
~♡♡♡♡♡♡
Sudah 2 hari Kanaya dirawat, sampai saat ini pun seolah gadis itu enggan membuka matanya. Rasya terus berada disampingnya menggenggam erat tangan calon istrinya. Rasya bahkan belum menggati bajunya, rasa sesak dan takut kehilangan menghinggapi dirinya. Pintu ruang inap Kanaya terbuka, ternyata teman2nya dan fabio yg membawakanya baju ganti.
"Sya... ganti dulu sana, udah tiga hari gak mandi kasian Kanayanya" fabio
"Gak bang aku gak mau ninggalin dia" Rasya
"Sya kamu tenang ya... kita disini, papa, semua om dan abang Kanaya masih dalam perjalanan" fabio
"Iya... bang Rasya mandi dulu" Rasya
Mereka semua menjaga Kanaya yg masih belum sadar. Kanaya belum membuka matanya namun dia mendengar seperti orang berbicara, seperti ada banyak orang disekelilingnya. Kanaya yg sudah sadar tidak berani membuka matanya, bulir keringat membasahi pelipisnya. Mungkin dengan membuka mata dia bisa kabur dari orang2 jahat itu pikirnya.
Kanaya bangkit dari tidurnya dan membuka mata, betapa terkejutnya dia ada banyak laki2 berbaju loreng. Tubuhnya menegang dan mata yg melotot dengan air mata yg mengalir. Jafran yg melihat Kanaya sadar langsung mendekat.
"Alhamdulillah udak bangun dek" jafran
"Jangan....jangan... jangan dekat, om naya gak nakal lagi hiks...hiks" Kanaya
Semua terkejut dan heran melihat tingkah Kanaya yg aneh. Mereka semua mendekati Kanaya untuk menenangkan, tapi Kanaya malah lari kesudut ruangan dengan tangan yg berdarah karena infus yg copot. Fabio yg melihat itu langsung mendekat membawa perban, untuk membungkus luka Kanaya. Kanaya sempat menolak tapi karena fabio tidak menggunakan baju loreng Kanaya sedikit lebih tenang.
"Om.... om... disini bahaya, om pergi dari sini cepat, naya tunggu ayah jemput, disini ada om2 tentara jahat cepat om" Kanaya ( lirih dan melihat kearah grombolan tentara)
Kanaya mendorong fabio untuk menjauh darinya, fabio merasa heran melihat Kanaya. Ketika hendra mendekati Kanaya kembali histeris memangil ayahnya. David dan vera datang menghampiri kananya dan hasilnya sama, ia menyebut sahabatnya "kakak dan abang" untuk melarikan diri. Rasya yg baru datang merasa heran dengan suasana di ruangan itu.
"David, vera ada apa ini" Rasya
"Bang sepertinya troma Kanaya menyerang lagi" vera
"Troma apa maksud kalian" Rasya
David menceritakan kisah troma yg dialami Kanaya, Rasya benar2 terkejut dan sangat sedih.
"Bang kejadian ini membuat dirinya menjadi seperti ini dan luar biasanya saat ini, dia merasa usianya masih 6 tahun. Usia dimana dia disekap" David
"Kita tau Kanaya begini waktu itu Kanaya bermimpi dan dia ceritakan semuanya" vera
"Dan yg bisa mengendalikan dia cuma ayah dodit, kenapa kita tau ayah dodit yg cerita, kalau abang gak percaya kita coba" David
"Naya....kakak vera ama abang david kabur duluan ya...kamu ati2" Vera
__ADS_1
"Kakak hiks...hiks... ati2 bilangin ayah naya ya... kak, suru jemput" Kanaya
"Iya.. adek juga ati2 disitu aja jangan kemana2" David
Rasya tidak tahan melihat pujaan hatinya begitu menderita. Rasya menghampiri Kanaya dan memeluknya erat, Rasya memberi tahu kalau dia adalah tunanganya. Kanaya sudah histeris memanggil "ayah", Rasya langsung ditarik oleh sahabatnya itu untuk menjauh. Rasya menangis tersedu dipelukan sahabatnya, Sementara Kanaya tetap diposinya namun berteriak memanggil ayahnya. Semua orang menangis melihat kejadian itu, tidak ada yg berani berbicara.
Kanaya terus berteriak meminta tolong pada ayahnya, Rasya benar2 hancur saat ini. Untuk memeluk dan menenangkan kekasihnya saja Rasya tidak mampu. Sahabatnya hanya mampu memeluk Rasya saat ini
"Bang sabar, lo harus kuat buat Kanaya" jafran
"Bang lo gak sendirian" nino
"Kita ada buat lo bang" hendra
Fabio langsung memeluk Rasya yg sangat rapuh saat ini, mereka terus memperhatikan Kanaya yg sudah sidikit tenang namun, masih memanggil ayahnya.
Ceklekkkk
Mereka semua fokus pada orang yg membuka pintu, mereka yg baru saja datang semua memakai baju PDL dengan kesatuan masing2. Dari kesatuan TNI AD, AU,AL badan tegap dan sangat wibawa membuat siapapun tunduk pada mereka.
Ya... orang itu adalah satria, javin, putra, fitra, rafi, jendral dedi, jendral indra, jendral .purn dika dan jendral dodit. Semua orang bersiap menyambut kedatangan mereka.
