
"Rasya ayah kecewa sama kamu sya, kamu apain anak saya " dodit
Jederrrrrrr
"Hah..." Rasya
"Saya tanya kamu apain" dodit
"Hah..." Rasya
"Jawab... jangan cuma hah...heh..hah..heh aja kamu" dodit
"Eh.. maaf yah, Rasya beneran gak ngerti ayah ngomongin tentang apa" Rasya
"Jangan pura2 kamu, itu Kanaya udah kayak orang kesetanan" dodit
"Apa.... maksudnya Kanaya kesurupan ya... allah adek" teriak Rasya
Plakk....
"Aduhhhh papa, sakit nie pala main geplak ajah stttt" Rasya
"Makanya jangan lemot kenapa, percuma pangkat kolonel"indra
"Dengerin dulu kali sya, ayah mertuamu ngomong" dika
"Nih... tipe suami gak perhatian ama istri" dedi
"Tu... istrimu makan kayak orang kesetanan tau, makan nasi nambah ampek 3 kali, 20 menit kemudian ngemil sambil minum susu gelasnya gede banget dan ngemil juga tu ampek sekarang. Gak kamu kasi Makan apa, sampek modelannya begitu" dodit
Semua orang terkejut tak percaya mendengar penuturan dodit, Sementara Rasya menghela nafas saja.
"Ya...allah ayah kalok soal itu Rasya juga tau, akhir2 ini si adek emang nafsu makannya gede banget. Pernah Rasya nasehatin jangan makan berlebihan tar gendut, ehhh malah marah, dedek aca disuru bobok di luar semalaman ayah" Rasya ( drama)
"Si geblek ya.. jelas marahlahh, cewek itu sensitif kalok di bilang gendut" fitra
"Dan elo ngucapin kalimat terlarang itu" satria
"Si geblek kalok gue jadi Kanaya, udah gue usir lo" javin
"Ya...allah jahatnya lo vin, untung bukan elo yg jadi bini gue, apa.. bang puput mau ikutan juga" Rasya
"Engak udah ada yg mewakili, gue males mikir kata2 yg buat nge hujat lo dan gue males ngomong ama suami gak peka kayak lo sya, baikkan gue.."putra
"Heh... perasaan lo yg paling panjag ngomongnya, apa... lo gak ikutan hahaha ( ketawa garing), yg barusan apaan baca puisi bang... sebel gue" Rasya
"Ye... malah marah, gue ngomong fakta, kok lo emosi, kalem boy" putra
"Sejak kapan nama gue boy, boy William kali ahh, kebiasaan nihh kalok muji" Rasya
Para jendral cuma geleng2 liat kelakuan anak2nya yg sedikit gak waras, selalu ribut masalah yg gak penting tapi buat hiburan mereka. Disaat mereka tengah berdebat hal yg gak penting terdengar ketukan.
__ADS_1
"Assalammualaikum" supir
"Waalaikumsalam" semua
"Iya... benar, dengan saya sendiri, ada apa ya.." dedi
"Maaf... apa benar ini rumah bapak dedi hartanto" supir
"Ahhh begini pak, ini saya nganter pesanan atas nama nyonya Kanaya" supir
"Ohh.. Kanaya ad-" dedi
Belum selesai dedi ngomong terdengar suara pekikan dari wanita cantik, dengan badan yg sedikit berisi.
"Ehhhh si abang udah datang, mana pesanan saya, eh tapi di bayar dulu deh... mas, suamiku Sayang bayar ya.." Kanaya
"Hah... ahhh iya... berapa mas, semuanya bang" Rasya
"950 ribu pak, ini billnya" supir
Rasya membayar semua pesanan Kanaya, abang supir salah satu restoran siap saji berlogo kakek itu mengantar semua pesanan Kanaya.
Kanaya membagikan dengan semangat makanan pada semua orang. Tapi semua mata tertuju pada Kanaya bahkan dengan mulut menganga. Gimana tidak Kanaya mengambil 1 caps ayam goreng yg penuh dan yg paling banyak, 2 bungkus kentang goreng, 1 caps minuman yg seger banget untuk dirinya sendiri.
"Dek kamu yakin abisin itu semua, emang bisa abis" Rasya
Kanaya mengangguk dan menghidupkan laptopnya untuk nonton drakor.
"Gak boleh, kalok mas sentuh ayam dan kawan2nya yg udah pasti punya aku, tar malem mas tidur diluar, kalo perlu selama satu minggu ( Rasya menelan ludahnya susah payah) mau" Kanaya
"Ya... allah dedek aca salah apa sihhh" Rasya
Kanaya makan dengan pelan tapi pasti dan sangat mengejutkan semuanya habis dilahab olehnya.
