JODOH RAHASIA ALLAH

JODOH RAHASIA ALLAH
35


__ADS_3


Sudah 5 hari kondisi Kanaya masih seperti anak 6 tahun, untuk urusan mandi dan ganti baju ada vera yg membantu. Untuk terapi kejiwaan Kanaya ditangani oleh dorkter dari amerika dan prancis yg didatangkan langsung oleh fabio. Rasya hapir setiap waktu berada disamping Kanaya kalau tidak tugas. Jendral dodit dan yg lain masih berada di Haiti, karena kondisi Kanaya yg belum stabil. Jadi belum bisa dibawa pulang ke indonesia, ini juga menjadi kesempatan jendral dodit untuk melihat kinerja angotanya secara langsung.



Kanaya baru saja selesai mandi, handuk yg masih menutupi rambut panjangnya yg masih basah. Baju piyama yg ia gunakan menambah kesan imut



![](contribute/fiction/1381837/markdown/14340501/1601606266779.jpg)



Dodit masuk melihat anak gadisnya yg tengah membaca komik.



"Aduh... anak gadis ayah udah mandi, sini ayah sisirin" dodit



Kanaya tersenyum melihat ayahnya membawa sisir ditanganya. Kanaya membelakangi ayahnya, dodit menyisir rambut Kanaya dengan hati2. Hati ayah mana yg tidak sakit melihat buah hatinya menderita, Kanayanya yg pintar, cerdas, tegas, manja, mandiri, ceria, dan keibuan entah kemana.



Kanaya putrinya itu sekarang seperti princessnya 22 tahun yg lalu. Air Mata menetes tak terbendung, dadanya terasa sesak. Dodit mengikat rambut panjang anak gadisnya itu dengan penuh kesedihan


Kanaya putrinya itu sekarang seperti princessnya 22 tahun yg lalu. Air Mata menetes tak terbendung, dadanya terasa sesak. Dodit mengikat rambut panjang anak gadisnya itu dengan penuh kesedihan



"Dek... udah siap, pakai jilbabnya ayah kerja dulu ya..." dodit



"Ok siappp" Kanaya



Dodit berjalan keluar dengan cepat menghindari Kanaya yg mungkin akan bertanya pada ayahnya itu. Dodit berlari keluar menuju taman yg ada dirumah sakit. Semua orang melihatnya dan mengikuti panglima tni itu, dodit duduk dikursi taman. Ya.... dodit menangis tersedu- sedu, dia benar2 tidak sanggup lagi berpura- pura tegar dihadapan semua orang. Kesan tegas dan wibawa seorang panglima TNI tidak tampak lagi, yg terlihat adalah hati seorang ayah yg sangat rapuh dan begitu terpukul.


Sebuah tangan menyentuh bahunya, tangan itu milik satria. 2 anaknya memeluk tubuh tegap laki2 berusia setengah abad itu yg begitu rapuh. Ayah dan anak itu saling berpelukan diiringi tangis, semua orang yg melihat juga menangis melihat 3 pria dengan usia yg berbeda itu begitu rapuh. Sahabat dodit menghampiri mereka, memberikan semangat buat 3 pria itu.



"Lo pasti kuat suh, gue yakin dengan cinta seorang ayah dan abang, ditambah lagi dengan cinta seorang kekasihnya Kanaya bisa cepat pulih" dika



"Hiks...hiks... aku gak sanggup bang liat Kanaya begitu" dodit



"Sabar le.. lo harus kuat buat Kanaya" indra



"Iya...le gue paham, tapi ayah mana yg sanggup ngeliat putrinya menderita, ingin rasanya gue aja yg gantiin anak gue le" dodit



"Kita paham le.. lo gak sendiri kita ada buat lo ok" dedi



"Iya makasih kalian udah ada buat gue" dodit



Mereka para jendral itu berpelukan saling menguatkan satu sama lain. Begitu juga para genk tentara itu juga menbentuk lingkaran sendiri berpelukan, untuk saling menguatkan satu sama lain. Semua orang yg melihat merasa terharu melihat 4 jendral dan 8 perwira tni itu begitu kompak.Β Β 


__ADS_1


Abang2nya masuk keruangan Kanaya, gadis cantik itu sedang tertidur pulas. Wajah polos tanpa makeup menampakkan kecantikan alami seorang Kanaya. Namun ada yg aneh kenapa Kanaya tidur dibawah dengan kasur yg disusun muat untuk 6 orang dewasa. Kanaya berada ditengah membuat Abang2nya ikut bergabung urutannya fitra, satria,Kanaya javin dan putra. Abang beradik itupun melesat kealam mimpi, dodit yg melihat itu langsung memfoto anak2nya yg sudah dewasa. Ia langsung membuatΒ  Instastory pada akun IGnya



Ayo.... para readers aku yg maniss berhayal hahahaπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…



6580 suka dan disukai oleh Sania\_S


**Jend.dodit-s**: *masyaallah gak nyangka anak2ku udah pada gede dan udah kasi cucu, si bungsuku adek naya cepet sehat nak... ayah Sayang kalian😘😘*



Komentar:


**J. Indra-p**: *semangat besan, semoga allah selalu memberi rahmat dan kekuatan*


**J.purn dika-p**: *semangat suh, komando*


**J.dedi-c**: *semangat le, kita ada buatmu le*



Kira2 begitu komen dari mereka yg melihat postingan panglima TNI itu, yg dikenal bersahaja dan Sayang keluarga.



