
※※※※※※※♡♡♡♡※※※※※
Sudah 1 minggu rasy dan Dhuha sampai, waktu 1 minggu itu dimanfaatkan dengan beres2 rumah baru. Sudah banyak anggotanya yg datang beramah tamah. Disinilah mereka diaula batalyon xx garuda makasar, dalam upacara penyambutan Dhuha sebagai wadanyon disana.
Dhuha yg menggunakan seragam PDL birunya menambah ketampanan seorang Dhuha, ditambah dengan pankat mentereng dipundaknya. Rasy dengan baju PIA membalut tubuhnya, dengan menggendong rayhan yg lucu dan tampan. Semua orang memandang kagum rasy, biasanya para istri perwira tidak mau repot. Mereka lebih memilih menyewa babysister, ketimbang harus repot membawa bayi. Tapi tidak dengan rasy yg benar2 luar biasa dan sikap Dhuha yg romantis, membuat siapapun iri.
Rasy dan Dhuha berjalan masuk gedung begitu mesra membelai putranya yg sedikit rewel. Mereka duduk dan disambut oleh istri wadanyon.
" ya...ampun dek Dhuha, sikecil juga dibawa" ibu ruli
" ah...iya mbak, agak rewel dia, mungkin terkejut ada banyak orang" rasy
" kenapa gak pakek babysister aja, repot tau... kalok musti dibawa" bu ruli
" ahhh sayanya yg memang gak mau mbak, karena ini udah jadi tugas saya menjadi ibu. jadi gak ada yg namanya repot untuk anak, justru disini nikmatnya hehehe" rasy
Dhuha tersenyum bangga dengan jawaban rasy yg diplomatis. Sementara letkol ruli merasa kagum pada istri wakilnya itu.
" ayo... sini duduk dulu, gantengnya.... siapa namanya dek" bu ruli
" hahaha... bisa aja mbak, namanya Rayhan Alfatih Ruzain, pangil rayhan aja bude" rasy
" ya... ampun nak....gemes banget, bude gendong dong" bu ruli
Rasy menyerahkan rayhan pada ibu danyon itu, bu ruli cerita bahwa anaknya udah pada gede2. Jadi agak sedikit kaku waktu gendong rayhan. Dhuha dan wadanyon hanya tersenyum memberhatikan interaksi keduanya, begitu akrab padahal baru pertama kali bertemu. Semua itu karena sifat bu ruli yg terkenal kiler dan bermulu tajam, terhadap para istri anggota suaminya.
" gak nyangka saya pak mayor Dhuha, ternyata istri saya bisa cepet akrab sama orang. Biasanya ehhh... susah pada takut anggota ama dia" letkol ruli
" hahaha... bisa aja komandan, o...iya panggil Dhuha aja ndan, kalau komandan mangil begitu berasa tua sayanya" Dhuha
"Kalau begitu panggil saya bang ruli, kita cuma beda 15 tahun kok, hahaha" letkol ruli
Acara berlangsung lancar dan Dhuha merasa bangga memandang istrinya, memberi sambutan. Rayhan jangan ditanya sama siapa, bayi tampan itu begitu anteng digendongan ibu Danyon. Semua mata tertuju pada pasangan orang tua baru itu, Sementara penampilan hiburan dari ibu2 PIA yg lagi nyanyi diabaikan.
Dhuha membantu rasy yg sedang menenangkan rayhan yg rewel, karena bayi itu haus. Dhuha sibuk membantu rasy yg akan mengusui dengan mengambil selendang, untuk menutupi hal2 yg sangat pribadi. Rayhan yg tengah menyusui sedikit terganggu karena ulah papanya, yg terus mencium kepala dan mengelus pipi bayi itu.
®®®®®®®®®®®®®
Waktu terus berjalan rasy sudah bisa beradap tasi, bahkan sudah paham dengan anggota suaminya. Para anggota Dhuha baik yg sudah berkeluarga, maupun yg masih bujangan merasa senang dengan keluarga komandannya, yg low profial. Tak jarang para bujangan dan ajudan Dhuha, membantu pekerjaan rasy misalnya mencuci piring, menyapu, jadi babysister dadakan dan asisten rasy ketika belanja dipasar. Sikap mereka terkadang buat rasy tidak nyaman, tapi apalah daya mereka memaksa dan sekarang rasy berasa punya anak bujangan.
Rasy dan Dhuha memiliki 10 anak asuh yg terdaftar dan yg tidak terdaftar alias up plusan banyak. Inget loh ya.... anak asuh\= tentara bujang hehehe... kalau kata rasy itu bujangan kurang kasih Sayang, atau kadang dibilang anak panti jompo \= anak panti jomblo ora popo. Mereka yg dikatain begitu cuma cengengesan aja dan malah semangat, bahkan lebih getol lagi berharap belas kasihan makanan dari ibu asuh mereka. Katanya
__ADS_1
" ya... allah bunda, serah dehhh dikatain apa yg penting kita dapat makan, kannn lumayan ngirit uang jajan. Itung2 bisa nabung buat lamar anak orang, jadi ayah sama bunda gak repot cari uang panai hehehe"
" eleh.... bisa ae lo tong" jawab rasy dan Dhuha
Kadang rasy dan Dhuha geli sendiri dengan panggilan ayah bunda, karena usia mereka tidak terlalu jauh. Tapi apalah daya mengelak juga gak bisa, tapi pasangan ini senang karena para anggotanya tidak canggung dan menganggap orang tua sendiri. Kadang rasy dapat nyinyiran dari istri2 perwira lain yg iri, gimana gak iri rasy benar2 diistimewakan oleh anak asuhnya. Rasy apakah termakan dengan omongan para embakyu2 kurang piknik itu, jawabannya tidak. Ehhh malah manas2in dan juga sering nyindir2 halus buat ibu2 sosialita military itu, mengap2 kayak ikan kurang air dan memilih diam.
