
※※※※※※※※♡♡♡♡※※※※※※
Setelah sholat subuh rasy melipat mukenahnya, dia hendak kedapur lagi rasy yg gak bisa diem membuat Dhuha kesel.
"Dek kamu tidur aja, biar mas yg ngerjain semuanya soal makan bisa beli" Dhuha
" tapi mas it" rasy
" tidak ada bantahan rasy" Dhuha( datar)
Rasy menurut dan kembali ke tempat tidur kalau sudah begitu rasy cuma bisa pasrah, tapi belum sampai tubuh rasy sudah lemas pandanganya gelap. Dhuha yg melihat itu langsung sigap membopong istrinya kekasur. Dhuha mencoba segala cara untuk menyadarkan rasy.
" Sayang... bangun, Sayang kamu bisa denger mas " Dhuha
Tidak ada jawaban dari istrinya itu, Dhuha mengganti baju rasy dan memakaikan hijab. Dhuha menyambar kunci mobil dan memanaskanya, Dhuha berganti pakayanya lalu menggendong istrinya. Pikirannya kalut saat ini tapi dia harus tenang dan secepatnya sampai kerumah sakit. Sampai si depan UGD Dhuha turun lagi2 mengundang perhatian, pertama karena mereka bertanya ada apa dan kedua terpesona.
Dhuha membuka pintu dan menggendong rasy dan petugas yg melihat rasy yg pingsan langsung sigap mendorong bangkar. Dhuha langsung meletakkan rasy disana, kemudian rasy diperiksa secara intensif. Dhuha yg menunggu lama menjadi bertanya dan panik sendiri. suster memanggil Dhuha agar masuk.
" maaf pak bisa bapak ceritakan, bagaimana istrinya sampai begini" dokter
Dhuha menceritakan semuanya dan dokter itu memeriksa kembali rasy. Dhuha memegangngi, tangan rasy yg dingin dan berkeringat. Dokter curiga apakah benar dugaannya, tapi tidak mau mengambil resiko.
" baik pak. Saya rasa ada masalah pada rahim istri bapak, saya sarankan untuk membawa ibu kedokter kandungan setelah ibu sadar, setelah ibu..." dokter
" rasy dok, nama istri saya rasy doktre" Dhuha
" ya... tapi dibawa pas ibu rasy sudah sadar, nanti akan saya rekomendasikan dokter kandungannya, kalau begitu saya permisi" dokter
" baik dok, makasi" Dhuha
Sekarang sudah jam 7 pagi tapi rasy belum membuka matanya membuat Dhuha makin khawatir dan sedih. Layar bangkar rasy sudah sejak tadi dibuka dan membuat seisi UGD baper. Gimana tidak Dhuha mencium tangan rasy dan sekali2 mencium kening.
" Sayang.... bangun dong, istrinya mas betah banget pingsan sihhh," Dhuha
" egggghhh mas... kepala adek berat, jangan ditindihin, geser tangan mas gede banget"rasy
" hah...( Dhuha bingung sendiri, karena tangannya tidak dikepala rasy) Sayang udah bangun, minum dulu" Dhuha
" iya... haus banget mas" rasy
__ADS_1
Rasy membuka mata dan heran kenapa dirinya ada di rumah sakit. Dhuha mejelaskan tanpa ada yg tertinggal termasuk, penjelasan dokter yg membuat rasy menangis dalam diam.
" sayang jangan sedih gitu, ini belum pasti kita berdoa, adek gak kenapa2 " Dhuha
" ta...tapi mas" rasy
" sust.... udah adek tidur, mas mau pulang ambil HP, baju ganti ama dompet" Dhuha
"Ya... udah adek tidur ya.. mas"rasy
" mas pulang dulu ya..." Dhuha
Dhuha keluar dan menitipkan rasy pada suster yg jaga. Setelah sampai dirumah Dhuha langsung memasukkan baju dirinya dan juga rasy. Kemudian Dhuha memanggil josep dan Billy untuk makan skalian beres2 rumahnya. Setelah semua siap Dhuha berangkat lagi ke rumah sakit. Sampai disana Dhuha lagi2 menjadi pusat perhatian penampilannya yg menggunakan jens warna hitam, baju kaos putih polos dan blazer rajut menutupi tubuh atletisnya.
Dhuha mengurus ruang inap rasy dan jadilah rasy yg sudah berada di kamar VIP, Dhuha menyuapi istrinya dengan bubur ayam yg dibelinya. Lagi2 Dhuha heran dengan porsi makan rasy yg besar. Dhuha baru teringat dia belum menghubungi mertuanya.
