JODOH RAHASIA ALLAH

JODOH RAHASIA ALLAH
39


__ADS_3

~~β™‘β™‘β™‘β™‘~


Sudah 2 hari Rasya kembali bertugas sementara Kanaya masih libur dan sudah habis masa mager panjangnya. Rasya berjalan kekantornya sambil menyapa rekan kerjanya, tetang surat menyurat dan tes kesehatan pengajuan nikah sudah diurus. Tinggal beberapa tes dan menghadap pejabat terkait. Rasya menuju salah satu pintu dan mengetuk, setelah dipersilahkan ia masuk dan memberi hormat. Kolonel. Wisnu adalah pria paruh baya yg ruanganya didepan ruangan Rasya. Menjadi kebiasaannya untuk sekedar mengganggu pria itu dipagi hari, dan itu biasa walau sekedar menyapa.


"Ijin ndan... mengganggu" Rasya


"Eh... kamu, ono opo to le" wisnu


"Gini ndan saya ama calon istri kapan bisa buat menghadap " Rasya


"Emmmm yg mau nikah, ya..... nanti diatur jadwalnya, sama wira tar minta jadwal" wisnu


"Siapp, ndan saya mau tanya deh, waktu nikah dulu komandan rasanya gimana" Rasya


"Wes... biasanya cuma bahas kerjaan aja ama ngeles2 dikit hehehe, eh... ini minta didongengin, kenapa deg2an kamu( Rasya tidak menjawab melainkan tersenyum) itu wajar sya. Yg perlu kamu lakukan adalah harus nyakin sama dirimu sendiri" wisnu


"Maksudnya pak, Saya yakin nikah ama Kanaya 1000% malahan" Rasya


"Ya... kalo itu sih benar, yg saya maksud itu kamu harus yakin sama dirimu sendiri. Artinya yakin kamu mampu menjadi suami dan imam yg baik. Menjadi suami itu gak gampang, bukan cuma kamu cekokin sama uang, kekuasaan dan cinta. Yg perlu kamu ingat sya, kita harus adil dalam arti yg bebeda porsi karena apa kita ini prajurit, manusia yg digariskan sedikit istimewa dari suami2 diluaran sana" wisnu


"Siap ndan" Rasya


"Jangan cuma siap, kita harus mampu menjadi prajurit sejati bagi bangsa, tapi disisi lain kita adalah suami dan ayah yg memberikan cinta yg kita punya secara adil. Jadi tidak ada saling cemburu antara negara, istri dan anakmu nanti. Apakah saya sudah berhasil jawabanya, saya juga masih belajar mengenai itu setiap hari dan selalu berusaha buat ketiganya tidak marah. Jalani sya apa adanya jangan maksa, itu buat kamu tersiksa biar mengalir apa adanya ok" wisnu


"Makasi pak atas bimbinganya, saya harus banyak belajar dari bapak. Ya... bapak sama ibu itu salah satu idola saya hehehe" Rasya


"Bisa aja kamu sya, saya tau kamu kemari cuma mau curhat bukan buat nanyak jadwal" wisnu


"Iya... pak ah...cuma bapak yg normal yg lain gitu deh hehehe" Rasya


"Ya... udah sana balik kesarang, 2 tahun kamu gak ada saya aman, gak ada yg curcol pagi2" wisnu


"Ok pak... saya balik dulu, lusa saya udah mulai nemenin calon istri tes dan menghadap sana sini" Rasya


"Saya doain lancar dan langgeng terus" wisnu

__ADS_1


"Makasih pak doanya, ijin mendahului ndan" Rasya( hormat)


"Iya... sekali lagi selamat" wisnu


Rasya menganguk dan kembali kekantornya. Sementara dirumah dinas dodit sumantri, Kanaya tengah sibuk membuka paket berisi baju persit untuk pengajuan.



Kanaya mencoba semuanya selesai mencoba, Kanaya kembali membaca dan menghafal biodata Rasya. Mulai dari nama, tanggal lahir, pangkat dan jabatan, NRP, ukuran baju, sepatu, dan celana makanan kesukaan, hobi, dsb. Hal itu membuat naya sulit menghafal, Kanaya yg dikenal sangat pintar menyerah. Ya... itu karena kegugupanya membuatnya sulit, Rasya bahkan turut membantunya menghafal semuanya.