Rutinitas rasy yg sebagai ibu rumah tangga dijalaninya dengan baik dan soal pendidikannya dia memilih mengikuti kuliah S2 di universitas terbuka.
" assalammualaikum" Dhuha
" Waalaikumsalam" rasy
" kok sampai jam segini baru pulang, ada apa pa" rasy
" iya... tadi ada rapat , abis itu liat anggota latihan makanya sampai jam segini" Dhuha
" ooo mama kira ada apa, sampai jam 3 gak pulang2" rasy
" masak apa ma, laper banget ini" Dhuha
Dhuha langsung duduk dan membuka tudung saji dan tersenyum kearah rasy yg tertunduk.
" Maaf ya... pa, makanya cuma pake gurame goreng doang, si adek rewel" rasy ( penuh sesal)
" para jompo pada kemana, sepi amat nie rumah" rasy
" lagi pada latihan fisik, mau satgas ke natuna minggu depan, 6 bulan disana. Mereka udah misuh2, siap2 aja pada ngerengek ama mama, papa cuma ngantar mereka doang.... kalau itu pertanyaan mama" Dhuha
Dhuha sibuk makan dengan wajah gantengnya membuat rasy gemas, berakhir dengan cubitan gemas penuh cinta dipipi mulus Dhuha.
" ihhhh gemes banget sihhh, ahh mamas uha yg gantengnya kelewatan, yg irit ngomongnya kelewatan, yg datarnya ngangenin, yg galaknya minta ampun, yg pengertiannya buat cinta, yg judesnya bikin gedek, yg cueknya buat naik darah, yg paling pengertian, yg" rasy
" yg Sayang sama kamu itu cuma aku" Dhuha
" omo....omo...omo... cenayan, OMG Suamiku gak diragukan lagi kemampuanya, ohhh sekarang udah pinter gombal tapi syukaaaaaa" rasy
Dhuha cekikikan sambil ngunyah, liat tingkah istrinya yg gak berubah. Tingkah rasy yg selalu bisa buat happy virus di lingkungan kerja Dhuha. Membuatnya menjadi lebih mudah dalam melaksanakan tugasnya.
" asssalammualaikum bunda.... ayah...." 10 anak asuh
" Waalaikumsalam" rasy dan Dhuha
__ADS_1
Mereka bersepuluh terdiri dari 2 ajudan\= pratu hendri & praka eko, prajurit biasa\= serda iko, serda naufal, serda satrio, pratu wisni, pratu liam, serda jowi, serda mukti, praka ari. Para jompo itu sudah membawa nasi bungkus masing2, dan 1 plastik berisi sayur dan ikan.
" ya... allah ayah, kasian amat.... untung tadi sekalian beliin" serda naufal
" hendri kau ambil tempat sana, kasian bunda capek"serda muhti
" siap iya bang" pratu hendri
" hendri jangan diambil" rasy
" tapi bun, itu bang muhti" pratu hendri
" inget apa peraturan kalok di rumah harus gimana, atau bunda harus ulangi lagi abang muhti" rasy
" ayah juga gak suka, gaya kalian di luaran terbawa sampai kerumah. Gak baik didenger ama adek kalian paham" Dhuha
" siap paham yah.." semua
" jadi " Dhuha
" ehem... hendri tolong ambilin cambung buat tempat sayur, bunda capek tu, biar abang yg tuang" serda muhti
" iya... bang" pratu hendri
Mereka semua makan dengan hikmat Sementara Dhuha, sudah berlalu mandi. Takla Dhuha sudah selesai mandi dengan baju kaos dan celana selutut. Dhuha melihat rasy yg dikelilingi oleh anak asuhnya, yg sialnya udah pada tua sedang ngerayu istrinya. Ya... istrinya yg diclaim sebagai bunda mereka.
" ingat ya.... gak ada rayu2an, bunda jangan coba2 ngelobi ayah buat gak berangkati mereka" Dhuha
" tapi yah..." semua
" di rumah boleh manja, tapi dikantor jangan coba2 gak nurutin perintah," Dhuha
" gak serem apa dengan Suamiku yg ganteng itu ngomel" rasy
Mereka menganguk dan Dhuha kesel liat para jompo itu, Sementara rasy cuma mesem2.
Owa..... owa....owa...
" yaelahh udah bangun, tu pasti diganguin" rasy
Oho...... kira2 siapa ya.... yg ganguin, next part
__ADS_1
Tkn.28 agustus 2019
Jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