JODOH RAHASIA ALLAH

JODOH RAHASIA ALLAH
52/53


__ADS_3

※※※※※※※※※♡♡♡♡※※※※※※※


Tugas yg diemban Dhuha sekarang penuh tanggung jawab, tidak hanya sebagai ayah dan suami. Dhuha harus pintar membagi waktunya antara keluarga dan negara. Wajah lesunya hilang terpampang ketika dia melihat, 2 putranya dan putri kecilnya sekarang usia 18 bulan, yg lagi aktif2nya. Rayhan dan Danish sedang mengerjakan PR, Sementara Riza tengah sibuk ngerecoki mamanya lagi masak. Karena para jompo akan datang malam ini.


Dhuha berjalan tanpa suara, memperhatikan mereka yg asik sendiri. Tentang para jompo mereka, entah bagaimana caranya bisa pindah ke jakarta 6 bulan yg lalu. Membuat Dhuha pusing sendiri, tapi senang karena anak asuhnya berkumpul. Pusingnya Dhuha mereka merayu ayahnya setelah 1 minggu berada di barak bujang,Untuk tinggal dirumah.


Mereka enggan tinggal dibarak bujang, alasannya tidak ada air, makanannya gak enak, panas gak ada AC, banyak nyamuklah.


Dhuha memberikan jeweran dan ancaman, karena terlalu banyak alasan yg gak masuk akal pilih tinggal dibarak pulang 1 minggu sekali atau SATGAS ke papua. Mereka pilih tawaran 1, balik lagi ke rumah. Perlu diketahui para jompo itu, adalah manusia spesial yg siberikan rezeki masuk tentara. Mereka adalah anak panti asuhan yg tidak tau siapa orang tuanya, itu alasan kenapa mereka manja dengan rasy dan Dhuha.


" ta....ta...ta.ta.." Riza


" masyaallah adekkkkk, bisa keriting rambut mama kalok gini, jangan diturunin dong Sayang, " rasy


Riza mengambil barang2 dapur yg untungnya berbahan plastik, yg bisa digapai oleh tubuh mungilnya. Meletakkannya dimana- mana membuatnya girang kesana kemari berjalan yg masih kadang lancar dan terjatuh. Tapi anak itu tidak menangis, justru tertawa melihat mamanya ngomel. Dhuha tersenyum geli melihat 2 bidadari tersayangnya itu, yg 1 masi sibuk beresin, yg 1 sibuk buat serak bener2 pemandangan yg sangat lucu menurutnya.


" adek...dengerin mama. Mau mimik..." rasy


" ta....ta...ta.ta.." Riza


" kalau mau mimik... harta karun mama jangan diturunin ok, "rasy


"Ma....ma...ma..." riza


Rayhan dan Danish gak perduli alias sibuk sendiri dikamar mereka, biasanya setelah buat PR tidur terus main dengan anak2 yg ada di yon.


Riza berlari kecil udah kayak boneka, kecil banget udah bisa jalan. Riza masuk kamar mandi Sementara rasy berlari mematikan kompor


"gak boleh main air nanti masuk angin, aduh... inikannn" rasy


"Pa....pa...pa.... hihi" riza ( nyengir dan tetawa buat gemes)


rasy meringis dan Dhuha melongo, gimana enggak dengan badan mungilnya yg lincah.



Riza merendam harta kebanggaan dan kesayangan papanya, dengan senang hati.

__ADS_1


Tara...........


Lencana yg disimpan dengan sangat baik dan hati2 kok bisa, ada ditangan bocil ( bocah cilik) itu. Dhuha mendekati benda2 itu dengan lesu dan mengambilnya dengan wajah miris, super kecewa mendalam.


" astagfirullah ini kok bisa disini, ya....allah sabarkan hamba, ini....ini ahhh papa dapetin lencana ini taruhannya nyawa loh nakkk ahhh" batin Dhuha


Dhuha menatap lencananya kecewa, dia hanya diam tanpa kata memungut lencananya. Sementara rasy hanya bisa menelan ludahnya


" ya.... allah mati gue... kok tu koin kebanggaan suami gantengku, ada sini sihhh aduhhh nie pasti kerjaannya 2 bocil tingkat kepinterannya akut bangettt, ****** lo rasy.... habis lo ama kanebo kering di depan elo ini, yg sialnya manusia paling lo chiiiiinnnntahhhh. Aduhh ini lagi sipendek peri kecil, mungil, prikitiww malah ketawa ngeledek untung syayang" rasy


Dhuha hanya diam dengan Wajah datarnya menjemur lencananya, rasy udah merinding dibuatnya. Rasy hanya menunduk sambil menggendong riza yg menyusu, air matanya sudah mulai jatuh tapi ditahan sekuat tenaga.


