JODOH RAHASIA ALLAH

JODOH RAHASIA ALLAH
21


__ADS_3

~♡♡♡♡♡♡~


Udara sangat bersahabat hari ini, setelah diguyur hujan semalam Haiti tampak lebih indah dan damai. Negara tropis ini menyimpan pesonanya dibalik duka, nelangsa, kemelaratan dan ketakutan masyarakatnya. Sebuah bus mengangkut 35 orang menempuh perjalanan darat selama 2 jam, dari bandara menuju ibu kota. Bus yg dijaga ketat dengan pasukan tni telah sampai dimarkas komtingen garuda XXXII-B .


Kanaya dan tim disambut dengan baik oleh bapak2 tni, Sementara para petinggi pasukan ini sedang rapat di markas U.N. untuk Haiti. Mereka dijamu dengan baik para tentara, membantu mereka untuk menyusun barang2. Kanaya dan tim langsung mengadakan rapat terbatas pada semua tim yg akan ditempatkan pada semua titik yg akan di tentukan. Rapat berjalan lancar dipenuhi canda tawa dengan tidak mengurangi keseriusan rapat menyusun program.


"Permisi ijin ibu, saya pratu syam" pratu syam


"Ah.... iya... ada apa pak" Kanaya


"Ijin ibu, mohon semua tim diminta ke lapanga karena komandan sudah datang" pratu syam


"Oh... sudah sampai toh" Kanaya


(Bersiaplah untuk menyesuaikan volume)


"Belum ibu, mereka masih dijalan" pratu syam


"Oh... iya makasi pak, kita bentar lagi kesana" Kanaya


"Baik bu, ijin mendahului"pratu syam


Dijawab Kanaya dengan anggukan saja, kemudian mengedarkan pandangan pada anggota timnya yg bengong. Kanaya berdehem untuk memecahkan kesunyian, semua tim tersenyum penuh makna lebih ke ngeledek.


"Ehemmm" tim


"Aduh.. ibu persit mah beda" vera


"Eh.. bukan begitu ver, lo ahh kita aman karena ada ibu komandan" David


"Si gila, minta kena gampar ya..." Kanaya


"Siap salah hehehe" David


Semua tertawa melihat Kanaya yg dibuli, sudah menjadi rahasia umum bagi anggota tim tentang hubungan Rasya dan Kanaya jadi, begitu deh... nah tentang Rasya yg menjadi Dansatgas, naya tidak tau,  begitu sebaliknya dengan Rasya yg tidak tau dengan Kanaya yg menjadi ketua tim, itu dikarenakan nama yg dikirim bukan nama Kanaya.


Semua orang berkumpul menyambut komandan tni, Kanaya melihat timnya yg bisik2 entah apa yg mereka bicarakan. Kanaya tidak ambil pusing biarkan mereka dengan dunianya. Kanaya yg berada dibarisan depan selalu menyunggingkan senyumnya. Tak lama 3 mobil beriringan berhenti, membuat semua pasukan bersikap siap dan yg membuat Kanaya tersenyum timnya juga begitu.


Rasya tertegun tak percaya apa yg dilihatnya sekarang gadisnya, pujaan hatinya, cintanya, bidadarinya berada dihadapannya tengah tersenyum. Lebih tepatnya diluar ya... Rasya didalam mobil udah senyum2,  membuat 3 sahabatnya jengah ingin muntah


"Subhannallah gue gak mimpi kan, kok bini gue disini" Rasya


"Ini hadiah dari macan tutul 2 ( sandi untuk ayah Kanaya) " nino

__ADS_1


"Ini kesempatan lo buat luluhin si Kanaya" jafran


"Kita tunggu drama romantis versi kalian, jangan buat penonton kecewa" hendra


"Ah.... thanks bro... you're is the best brother" Rasya


"Sok inggris" bertiga


Mereka bertiga turun dari mobil dengan aura wibawa dan pemimpin menghampiri Kanaya.


Mereka bertiga turun dari mobil dengan aura wibawa dan pemimpin menghampiri Kanaya


"Eh... dek, jadi kamu ketua timnya" hendra


"Iya bang, mohon bimbingannya" Kanaya


"Apaan justru kita yg butuh bimbingan ibu guru" jafran


"Bener sekali itu adek manis" nino


"Ihh bang nino kok genit sih.. jadi ngeri deh hahaha" Kanaya


Mereka tertawa karena candaan khas tentara yg gak jauh dari recehan yg kaku tapi lucu. Mereka semua terdiam karena suara dari salah satu prajurit untuk perintah siap. Mata Kanaya melotot tak percaya cowok tampan berpakayan loreng gurun khas tni. Ya... dia Rasya pelan tapi pasti mendekat dengan senyum yg mempesona. Untuk tim Kanaya hanya sebagian yg tau wajah Rasya, para ciwi pada terpesona. Rasya berdiri tepat dihadapan Kanaya


