngomong duluan tapi dari pada kamunya yg galau, lebih baik diomongin" om nugi
Rasy terus melanjutkan sesi curhat2nya pada om2nya yg kece, yg selalu jagain dia dari cowok2 aneh selama ini. Mereka tidak segan2 memarahi bahkan menjewer gadis itu jika berbuat salah. Apakah Rasya dan Kanaya akan marah pada bawahan mereka itu, jika mereka memarahi anak2nya jawabnya TIDAK. Bahkan. Mereka tidak melarang anak buahnya jika menasehati, marah bahkan menghukum anak2 jika salah. Seluruh warga bataliyon MABES baik atasan maupun bawahan Rasya, sangat dekat dengan keluarga itu dan menganggap anak2nya seperti adik, keponakan dan anak sendiri. Hal itu membuat terkadang mereka lebih over dengan rasy dan syaka. Mama dan papanya saja tidak seperti itu, mereka berdua lebih menjaga sikap kalau macem2. Kalau ketauan dijalan nakal atau apa, bakalan disidang bisa satu bataliyon panas kuping mereka.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, ya... setelah sholat zuhur dhuha lanjut lagi molornya. Tapi ada yg aneh dia merasa ada yg memeluk dan tempat tidurnya kenapa jadi sempit. Dhuha mengerjabkan matanya dan menoleh pandanganya pada sekelilingnya. Betapa terkejutnya dia melihat 3 sahabatnya yg udah molor, dengan pakai kaos loreng dan boxer.
" ya... allah nie tiga kampret kapan datengnya ya... kasian capek banget keliatanya" Dhuha
Dhuha bangun menuju kamar mandi untuk berwudhu, setelah dhuha menyelesaikan sholat ashar ia keruang kerjanya. Entah berapa lama dhuha berada disana berkutat dengan pekerjaannya, terdengar suara mengaji menandakan magrib akan datang. Dhuha menghubungi ajudannya melalui telpon.
Dhuha😎: malam alex
Alex: siapp malam ndan, ijin petunjuk
Dhuha😎: lex tolong kamu beli 4 bungkus nasi padang, tambah 1 lagi buat kamu. Bergedel, paruh goreng, rempeyek udang, masing2 10. Mmmm terus sayur bening aja 20 ribu itu aja, pake uangmu dulu sampek sini saya ganti ditunggu ya...
Alex: siapp ndan, ijin mendahului
Dhuha😎: ya...
__ADS_1
Setelah Dhuha mematikan sambungan telponnya, ia kekamar untuk membangunkan 3 kampret yg numpang tidur dan makan hari ini.
" WOY BANGUN KALIAN KELILING LAPANGAN SEKARANG" teriak Dhuha (ala2 pelatih di akmil)
"SIAPPP SALAH, LAKSANAKAN NDAN" teriak ketiganya
Dhuha tertawa terbahak melihat ketiga temannya yg kocar kacir gak tentu arah. Sadar akan kebodohan mereka, maka Dhuhalah yg menjadi keganasan ketiga DANKI itu.
" aduhhh maaf hehehe, mandi sono udah mau magrib" Dhuha
" kampret" bertiga
Setelah mereka berempat mandi lalu dilanjutkan sholat berjamaah, seperti biasa Dhuha yg menjadi imamnya. Alex yg sudah duduk manis dengan hidangan yg ia jaga dari kucing ganas. Mereka makan dengan tenang, jangan tanya kenapa pesen nasi, karena Dhuha gak pinter masak. Urusan makan ya... gitu makan diluar dan untuk dapur jangankan alat masak memasak, kompor aja gak ada yg ada cuma dispenser, 3 mangkuk, 3 piring, sendok 1 lusin, gelas 1 lusin udah itu aja bener2. Ini yg dikatakan orang, manusia itu tidak ada yg sempurna, kalau Dhuha masak maka sudah dipastikan akan ada perang dunia ke 3.
" lo kenapa si broo" yoga
" susah banget keliatannya, urusan cewek" zain
Dhuha hanya menganguk atas pertanyaan sahabatnya itu, prabu menyentuh bahu Dhuha.
" broo gue minta ama elo, nyakinkan dulu perasaan dan hati lo sama cewek itu" Prabu
" bener... inget gak semua cewek macam ayu diyah si ja**ng itu, kalok lo udah suka dan cinta jangan pernah lepasin dia" yoga
" firasat gue mengatakan cewek ini bakal jadi nyonya Dhuha deh hehehe( Dhuha tersenyum) dan dia cocok buat lo, karena dia baik bro" Zain
Jangan tanya kenapa zain begitu karena dia punya kelebihan yg tidak dimiliki orang pada umumnya. Dhuha berharap dirinya bisa mencari tau apa yg salah pada dirinya.
Seperti biasa Dhuha mengajar kembali dikelas rasy, gadis itu senyum sepanjang kelas berlangsung membuat dhuha jadi GALFOK dibuatnya. Semua temannya sudah keluar namun gadis itu tetap ditempatnya. Dhuha masih sibuk memasukkan barang2 didalam tas. Rasy menghampiri dhuha dan menatap pria itu dengan senyum manisnya, mau tidak mau Dhuha juga menatap gadis itu.
Ohoooo apa yg akan terjadi next part, diusahain double up deh, gak janji ya... hehe
Tkn. 1 mai 2019
Jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1
SALAM SAYANG DARI IBU AUTHOR, PLAGIAT LO GAME OVER😘😘😘😘😘🤗