Benar saja ternyata sudah heboh bahwa mereka berdua dinyatakan hilang. Dhuha menjelaskan keadaan rasy dan dirumah sakit mana rasy dirawat. Disaat tengah ngobrol dokter datang dan mau tidak mau Dhuha membunuh HPnya, hahaha bahasanya sadis membunuh😅😅😅.
" permisi pak, dokter kandungannya sudah menunggu" dokter
" ohhh iya.. Dok, kita kesana sekarang" Dhuha
Dhuha menggendong rasy dan meletakkanya di kursi roda, Ia mendorong istrinya itu. Rasy yg cemas menunduk dan menangis, Dhuha yg tau menepuk bahunya istrinya itu. Rasy yg merasa ditepuk memandang wajah Dhuha yg tersenyum, seolah mengatakan
"semua akan baik2 saja Sayang, jadi tenang jangan takut"
Rasy hanya bisa tersenyum membalas perlakuan suaminya.
" ohh selamat pagi bapak dan ibu, saya dokter linda" dokter
" pagi dokter linda, saya Dhuha dan wanita cantik yg gembul ini ( rasy menatap tajam suaminya) istri saya rasy" Dhuha
Dhuha sengaja menjahili istrinya agar rasy lebih tenang dan mencairkan suasana.
" pagi juga dok, saya wanita gembul yg dibilang cowok nyebelin ini, ck.... ck.... awas besok tidur diluar" rasy ( bete)
" iya... mas bisa tidur dirumah sakit kok, adek dirawat disini kannn jadi ancaman tidak berlaku. Wahai istri bawelku hahaha" Dhuha
" nyebelin... tapi syukaaaaaa hahaha" rasy
__ADS_1
" gitu dongg, ini baru cewek bar2nya Dhuha, cewek premannya Dhuha, cewek yg tidak gentar meski ditolak puluhan kali, istrinya Dhuha yg bilang suaminya mulutnya pedes hehehe. Jangan takut insyaallah semua baik2 aja iya... kan dokter"Dhuha
" Benar bu rasy, jadi jangan cemas, mari ibu saya periksa dulu" dokter linda
Dhuha menggenggam tangan rasy, dokter mengoles gel diperut rasy, Dhuha dan rasy masih bingung dan gak tau musti ngapain selain menangis.
" jadi bapak dan ibu usia baby nya udah 8 minggu, baby sehat, detak jantung normal, ukuran juga normal. Walau pun begitu harus tetap dijaga kesehatannya, jangan setres, gak boleh capek2 dulu. Saya kasi resep dan ibu harus dirawat 3 hari kedepan, dan kalau sudah membaik boleh pulang" dokter linda
Dhuha dan rasy hanya bisa menangis sambil berpelukan mengucap syukur tak terhingga. Tak lupa Dhuha dan rasy berterima kasih, serta meminta dokter linda menangani rasy sampai melahirkan.
" dok saya minta waktu istirahat ya.... lemes banget saya karena lega dan bahagia" Dhuha
" iya... pak kebetulan saya gak ada pasien hari ini. Karena mau rapat, selamat Bapak ibu. Dokter mike sudah mendiaknosa pada awalnya tapi dia tidak yakin ternyata benar" dokter linda
Dhuha menghampiri rasy yg sedang ngobrol dengan dokter linda, dia memeluk perut rasy, mencium dan mengusapnya hati2 sambil tersenyum.
" selamat datang Sayangnya papa, Maaf papa dan mama gak tau, dedek udah ada diperut mama. Baik2 di sana ya... jangan nakal papa sayang kamu dan mama" Dhuha( tersenyum)
"Mama juga Sayang dedek ama papanya I love you" rasy
Dokter memberi foto USG bayi mereka, Dhuha dengan sigap mengambil dan memposting foto itu di IG
Dhuha-HR.AU
💗. 💬. ✔
Dhuha-HR.AU selamat datang buah hatinya mama dan papa, sehat terus ya... nak, sampai ketemu 7 bulan lagi Sayangnya papa👶.
Istriku terimakasih sudah menjadikanku laki2 paling bahagia di dunia. Sehat terus ya.... aku mencintaimu sekarang dan selamanya rasy 😘
Keluarga besar yg sudah berada baik di dalam ruang inap rasy langsung heboh. Gimana gak heboh mereka semua melihat postingan Dhuha, tawa dan haru mewarnai ruangan itu. Ayah dan bunda Dhuha langsung ditelpon dan heboh luar biasa, intinya bahagia karena bakal jadi nenek dan kakek.
Disepanjang koridor calon orang tua itu hanya mampu tersenyum. penyambutan yg luar biasa dari keluarga besar mereka membuat keduanya menangis, dan mengucap syukur. Hari ini merupakan awal yg baru dalam rumah tangga keduanya. Gimana selanjutnya next part
Tkn.10 juni 2019
Jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1