β—Žβ—Žβ—Žβ—Žβ—Žβ—Žβ—Žβ—Žβ—Žβ—Žβ—Ž


Skipp 1 minggu kemudian



Kanaya hari ini diajak berkeliling markas garuda XXXII-B, tujuanya adalah mengingatkan Kanaya dengan kejadian sebelum penyandraan. Tentang Rasya dia masih menganggap laki2 itu sebagai om ganteng dan baik hati. Rasya turut mendampingi Kanaya, mata gadis itu sengaja ditutup dengan kain bertujuan agar Kanaya tidak melihat banyak orang yg terluka, yg akan membuatnya kembali histeris.



Rasya bagaikan seorang pemandu wisata edukasi, yg menjelaskan tentang fungsi dan kegunaan semua alat dan bangunan. Kemudian Kanaya diajak dengan berinteraksi secara lebih dekat, dengan anggota TNI yg cukup banyak jumlahnya. Awalnya Kanaya merasa takut dengan apa yg ia hadapi, tapi tidak berlangsung lama ia menyunggingkan senyum manisnya.




Kanaya bingung sendiri melihat kegaduhan itu, ia berdiri melihat ayah, abang dan teman2nya yg juga membantu. Luka pasien korban kecelakaan itu rata2 mengalami luka ringan.Β  Tiba2 dari terdengar suara teriakan seorang perawat.



"Dokter.... pasien sesak nafas" suster kikan



Tapi tidak ada yg mendengar Karena mereka sibuk mengurusi pasien lain. Kanaya memegangi kepalanya yg pusing, ada banyak suara yg ia dengar. Rasya mendekati calon istrinya itu yg menahan sakit



"Dek... kamu gak papa" Rasya



"Ahhh kepala adek sakit mas..." Kanaya



Degg



"Apa Kanaya manggil aku "mas " ahhh " batin Rasya



"Dokter....dokter" kikan

__ADS_1



Kanaya berlari menghampiri pasien itu diikuti Rasya, dia mengambil stetoskop dan mengarahkan kedada pasien. Semua orang tercengang melihat Kanaya.



"Dokter.... pasien sesak nafas" suster kikan



"Tekanan dara, suhu tubuh pasien ini berapa" Kanaya



"Ahh iya dok, tekanan darah 90, suhu tubuh 30Β°" kikan



"Sepertinya tulang rusuknya patah dan terjadi pendarahan, berikan sarung tangan padaku kikan" Kanaya



Kikan berlari mengambil apa yg diperintahkan Kanaya, Rasya dan yg lain tersenyum karena Kanaya mereka telah kembali.



"Mas bisa bantu adek" Kanaya



"Ahh iya... Sayang, mas siapp"Rasya



"Issss.. sok ganteng banget, awas jangan takut loh... pake sarung tangannya calon suami" Kanaya



"Ok siapp nyonya Rasya, i love you" Rasya



"Dasar gembel aja kerjaannya, kikan...bantu cowok playboy ini ya...." Kanaya



"Dek.... jangan mulai dehh" Rasya



"Hehehe Maaf... mas Rasya yg ganteng, tapi masi gantengan song jongki" Kanaya



" kok gitu... wahhh" Rasya



" ibu dan bapak bisa kita" kikan



Kanaya menyayat sedikit dibagian dada pasien, kemudian memasukkan selang infus yg ukurannya 2x lebih besar. Kemudian menyuntikkan cairan infus agar darah dapat mengalir keluar melalui selang yg dipasang. Darah yg sudah dapat keluar membuat jalan pernafasan pasien kembali. Pekerjaan Kanaya selesai dengan dibantu Rasya berjalan dengan baik.



Rasya memeluk Kanaya dengan sangat erat, kemudian ayahnya yg berlari menghampiri dirinya yg tersenyum. Hari ini merupakan hari bahagia bagi keluarga besar tim medis, pasukan garuda XXXII-B dan keluarganya.



**Tkn. 12 maret 2019**


**Mohon maaf jika dalam penulisan bidang medis tidak sesuai. Maklum bukan orang kesehatan dan untuk kasus pasiennya terinspirasi dari drakor emergency Couple. Jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘😘😘😘** 

__ADS_1



" baru sampek sini di Copypast ama si dia dan aku kasi kelanjutannya jangan lupa tekan tanda πŸ‘ dan ramaikan dalam kolom komentar, adeh... ternyata mengcopat itu sulit hahaha... semangatt"


__ADS_2