
※※※※※※※※♡♡♡♡※※※※※※
Dhuha yg awalnya lega berubah jadi galau lagi, tantangan apa lagi yg diberikan.
" tantangannya kamu jadi imam untuk sholat zuhur, sekalian kasi tausiah di masjid MABES nanti dan masakin papa sesuatu" Rasya
" kalau untuk yg dua itu Dhuha sanggup pak, tapi kalau masak Dhuha angkat tangan dari pada Bapak masuk rumah sakit" Dhuha
" papa jangan macem2 deh, nyuruh2 begituan, lagian mama udah masak" Kanaya
" ya... gak gitu ma, lagian apa susahnya pokoknya gak mau tau harus masak" Rasya
" Adehhh serah , Dhuha yg sabar ya ( Dhuha tersenyum), ada yg lebih penting lagi" Kanaya
" apa itu, Sayangku, cintaku, istriku, bidadari surganya Rasya" Rasya
" lebay.... rasy belum kita kasi tau apakah dia setuju apa enggak, udah main kasi tantangan. Mama mau telpon dia " kanaya
" bu Dhuha minta rahasian kalok Dhuha yg ngelamar rasy, Dhuha mau kasi kejutan pas dia pulang" Dhuha
Kanaya mengangguk dan menghubungi rasy. Dhuha sudah harap2 cemas dengan jawaban rasy nanti
...Rasy🐇📲 Kanaya🌸...
Rasy🐇: assalanmualaikum mama akuuu yg cantik
Kanaya🌸: Waalaikumsalam anak mama yg lebay, mbak dimana ini
Rasy🐇: ini lagi dirumah ma, baru pulang dari sekolah, semuanya gimana sehat
Kanaya🌸: sehat alhamdulullah, mbak ada yg datang mau ngelamar mbak, gimana mbak setuju
Rasy🐇: ahh bercanda banget sihh mama, gak lucu mbak perlu berfikir dulu, mbak harus ketemu dulu ama tu laki mama
Kanaya🌸: iya... deh, mama bilangin ama orangnya, ehh mbak gimana kalau yg ngelamar Dhuha yg itu
Rasy🌸: aaaaaaaaaaaaaaa kalok mas Dhuha pengecualian mama, 1000% mbak terima dengan lapang dada. Kalok dia bilang besok nikah adekkk siap abanggggg
Kanaya🌸: ya... allah segitunya, untung anak kalau bukan udah mama donasikan kamu mbak
Rasy🐇: hahaha mama jang-
Sambungan telpon itu terputus, Dhuha lega luar biasa karena rasy menerimanya. Tinggal menjalankan tantangan pertama dia harus masak. Dhuha memulai dengan menyiapkan bahan2 untuk membuat sayur asem. Kanaya hanya membantu menyiapkan bahanya saja eksekusinya Dhuha yg jalani. Dapur Kanaya yg awalnya bersih jadi berantakan kayak kapal pecah. 1 jam Dhuha berkutat didapur Akhirnya selesai juga dan tentang rasa Dhuha tidak berani menjamin.
Selesai memasak dhuha membersihkan diri dan menuju ke masjid bersama. Sesampainya di masjid Dhuha langsung dipersilahkan untuk azan, suara Dhuha yg merdu menghipnotis semua orang. Tantangan pun dijalankan Dhuha dengan lancar, ceramah Dhuha yg ringan dan tidak menyudutkan orang dapat membuat, jamaah yg hadir terhanyut olehnya. Rasya jangan ditanya bangganya bukan main, mendapatkan menantu seperti Dhuha yg bisa mendidik putri nakalnya itu.
Sesampainya dirumah Dhuha hanya berdiri terpaku diruangan keluarga. Tepatnya tembok yg terpasang foto membuatnya tersenyum. Syaka menghampirinya
" napa bang, senyum2 mulu ini namanya metamorphosis keluarga ilham pramono.
bayangin aja ya genk soalnya author capek, mindahin naskah dari kemaren. fotonya gak author kasi di lapak ini hehehe.
~Yg paling atas foto papa mama masi kecil ampek SMA, lucu banget. gak cuma itu, ono ada foto bang Aska, nahhhhh yg itu foto mbak Kansya yg jelek banget" Syaka
" enak aja, kamu yg jelak dek sembarangan, itu si syaka mana ngedot lagi, yg ini calon istrimu, aduhhh senyum mulu" kansya
" cantik mbak, masi kecil aja cantik gini gak heran besarnya makin cantik" Dhuha
" ahh kalok udah cinta mah beda, Dhuha mbak titip rasy, adek mbak yg cantik, lebay, hebohan, lucu, ceroboh, manja, nakalnya itu loh. Mbak minta kamu bersabar" kansya
" insyaallah mbak, makasi udah mau nerima dhuha" Dhuha
" ayo makan dulu" kansya
Dhuha dan yg lain sudah berada di tempatnya masing2 dengan makan siang dipiring masing. Mereka menikmati masakan yg disediakan. Selesai makan Kanaya mengeluarkan hasil kariya Dhuha. Rasya melotot melihat penampilan masakan Dhuha, Sementara yg buat cuma nyengir. Ibarat tempat makuk itu kayak kota hiro shima yg di bom atom.