"Sore pak" tim tanpa Kanaya


"perkenalkan saya letkol. Rasya Ilham Pramono,  saya komandan satgas disini semoga kita dapat berkerjasama dengan baik. Jika butuh bantuan jangan segan2 karena kita keluarga dan Maaf siapa ketua timnya" rasya


Semua tim mundur teratur 3 langkah, meninggalkan Kanaya yg masih dibarisan semula. Mana menahan emosi pada timnya yg kurang manis itu. Rasya berdiri dihadapan Kanaya


"Maaf saya bertanya dimana ketua tim ini" Rasya


Rasya menjahili Kanaya dengan pura2 tidak melihat Kanaya, kepalanya kesana kemari seolah mencari seseorang. Sementara Kanaya sudah geram setengah mati, namun tetap dia tahan karena mempertahankan wibawanya.


"Ahhh...Maaf lo, mana sih ketua timnya, dari tadi saya nyari2 gak keliatan" Rasya


Semua orang menahan tawa, melihat tingkah dua orang itu. Mereka menunjuk Kanaya dengan jarinya, Sementara Rasya memperhatikan Kanaya dengan senyum mengembang Sementara yg diperatiin, udah pingin nendang dan gampar cowok gila didepanya.


"Hah...ini ( semua mengangguk) kalau yg kalian maksud, cewek cantik, manis, imut, menawan, dan Baik hati ini. Kalian salah dia bukan ketua tim tapi, dia ini calon istri saya Kanaya Aulia Sumantri dan saya mencintainya" Rasya


Kanaya marah tingkat dewa, tapi karena dia masih mempertahankan wibawanya jadi diam saja. Kanaya mengambil HPnya, bodo dengan biaya panggilan internasional yg mahal.


"KRISTIAN JALAVIA, GUE GAK PEDULI JEMPUT GUE SEKARANG GUE MAU PULANG" Kanaya

__ADS_1


........


"Sabar2 pale lo, kenapa lo gak ngomong ma gue hah... kalau tu orang disini" Kanaya


...............


"Gak usah pura2 lo... siapa lagi si kadal, playboy cap kodok ijo, orang nyebelin tingkat dewa hah... ono si rasya " Kanaya


...............


"Apa lo bilang gue belum move on hahaha ngelawak lo, gue risih alergi kalau deket dia, jadi" Kanaya


............


"Yakkkkkkk sialan malah dimatiin" Kanaya


Kanaya berusaha menghubungi kristian, dia tidak perduli dengan anggota timnya,yg tertawa melihat tingkahnya yg kayak ABG yg gak mau ketemu mantan. Sementara pasukan Rasya hanya mengulum senyum saja


"Udah deh... wahai sahabatku Kanaya, percuma aja" vera


"Aduh... segitu cintanya lo ampek gak mau ketemu ama bang rasya, gila memendam rasa cinta itu sakit lohh" david


"Eh... diem lo, nyerocos aja kayak bemo lo"Kanaya


Semua orang tertawa tak tahan mihat tingkah Kanaya dan sahabatnya. Rasya cuma tersenyum karena tidak mau melihat Kanaya malu.


"Kenapa senyum2 hah.. mas senengkan buat naya marah, dasar nyebelin" Kanaya


"Cak ele... manggilnya mas loh... mas hahaha" hendra


"Aaaaapa eng..eng..engak kok salah denger abang" Kanaya( gagap)


"Enggak abang denger kok" nino


"Iya... abang juga" jafran


"Ihhhh kalian sekongkolkan... awas aja naya ngambek bay" Kanaya


Kanaya pergi meninggalkan tempat itu sambil mnghentakkan kakinya dan ngomel. Gadis manis itu masuk ke peti kemas, yg didisain seperti kamar lengkap dengan ac dan fasilitas lainya. Dengan wajah cemberut dan omelan yg tidak jelas, Kanaya mengatur baju dan barang2nya yg lain. Kanaya sadar dia tidak boleh egois dengan menyakkut pautkan masalah pribadi dengan pekerjaan, apalagi ini untuk misi kemanusian. Kanaya tidak menyadari bahwa sepasang mata yg terus memperhatikan tingkahnya dengan senyum yg tidak pernah luntur, ya... Orang itu Rasya. Rasya berjanji akan meluluhkan hati Kanaya dan dia tidak akan menyerah.


Tkn. 28 januari 2019


Jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘😘😘😘

__ADS_1


"ini versi asli bukan KW dan sekalian revisi dilapak ini, PLAGIAT MUNDUR TERATUR😏"


__ADS_2