
※※※※※※※※♡♡♡♡♡※※※※※※
Hari ini adalah hari dimana diadakannya apel persama dan BAKSOS anggota TNI. Dhuha sudah berada dilapangan dengan mengecek semua anggotanya sebelum apel. Dhuha merasa ada yg memperhatikanya dari tadi,tapi ia abaikan saja. Semua tamu kehormatan sudah hadir mulai dari pensiunan jendral beserta istri yg entah ada angin apa ikut serta, 8 jendral muda dan perwira tinggi lainnya. Rasya terus memperhatikan Dhuha dari kejauha.
" ehhh suh... bisa mati anak orang lo plototin begitu" satria
" waduh asikk akan ada drama cuy" javin
" eh... bang itu bukannya anak lo tu si prabu, panggil gih" hendra
" ohhh.. gue panggil dia, tapi lo kok merentah gue kampret" javin
" hehehe maaf komandan" Hendra
Semuanya tertawa melihat 8 jendral muda yg kocak itu dengan keunikan masing2. Prabu menghampiri papanya dan memberi hormat.
" dek yg disana itu temen kamu kann" Javin ( menunjuk Dhuha)
" iya... namanya Dhuha pa, kenapa emangnya pa"
" bang satria lo printahin gih, si Dhuha itu yg jadi DANUP( komandan upacara) hari ini" javin
" tapi pa... gak bisa gitu, semua udah diatur, yg jadi danup bang keano( anak putra)" prabu
" biar pakde yg ngomong, panggil kemari abangmu, kalok dia gak mau, apa mau ngelawan pakde fitra yg jelas2 KASAU atau mau dijewer ama pakde satria , ngelawan panglima dia " putra
" iya.... siap pakde, adehhh ini kalok keluarga semua yg mimpin, repot banget " prabu
" kenapa prabu" fitra
" siap gak ada pakde" prabu
Semua tertawa melihat tingkah prabu, tak lama prabu datang bersama keano yg merupakan anggota TNI AU berpangkat mayor. Putra langsung membisiki anaknya, sebuah senyum terlihat membuat Prabu bingung.
" sini mana HP mu dek" keano
Prabu memberikan HPnya pada keano, tapi yg membuatnya heran abangnya itu menyimpannya disaku celananya.
" denger HPmu abang sita dan kamu harus ngikutin abang kemana punabang pergi, sampai abang suruh berhenti klok perlu bobok bareng" keano
" gila konspirasi apa ini, wahh ada yg gak beres" Prabu
__ADS_1
Keano langsung menarik prabu untuk menemui Dhuha, rasa bingung menghinggapi hati prabu. Dhuha yg tengah menyiapkan anggotanya , terkejut akan kedatangan senior dan sahabatnya itu.
" siap ndan, ijin petunjuk" Dhuha
" ah... iya, hari ini kamu yg jadi danup, ini perintah langsung dari KASAU dan temanmu ini saya sita beberapa hari jangan diganggu ya.." keano
" siap laksanakan" Dhuha
" aaaaaa satu lagi, setelah acara ini kamu keruang rapat " keano
Dhuha hampir saja tertawa melihat Wajah melas sahabatnya itu. Disana tidak hanya mereka bertiga tapi kedua sahabatnya yg bingung. Acara berlangsung lancar padahal Dhuha belum ada latihan sebelumnya. Setelah acara selesai Dhuha langsung berjalan menuju.
Diruang rapat sudah dipenuhi orang berbaju loreng dari mulai kopasus, au, ad, al. Prabu yg berada disana bingung soalnya 8 jendral dan 4 kakek. Tapi ada sepupu dan ini mereka:
~ mayor febri dan kapten aqil TNI AL ( anak rafi abang dari Rasya)
~ letkol surya dan mayor keano TNI AU ( putra abang Kanaya)
~ mayor naufal AU( fitra abang Kanaya)
~mayor yudha dan kapten Prabu ( javin abang Kanaya)
~ mayor nando dan lettu dirga KOPASUS (fitra abang Kanaya)
Duha dipersilahkan duduk, tidak ada kata2 yg terucap dari semua orang, kecuali tatapan intimidasi. Dhuha benar2 gugup pada situasi ini bayangkan, ada 4 mantan jendral yg luar biasa, 8 jendral yg masih aktif dengan posisi penting di kesatuan masing2 dan perwira muda. Ditambah ada jendral satria sumantri.
" tunggu, panglima itu..... si kampret Prabu, gue butuh penjelasan elu" Dhuha ( menatap Prabu)
" Maafin gue Dhuha, gue gak tau apa2" Prabu ( ngomong tanpa suara)
1 jam tidak ada yg bicara satu patah kata pun, tapi Dhuha teraplah Dhuha yg berwajah santai, tapi hati siapa yg tau.