Rasya dan yg lain saling menatap dan berbisik
"Bang itu beneran bini gue ya..." Rasya
"Gak mungkin... adek gue yg kalok makan dikit, kok jadi kayak... buto ijo gitu" javin
"Kalian berdua kalok ngomong suka fakta" putra
"Ini kayak bukan Kanaya" fitra
"Pasti ada sesuatu kok, bisa begitu ya..." satria
2 minggu setelah kejadian itu Kanaya masih tetap dalam pola makan yg luar biasa. tapi ada yg berbeda Kanaya sedikit lebih lesu dan malas, saat ini Kanaya sedang diruangannya sedang memijit kepalanya yg sedikit pusing sejak kemarin.
"Eh... naya kenapa lo, kok pucet banget lo sakit" David
"Iya... nihh gue peratiin lo kok sedikit berisi dan...... ikut gue sekarang" kristian
Kanaya berjalan hati2 dengan senyum yg mengembang diwajah cantiknya yg sedikit cabi. Kanaya mencari Rasya dikantornya tapi tidak ada, lalu ia bertanya pada petugas piket tentang keberadaan suaminya itu.
__ADS_1
"Maaf om, mas Rasya dimana ya... kok dikantornya gak ada" Kanaya
"Siap ibu... komandan lagi rapat sama panglima di balai pertemuan ibu" Kanaya
"Makasi om, saya kesana dulu permisi" kanaya
"Ohh siap ibu, sama2 hati2 bu" petugas
Kanaya berjalan menuju balai pertemuan, setelah sampai Kanaya mengetuk pintu dan masuk kedalam. Semua orang terkejut dan memandang Kanaya termasuk Rasya yg tengah presentasi. Kanaya mendekati suaminya itu dengan senyum manisnya.
Kanaya berdiri tepat dihadapan laki2 yg sangat ia cintai itu, ia membuka tasnya dan mengambil sesuatu didalamnya

Kanaya menyerahkan kotak itu pada Rasya dengan senyum yg tidak luntur dari wajah cantiknya. Membuat Rasya penuh tanda tanya dan penasaran.
"Buka mas..." Kanaya
"Apa ini dek" Rasya
"Ihhh buka dulu dan lihat apa yg ada didalamnya" Kanaya
Rasya membuka kotak itu dan menyeluarkan ekspresi bingung, dengan 2 benda yg tidak ia ketahui.

"Dek.... ini apa maksudnya, mas gak ngerti beneran nih" Rasya
Tunggu sebentar…
kami sedang memuat iklan video.
"Mas....mereka sudah hadir diantara kita, jadi papa Rasya harus siaga kapanpun mama Kanaya butuhkan" Kanaya
Rasya cengo dan gak bisa mikir apa2, dia masih mencerna semua kata2 istrinya itu. Tiba2 air mata Rasya mengalir dengan senyum yg mengembang. Rasya memeluk dan mencium seluluh wajah Kanaya bertubi- tubi. Sang kakek jangan ditanya gimana bahagianya, semua orang memberi selamat kepada orang nomor satu TNI itu.
"Makasi Sayangku...udah buat mas jadi laki2 yg sempurna dan paling bahagia di dunia" Rasya
"Sama2 mas, adek juga bahagia dan makasi udah menjadikan adek, jadi seorang ibu" Kanaya
"Berapa usia anak kita" Rasya
"Umur mereka 10 minggu mas" Kanaya
"Tunggu mereka.... jangan bilang ( Kanaya menganguk) ya... allah makasi atas limpahan rezekimu" Rasya
Rasya berjongkok dan mensejajarkan wajahnya diperut Kanaya yg sedikit membuncit. Rasya mengusap lembut perut Kanaya yg selama ini ia kira istrinya itu sakit busung, ia tertawa dengan kebodohannya itu yg tidak tau ada anaknya didalam perut istrinya itu.
"Sehat terus ya nakkk, kalian jangan nakal kasian mamanya entar kecapean. Anak2 papa baik2 didalam dan papa minta Maaf gak tau kalian udah hadir diperut mama, papa kira mama kena busung, ehh...gak taunya itu ulah kalian. Papa sayang kalian bertiga i love you" Rasya
"I love you to papa kami yg ganteng" Kanaya
Rasya benar2 bahagia sampai ia tak henti2nya bersyukur kepada sang pencipta. Buah hati yg dinanti telah hadir ditengah keluarga kecil mereka.
__ADS_1
**Tkn. 6 April 2019**
**jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘😘😘😘😘**