" mas... maaf rasy salah, udah ceroboh, lalai, dan gak tanggung jawab gak liat2. Maaf mas rasy gak bisa jaga anak2 dengan bener, rasy ce-" rasy


Belum habis rasy ngomong sebuah rangkulan hangat, ia rasakan dari suaminya. Dhuha mengecup kening, hidung, pipi, dan bibirnya.


" gak apa2 ma, papa gak marah kok sama mama, gak usah dipikirin, kannn udah papa jemur beresss. Papa yg minta Maaf gak bisa bantuin mama jaga anak2, kasian istriku ini capek ya...( rasy menganguk) ya... udah istirahat biar papa bantu beres2 ok" Dhuha


" Gak usah pa, biar mama aja papa gendong adek aja, tar kalok mama udah selesai biar si adek mandi" rasy


" ya.... udah kita mandi bareng, oke my baby girlnya papa ( riza girang), bawain handuk aja ma sama baju papa, yg kaos sama celana selutut aja" Dhuha


" aduhhh wanginya anak mama, siapa yg mandiin" rasy


" pa...pa...pa" riza


" papa wangi gak dek" rasy


Riza mengusel dileher Dhuha membuat pria tampan bapak dari 3 orang anak itu geli. Rasy bedecak sebel mendengar pertanyaan ngeledek suaminya.


" mama wangi gak dek"Dhuha


" jangan gitu pa, walau belum mandi masih tetep wangi tau" rasy kesel


Riza mendekati mamanya dan menampilkan wajah, yg membuat papa dan mamanya gemas setengah mati.


__ADS_1


" uhhh... auk....auk...ma...ma" riza


Dhuha dan rasy yg sudah rapi duduk di taman belakang, mereka heran kok rayhan dan Danish gak keliatan. Mereka menghampiri Anak2nya yg ternyata sudah tidur. Dhuha dan rasy terkikik geli melihat 2 putranya yg memakai baju PDL milik Dhuha, yg kebesaran ditubuh 2 pria ganteng itu. Rasy membangunkan putranya untuk mandi dan sholat ashar.


Malam harinya semua berkumpul di ruang tv yg disulap setiap weekend, jadi ruang makan. Canda, tawa, sesi curhat2an mengiringi keluarga itu. Para jompo saling melirik satu sama lain.


" udah biar ayah aja yg ngomong ( semua bernafas lega), jadi mama anak2mu ini terpulih menjadi duta PBB untuk misi pedamaian dunia. Mereka akan tempatkan di Sudan selama 1 tahun lebih.( rasy hanya diam menatap anak2nya yg tertunduk) dan papa juga ikut dengan mereka" Dhuha


Mereka semua mentap Dhuha tak percaya dan yg ditatap horor itu cuma terkikik geli.


" ayah yg menjadi Danyon sadewa mereka disana" Dhuha


" serius yahhh" jompo


"Iya ... apa kalian fikir ayah gak tau, kalian semua ikut tes, ayah biarkan kalian mampu apa tidak, ternyata berhasil dan ayah bangga( mereka tersenyum termasuk rasy). Jadi jangan buat ayah dan bunda malu disana, " Dhuha


" paham ayah, siapp" jompo


"ayah diam2 melihat kalian pelatihan di pusat pelatihan misi perdamaian dunia, itu yg membawa ayah jadi ikutan berangkat. Keseringan nengokin kalian jadi ya... gitu" Dhuha


Mereka tersenyum karena ayahnya yg begitu Sayangnya pada mereka, yg bukan siapa2.


" bunda juga bangga dan tenang karena ayah gak sendirian disana, jagain ayah ya.... dan kalian para laki2 terhebatku. Pergi baik2 aja dan pulang baik2 aja, jangan lupa bawa penghargaan yg akan bunda sematkan didada kalian semua, dengan rasa bangga" rasy


Para anak laki2 rasy dan Dhuha itu memeluknya dengan tangisan haru, termasuk 3 adik mereka yg membagikan tisu pada abang2nya itu.


" rayhan juga mau kayak Abang2 ama papa, jadi tentara bisa nolong orang banyak" rayhan


" Danish juga, pasti keren banget pake baju tentara" Danish


" iya... dong harus dek" jompo


Rasy dan Dhuha tersenyum bangga memiliki anak2 seperti mereka. Rasy jangan ditanya antara bangga, senang, dan sedih karena akan ditinggal tugas oleh suaminya, dalam jangka waktu yg cukup lama. Rasy harus tegar menghadapi situasi terburuk srkalipun. Next part.....


Tkn.15 September 2019


Mohon Maaf lama up ya... soalnya autor yg cantik ini ehemmm sibuk ahay....

__ADS_1


Soalnya adek sepupu wisuda jadi kita hadir dehhhh... dan baru pulang kemarin.... jangan lupa Vottt dan komen makasi


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2