Skipppp


Hari ini Rasya dan Kanaya melakukan beberapa tes yg harus dilakukan. Seperti wawasan kebangsaan dan pengetahuan tentang organisasi yg mengancam kedaulatan NKRI, semua dilahap habis dengan Kanaya dengan sangat mengagumkan, dengan pandangan yg ia lontarkan secara jelas membuat Rasya bangga. Kemudian tes psychology yg dijalaninya kali ini, Kanaya dilihat apakah benar2 siap menjadi istri dari seorang prajurit yg kapan saja dan dalam keadaan apapun, ditinggal tugas dalam waktu lama bahkan pulang hanya tinggal nama. Untuk yg satu ini Kanaya sedikit terbawa suasana karena sempat meneteskan air mata tanpa terisak dan lagi2 Rasya benar2 jatuh cinta karena jawaban Kanaya yg luar biasa


" siapapun orangnya akan sangat sedih jika harus berpisah oleh suaminya, saya tidak munafik bilang baik2 saja padahal saya menangisinya. Menurut saya itu wajar karena saya seorang wanita, istri dan ibu yg harus bisa menghadirkan sosok ayah bagi anak2 ketika suami bertugas jauh dari saya dan anak2. Tugas yg berat itu akan saya tanggung dengan rasa bangga karena saya adalah istri prajurit, artinya istri pilihan yg ditinggal berjihad oleh suaminya dan saya akan menjadi tempatnya untuk pulang. Baik itu dengan senyuman mau pun tangisan pilu, Mudah2an saya diberi kekuatan oleh allah untuk berada disampingnya dalam keadaan apapun"


Rasya merasa benar2 beruntung dengan wanita yg berjalan disampinya ini. Langit yg mulai berwana jingga pertanda senja yg akan datang, menutupi wajah cantik Kanaya Aulia Sumantri yg sebentar lagi menjadi istrinya. Rasya tersenyum melihat wajah lelah tapi tetap tersenyum, dari calon istrinya itu.


"Capek dek.. ( Kanaya tersenyum), hari ini sampai minggu depan lumayan padat, ya... urusan pengajuan terus" Rasya


"Gak ada lagi, cukup mas dan cuma mas titik" Rasya


"Iya...iya... pak ngegas banget sih hehehe" Kanaya


Mereka berdua masuk kedalam mobil mencari makan, karena sholat magrib sudah mereka kerjakan di masjid MABES TNI tadi.


"Dekkkk" Rasya


"Makasi udah percaya dan memilih mas jadi imam buat adek" Rasya


"Adek juga mas, bimbing adek buat jadi istri yg baik dan selalu menguatkan adek dalam posisi apapun" Kanaya


"Insyaallah kita sama2 belajar dan saling mengingatka ok, ahhhh jadi kebayang gimana ramenya kita ama anak2 ya..." Rasya


"Hahaha... iya gak kebayang ramenya mas, pagi2 udah rusuh mana ngurus mas kekantor, anak2 sekolah aduhh lucunya hehehe" Kanaya

__ADS_1


"Iya...lucu banget, mereka pada manja ke mas pada gak mau ditinggal kerja" Rasya


"Hahaha iya... lucunya dan adek pusing mikirin caranya hehehe" Kanaya


"Hehehe ahhh... mas udah bayangin adek hamil, gimana senengnya bagian dari diri mas, sedang tumbuh dengan sehat dirahim kamu" Rasya


"Naya juga mas, gimana Rasanya hamil dan menjadi seorang ibu, itu gak ternilai dengan apapun" Kanaya


"Aduhhh jadi gak sabar, ya... udah besok aja kita nikahnya, gak jadi bulan depan" Rasya


"Isss ngarang aja, ehh besok jam berapa mas jemput adek" Kanaya


"Mmm besok mas jemput jam 2 aja soalnya, mas mau belanja dulu beli cat ama keperluan buat rumah" Rasya


"Loh... bukanya rumah dinas mas udah di cat" Kanaya


"Yg lama ya... udah dek, mas 2 tahun satgas ya... digusur, jadi nginep di rumah mama deh" Rasya


"Aduh kasian ehhh berarti rumah kosong dong, adek ikut deh mas biar adek pilih chatnya" Kanaya


"Siappp berarti besok siap ashar aja kita menghadap, jadilah dapat 1 tanda tangan" Rasya


"Iya... sekalian beli isi dapur, ama rumah jadi tinggal masuk aja, gak repot2 lagi" Kanaya


"Iya... berarti besok jam 8 mas jemput, kebetulan besok mas ada waktu" Rasya


"Saipppp komandan" Kanaya


Rasa letih sirna seketika mengalir begitu saja dengan ngobrol dan bercanda. Hari bahagia mereka tinggal hitungan minggu lagi segala persiapan sudah hampir 80% karena, bantuan keluarga dan sahabatnya yg sudah jauh2 hari.


Tkn.22 maret 2019


Makasi masih setia ama cerita aku dan jangan bosen. Tanda🌟 dan komen makasi😘😘😘😘😘


PLAGIAT MUNDUR CHANTIQQQQ USSSSS.... SANNAHHHH πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2