Kacang pangang gak dipotong kecil2, jagung segede gaban, labu siam dan cabe juga dalam keadaan yg sama
Rasya menelan ludahnya, dia benar2 kena batunya kali ini. Rasya mengambil sendok mencicipi masakan Dhuha. Wajah Rasya yg tidak bisa ditebak, membuat penasaran.
" kuahnya rasa kobokan, sayuranya masih mentah, ini kayak kubangan lumpurnya lembah tidar" Rasya
" hehehe maaf pa, Dhuha udah peringatin loh" Dhuha ( nyengir tak tega)
(Bersiaplah untuk menyesuaikan volume)
Semua tertawa melihat Rasya yg menderita baik lahir, mau pun batinnya yg meronta butuh pertolongan.
__ADS_1
1 minggu yg lalu Dhuha memberi tahu orang tuanya untuk berangkat kejakarta. Betapa terkejutnya orang tuanya, Dhuha mengatakan ingin melamar seorang gadis. Orang tua Dhuha sempat bertanya siapa gadis itu dan tinggal dimana, Dhuha tidak mau menjawab.
Keluarga besar ruzain bertolak ke kediaman rasy, kurang lebih ada 4 mobil rombongan.
" kanapa bun, masi penasaran sama calon mantu" Dhuha
" iya bang, bunda takut dia bukan gadis baik seperti" Ibu Dhuha
" insyaallah enggak, bahkan bunda kenal sama dia kok" Dhuha
" bang tunggu ini bukanya, asrama MABES ya.." ayah Dhuha
" iya... ayah, calon mertua abang, kebetulan tentara dan tugas di MABES" Dhuha
Orang tua Dhuha dibuat penasaran oleh putranya itu, setelah menempuh perjalan yg lumayan panjang. Akhirnya rombongan sampai dan disambut oleh satria selaku perwakilan keluarga. Mereka duduk ditempat yg sudah disediakan, Kanaya dan Rasya menghampiri keluarga Dhuha.
" assalammualaikum" Kanaya Dan Rasya
"Waalaikumsalam ehhh" orang tua Dhuha
" Akhirnya kita besanan loh bu aisyah" Kanaya
" iya... pak zain" Rasya
" aaaaaaaaaaaa Akhirnya ya... ampun" ibu Dhuha
." ehem tapi enget ya... bunda ayah, jangan kasi tau si kembar, apalagi si rasy" Dhuha
Semua rangkaian acara dijalani Dhuha tanpa rasy. Ibu Dhuha menyerahkan kalung emas sebagai pengikat tali pertunangan

Kanaya membuka kotak itu dan merasa heran bukan cincin melainkan kalung, berinisial "D"
" eh... Dhuha kok kalung sih, bukanya tunangan itu cincin" Prabu
" elo tau apa sih bu, ngelamar anak orang aja masi ragu" zain
" hahaha kasian banget sih elo, tapi kok iya juga" yoga
__ADS_1
" eleh sok ngeledek lo, penasaran nie dedek bang, ngomongnya yg panjang bang" Prabu
" biar setiap rasy buka jilbab inget aku, karena rasy itu milik " D" yaitu Dhuha. Aku mau setiap jengkal dari dirinya itu cuma milik aku" Dhuha ( tersenyum)
Sahabatnya cuma melongo mendengar penuturan Dhuha, yg ajaib menurut mereka Dhuha bisa gombal sedalam itu.
" ini nyata gak sih" zain
" ini beneran Dhuha sahabatnya kita yg dingin, kaku, nyebelin tingkat akut bukan" yoga
" siapapun tolong sadarkan kami" Prabu
" gue aja yg cubit kalian" yoga ( mencubit kedua temannya)
" awwww sakit gila" zain, Prabu
" lebay kalian ahhh, kesambet baru tau rasa dan keliatan bodoh" Dhuha datar
Keluarga besar rasy benar2 melihat bagaimana sifat asli Dhuha yg sesungguhnya yaitu dingin dan datar tapi berkarisma.
" pak ustad, mulut lo ya... jadi ngeri" yoga
" ngapain takut, tiap hari udah ama kita tuh" Dhuha
" ehh jangan main2 ya..." yoga
" siapa yg main2 tu, si prabu lebih dari setan" Dhuha
" si es wahhhh minta dipanasin nie bocah" prabu
" eh mau kemana lo" zain
" mau kekamar mandi, kenapa mau ikut" Dhuha
" ogah" bertiga
Semuanya terkikik geli melihat 4 sahabat yg berbeda karakter itu. Rasya berharap rasy akan bahagia dengan Dhuha. Bagaimana kisah mereka selanjutnya next part ya....
**Tkn. 12 mei 2019**
**Karena permintaan jadi up 2x hahaha... besok senin dan hari kerja jadi kemungkinan sampai weekend baru up tapi tetep diusahain kok, jangan lupa Vottt dan komen makasi 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘**
__ADS_1