" ehem... saya dengar kamu itu cowok yg disukai rasy" satria
" hah... siap iya ndan" Dhuha
Prabu terkejut setengah mati dengan Apa yg baru saja ia dengar, ternyata nyonya Dhuha itu adalah rasy adik sepunya.
" dan kamu nolak dia" fitra
__ADS_1
" kamu tau, rasy itu siapa" putra
Dhuha menggeleng
" cari mati" nino, hendra, jafran, javin
" rasy itu calon menantu saya, calon istri aska anak saya" Rasya
Semua orang terkejut setengah mati apalagi aska, tapi semua bersikap biasa dan mengikuti permainan. Rasya bicara ranpa ekspresi dan suara yg keras
" kamu tau, gara2 kamu dia nolak anak saya tapi ternyata kamu nolak gadis itu luar biasa. Saya dan papa rasy menjodohkan mereka, tapi kamu merusak segalanya. Coba kamu lihat anak saya sampai kurus mikirin ini ( hampir saja mereka tertawa gimana kurus, orang badan aska udah kaya gorila gitu). Sehebat apa kamu sampai seorang gadis, merendahkan dirinya dihadapan kamu karena tidak bisa menahan cintanya ( Dhuha terenyuh). Biasanya laki2 yg seperti itu apa salahnya kamu terima jadi pacar agar hatinya senang, saya tidak terima dan akan meneruskan perjodohan ini. Walau rasy tidak setuju dan mengancam dirinya, untuk pergi sejauh mungkin dari kami Dan saya tidak pedul-" Rasya
Belum habis Rasya bicara Dhuha memotong ucapannya, yg membuat Rasya tersenyum dalam hati.
" Maafkan saya ndan, karena diakibatkan saya perjodohan ini rusak. Sesungguhnya saya tidak berniat sedikirpun untuk ini, memang awalnya saya tidak ada perasaan apapun tapi, karena perhatianya cinta itu tumbuh. Saya tidak menyadari sampai rasy dijemput oleh laki2 berseragam, membuat saya sesak sakit, dan marah. ( Dhuha menghela nafasnya sebentar)
Bukan hanya rasy yg menderita tapi saya juga, dan 2 minggu ini saya sholat istiharah dan jawabannya. Adalah wanita yg akan saya nikahi bukan untuk saya pacari ( Rasya mengepalkan tanganya karena marah). Wanita itu insyaallah baik dan dapat menjadi istri juga ibu bagi anak2 saya di-" Dhuha
" jadi maksut kamu rasy mantu saya bukan gadis baik2 begitu" bentak Rasya
" saya tidak bilang begitu ndan, tapi calon istri saya ini wanita yg spesial dihati saya. Dia yg berhasil menjungkir balikan hidup saya, wanita itu adalah RASY. (semua orang tersenyum dalam hati) saya akan melamar dia langsung pada kedua orang tuanya ndan. Karena saya tidak mau menunda sesuatu yg baik, tentang kuliahnya akan tetap berjalan setelah kami menikah, karena itu menjadi tanggung jawab saya. Sebaiknya bang aska kita bersaing dengan sehat itu saja." Dhuha
" saya akan mundur Dhuha, untuk apa saya bertahan kalau semua paksaan. Saya serahkan rasy padamu didik dengan baik" aska
" insyaallah bang, makasi sudah mau mengalah bang" Dhuha
" jadi alasan kamu tidak menerimanya, karena kamu gak mau pacaran" Rasya
" siap iya... ndan, sudah sewajarnya laki2 yg melamar bukan wanita. Saya juga perlu waktu untuk curhat dan menerima jawaban dari allah. Sekarang saya 1000% yakin dengan perasaan saya, tentang rezeki mungkin saya tidak sebanding dengan bang aska. Tapi insyaallah semampu saya akan menghidupi istri dan anak saya. Ya... walau kehidupan kami nantinya tidak seperti orang, ya... seperti kita ndan" Dhuha
" baik lusa kamu datang kerumah dinas saya, karena disana akan ada orang tua rasy juga. Jadi kamu saya tantang lamar rasy didepan saya, secara kesatria artinya kamu datang sendiri" Rasya
" siappp ndan" Dhuha
" prabu kamu saya liburkan sampai lusa dan menginap dirumah saya" Rasya
" siap ndan" prabu
Semua orang pergi meninggalkan Dhuha sendirian yg , lemas namun lega bersamaan. Apa yg terjadi berikutnya next part
Tkn. 11 mei 2019
__ADS_1
Selamat menunaikan ibadah puasa, kalok buka puasa jangan lupa baca doa ya.... jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘😘😘😘😘
ya....ampun tangannya pegel ya....allah, dedek capek mindahin cerita ini😭😭