Kedatangan mereka yg berbaju loreng hijau membuat Kanaya menjadi histeris tidak karuan.
hiks....ayah....ayah.... tolong naya.... ayah.... ayah..... naya takut..... ayah.... ayah...." Kanaya
Dodit melihat itu langsung mendekati putri kecilnya itu. Kanaya menjerit tak tertolong membuat, Abang2nya menangis dalam diam. Dodit terus maju tanpa menangis sedikitpun.
"Ayah.... ayah....naya takut disini banyak om2 jahat ayah.... ayah....ayah... om jahat pergi jangan dekat..... ayah..." Kanaya
"Adek.... ini ayah nak.... adek jangan takut, ayah udah datang" dodit
Kanaya diam dia mendengar suara ayahnya tapi dia tidak yakin, lalu Kanaya mencium aroma parfum ayahnya yg membuatnya tenang. Kanaya berdiri dan langsung memeluk ayahnya, Kanaya melingkarkan tangannya dileher dan kakinya di pinggang ayanya. Kalau dilihat saat ini Kanaya seperti bayi kuala yg digendong induknya.
"Ayah.... kenapa lama banget adek takut, disini ada om2 jahat ayok pulang, adek kangen bunda, abang satria, abang javin, hiks...hiks" Kanaya
"Maafin ayah ya... dek, jemputnya kelamaan, naya tau ini semua om tentara yg baik. Yg jahat udah di pukul ama om2 ini, coba adek liat mereka gak serem tau. Masa princessnya ayah gak sopan, bilang makasi ama om2nya udah nolongin naya" dodit
Dodit memberi kode untuk mengikuti saja, sedangkan Kanaya yg Wajahnya disembunyikan di leher ayahnya, pelan2 melihat semua orang tersenyum ramah padanya.
"Ma....ma....ma..makasi om2 tentara yg baik" Kanaya
__ADS_1
"Sama2 adek" semua
"Adek udah makan belum( menggeleng), kenapa gak makan... gak enak makanya ya( mengangguk), baru bangun tidur adek udah teriak2 tuh.... kucingnya om daru[ tetangga waktu di bataliyon sulawesi] laporan kucingnya gak bisa bobok, denger naya teriak hehehe ( Kanaya tertawa mendengar dodit dan membuat lega semua orang), aduh... anak ayah udah gede gendut banget, ayah gak kuat gendongnya"dodit
"Ih... naya gak gendut tau, naya tu cantik, manis, nih imut banget kayak rapuncel, ok adek ngambek gak mau nikah ama ayah, adek mau nikah ama pangeran yg naik kuda" Kanaya nada imut
"Is...anak ayah suka ngabek, ayah juga gak mau masa rapuncel belum mandi bau tau, tar pangerannya kabur gak mau ketemu rapuncel yg bau, jelek dan gendut kayak Kanaya" dodit
Semua orang tertawa dan yg paling keras sudah dipastikan itu adalah javin. Kanaya sudah memandang tajam kearahnya, tapi javin tidak peduli malah makin keceng.
"Is.... siapa om itu, kok ngeledek banget ihhh" Kanaya
"Is... om2, ini bang javin beruang madu... eleh rapuncel masa bau hahaha" javin
"Vin adek bukan beruang, tapi kudanil hahaha" satria
"Ihhh ayah... hukum abang, suru sikap tabat nakal tu bedua" Kanaya
"Oya... nakal mana sama adek coba kasi tau vin, abang satria yg ganteng lagi capek" satri
Kanaya yg udah duduk di tempat tidur, udah pasang kayak mau muntah gitu. Sementara yg lain sudah duduk kecuali dodit, satria dan javin yg masih drama. Membuat yg lain cekikikan
"Ok... abang javin yg ganteng mau tanya, kenapa ibu danyon bisa marah ama bunda kemarin, tu ayam om wira kenapa matanya, terus nenek batak ( nenek yg rumahnya deket bataliyon) bisa ngomelin abang tadi, coba jelasin beruang" javin
"Itu...itu gara2 cecil ( anak danyon) masa katanya naya ganjen karena deketin doni, issss padahal doninya yg deketin. naya dikeroyok ama mereka, nek lampir itu mau jambak naya ya...udah.... naya tolak aja ehhh malah masuk got" Kanaya
"Hahaha" semua
"Kalok ayamnya om wira itu sirik banget, abis adek nyanyi malah teriak2 yaudah adek jepret aja ehh...malah kenak matanya diem deh. Mmmm nenek batak pelit banget minta jambu gak boleh terus di beli gak boleh, ya... udah kita serbu aja, anak tentara kok digituin ehhh kita dilempari... si yoga( anak lettu kuad) malah ketinggalan masi nangkring hahaha" Kanaya
"Tu sya.... kalok lo mau tau kelakuan bini lo" satria
"Nie anak gestrek dan masi banyak lagi belum lagi waktu di aceh hahaha" fitra
"Ya... ampun gak nyangka gue bang, kesayangan gue yg manis begitu ya..." Rasya
Para Abang2 Kanaya mengambil kesempatan ini untuk mencari jawaban2 dari kenakalan Kanaya waktu kecil. Semua mengalir begitu saja membuat Kanaya menjadi lebih nyaman. Rasya merasa lega dan senang dengan keadaan Kanaya yg sekarang.
Tkn.5 maret 2019
Maaf kalok ceritanya geje badai dan typo, jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘
__ADS_1
ini versi asli bukan KW dan sekalian revisi dilapak ini, PLAGIAT MUNDUR TERATUR😏