
※※※※※※※※♡♡♡♡♡※※※※※※
Saat ini Dhuha berada di kapal, kenapa bisa karena saat zain dan yoga mandi Dhuha langsung tancap gas ke pelabuhan. Entah bagai mana caranya mereka bisa menyusul Dhuha ke pelabuhan. 3 jam perjalan mereka lewati Akhirnya sampai juga. Dhuha benar2 terkejut melihat orang yg menjemput dirinya. Ya... saudara2 rasy sudah berada di pelabuha
" mau kemana kamu gak ngajak2" aska
" gimana sih janjinya kamu yg mau bawa helicopternya, ehh malah bawa motor" gio
Dhuha hanya diam saja, dia malah mengambil HPnya. Semuanya malah bingung dan jengkel karena diabaikan oleh Dhuha. 3 sahabat Dhuha cuma senyum doang, begini dia kalok udah marah gak peduli. Wajah datar dan sikapnya yg dingin cendrung tanpa ekspresi, Membuat semua kalang kabut.
Dhuha: mmm dimana anda sekarang Bapak camat yg terhormat ( semua orang kaget dengan ucapan Dhuha)
..................
Dhuha: tidak usah banyak bicara, saya ingin bertemu dengan anda sekarang
..................
Dhuha: bagus kalau begitu, semakin sepi tempat itu semakin baik, jadi beri tau aku dimana
..............
Dhuha: baik, tunggu aku disana bapak camat yg terhormat bibbb
Dhuha langsung menghidupkan motornya, semua kalang kabut mengikuti Dhuha. Mereka semua sampai dilokasi pantai yg sepi sore ini. Dhuha berbalik dan memandang semua orang yg mengikutinya.
" saya mohon jangan ikut campur, dalam masalah ini tataplah disini" Dhuha
Mereka cuma mengangguk saja tapi, ada tim yg sudah stay di sana. Dhuha menghampiri kamil yg berdiri menghadap lautan dengan sombongnya.
" ehemm" Dhuha
" ohh jadi anda yg namanya haidan yg katannya ( tertawa kecil mengejek) tunangan dek rasy" kamil
" ya.... itu saya Bapak camat, yg biasa aja ternyata" Dhuha
" jadi ada perlu apa, anda menemui saya" kamil
" jadi saya hanya memperingatkan anda agar tidak MENGGANGGU DAN DEKAT2 DENGAN TUNANGAN SAYA. Saya rasa itu sudah cukup jelas" Dhuha ( dingin dan datar)
" anda lucu sekali, dek rasy sendiri bilang dia tidak ada pacar, jadi anda tiba2 bilang bahwa tunanganya" kamil
Sementara penonton udah pada serius menyaksikan sinetron kejar tanyang itu. Mereka benar2 ngeri liat situasi itu.
" ahh anda salah paham sepertinya( tertawa sinis) tentu saja rasy akan jawab tidak ada pacar, tapi jika snda tanya calon suami dia pasti jawab sudah punya. Jadi jangan dekati rasy lagi" Dhuha
" hah... apa pekerjaanmu" kamil
" aku guru" Dhuha
" apa yg bisa kau berikan dengan gaji kecilmu itu, aku dengar keluarga rasy juga orang susah, jadi betapa beruntungnya mereka punya menantu sepertiku, rasy aku yg akan menopang kehidupannya dan keluarganya yg miskin. Keluarganya pasti beruntung sekali karena aku menaikkan derajat keluarganya. Sementara kalau dengan dirimu, untuk makan saja susah apalagi belanja. ahh apalagi ayahku bertugas di korem xxx lebih tepatnya beliau danremnya. Ahhh kau enyahlahh dan" kamil
Buggg... buggg
Dhuha meninju rahang kamil, kalau tidak di pegangi oleh tim pengintai sudah dipastikan kamil akan hancur. Bukan hanya Dhuha yg marah tapi semua yg ada disana juga begitu, tapi mereka menahannya.
" tutup mulut kotormu itu brengsekkkk, jangan coba2 denganku keparat, lepaskannn" teriak Dhuha
" awwww... issst kau beraninya memukulku, Ingat jika kau benar tunangan rasy, bawa keluarganya dihadapanku" kamil
" lepas... akan aku patahkan tulangmu brengsek, kauuu heh... mau kemana jangan pergi" teriak Dhuha
Ya... kamil pergi dari situ dengan luka sobek di bibirnya, Dhuha mengamuk tak terkendali 3 orang marinir tidak mampu memeganginya. 3 sahabatnya menghampiri Dhuha yg tengah memaki2 kamil.
" dasar brengsek beraninya dia menghina keluargaku dan istriku, keparat..... kembali kau..." teriak Dhuha menggelegar
__ADS_1
" broooo tenang ok" yoga
" hey.... tenang, jangan emosi" Prabu
" lo bilang tenang heh... dia hina keluarga gue, mertua gue, dan istri gue bangsatttt" teriak Dhuha
" astagfiullah halazim, ngucap Dhuha inget jangan dikuasai sama amarah"zain
" astagfirullah halazim ,hufff... laila hailallah" Dhuha berulang kali berucap
Dhuha terduduk di pasir dengan mencoba meredakan amarahnya, yg tak terkendali. Semua orang menghampiri Dhuha dengan senyum yg menguatkan
" ini minum dulu" keano
" siap bang, makasi" Dhuha
"astagfiullah halazim hufff....laila hailallah Muhammadur rasullullah....huffff, ya...allah apa yg hamba lakukan, subhannallah redakan amarah hamba ya... allah" Dhuha
Dhuha menutup matanya dan menghembuskan secara perlahan. Tak lama terdengar notifikasi azan di HP Dhuha menandakan sholat ashar. Dhuha bangkit dan melankah kebibir pantai, semua orang tak melepaskan pandanganya dari Dhuha. Sahabatnya langsung melepaskan sepatu untuk berwudhu.
" eh... aku mau tanya emang boleh air laut buat wudhu" kinos
Plakkk
" aduhhh bang sakit pala gue" kinos
" makanya jangan cewek aja yg dipikirin, malu ama panggkat letda lo" nando
" air laut itu sifatnya suci lagi mensucikan, maka diperbolehkan berwudhu dengan air laut kinos" Dhuha
" ngerti lo ( kinos menggeleng) udah Dhuha percuma aja ngomong ama model beginian" nando
" adehh kalian kalok ngumpul ribut mulu ( Dhuha tersenyum), Dhuha kamu yg jadi imam" aska
Dhuha membuka baju kemejanya sebagai alas ketika sholat. Mereka sholat dengan sangat khusuk, Dhuha juga melantunkan doa dengan sangat syahdhu dengan suasana yg mendukung.
Hari ini di sebuah restoran bintang 5 berkumpul 4 pensiunan jendral, 8 jendral muda, dan 25 perwira muda tanpa Dhuha. Tempat itu seperti sedang ada pertemuan militer berbaju PDH lengkap dengan lencananya. Pintu terbuka membuat semua orang diam, fokus melihat 2 orang yg berdiri menatap bingung.
Ya.... Dhuha mengirimkan pesan pada kamil bahwa ia mengundang kamil dan keluarganya, lebih tepatnya ayahnya untuk makan siang dan kamil setuju, maka disinilah mereka. Dhuha yg masih bertugas meminta tolong pada prabu untuk menjamu kamil dan ayahnya.
" ini gak salah tempat kita nak, kok ada jajaran petinggi MABES disini" ayah kamil
" gak tau pa, tapi bener ini alamatnya" kamil
" eh... ini pak kamil benar( menganguk), ohh sudah di tunggu kebetulan udah mau makan ini" Prabu
" ayo mari **dinik mati**" zain penuh penekanan tapi senyum
Mereka menyantap makan siangnya dengan diselingi obrolan yg tidak jauh2 dari dunia militer. Sudah 1 jam Dhuha juga belum keliatan batang hidungnya. Tak lama datang 2 orang dengan gaya kantoran, yg seperti kebingungan mencari seseorang.
__ADS_1
"Maaf bapak ibu ini cari siapa ya..." dirga
" oh iya pak, kita lagi cari pak Haidan tadi katanya disini, tapi kayaknya kita salah alamat" alfin
" Haidan siapa ya... soalnya adek ipar kita namanya agak sama" Prabu
" Dhuha Haidan Ruzain pak" arisa
" ohh ya... gak salah, mungkin bentar lagi nyamek, duduk dulu" prabu
" ohh saya Alfin pratama teman pak Haidan dan ini Arisa Anggraini " Alfin
Semua orang terkejut, apa lagi ini begitu banyak rahasia dari seorang Dhuha. Bukan hanya keluarga rasy bahkan, sahabatnya saja terkejut.
" ris ambil berkas2nya bawa kemari ya" alvin
" baik pak" Arisa
Risa datang membawa banyak berkas dengan maps, risa dan alvin sibuk sendiri seolah tempat itu kantornya. Tak lama pintu terbuka menampilkan sosok tampan dengan baju PDH pres bodynya. Kaca mata yg bertengger menambah ketampanannya, senyum yg bertengger membuat orang klepek2. Dhuha menyalami satu2 yg hadir, sampai pada kamil yg membeku melihat Dhuha dengan seragam TNI AU berpangkat Kapten.
Wajah Dhuha yg awalnya ramah tapi begitu melihat kamil, langsung dingin, datar, dan tatapan tajam. Senyum sinis Dhuha di balas dengan kamil yg juga tersenyum sinis, cendrung mengejeknya.
" anda sudah datang rupanya" Dhuha
" kau fikir aku takut, dengan mengumpulkan teman2mu, kau salah besar Haidan, aku curiga jangan2 baju ini ( kamil menunjuk dengan matanya) beli di tanah abang hah..." kamil
" kau...." Dhuha
Wohooooo akankah ada perang lagi next part gesss, Mudah2an bisa double up deh, tapi gak janji😅✌
**Tkn. 25 mei 2019**
**Jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘😘😘😘😘😘😘😘**
__ADS_1