
※※※※※※※※♡♡♡♡※※※※※※
Rasy tidak mengalami mual dipagi hari seperti kebanyakan ibu hamil lainya dan membuat Dhuha lega juga merasa heran. Justru nafsu makannya yg bertambah, di usia kandungannya yg masuk 7 bulan ini rasy, bertambah lebar dan jangan sekali2 membentak rasy maka dia akan nangis kejer. Sifat bar2 dan premanya menjadi- jadi, contohnya:
Kehamilan 3 bulan
Rasy menjadi doyan nonton orang tauran dan tidak segan2 ikut andil didalamnya. Pernah sampai ditangkap polisi dan dilepas, lagi2 drama seorang rasy menyelamatkan hidupnya. 2 temannya cuma bisa geleng2 dan mendengarkan kenapa rasy bisa terciduk, Ditanya oleh polisi yg nangkep
"Ibu ngapain disana, kenapa ibu ikutan berantem" polisi
" saya ngidam pak, pingin liat orang tauran beneran suwer✌, saya gemes aja liatnya berantem aja gak bisa, masa saya harus datangkan pemeran pengganti disana, gak seru ihhh( sahabatnya menganga, seolah mau lepas tu rahang 2cowok kece itu), ya... udah saya geplak aja pala mereka satu2, bela diri amatirnya gak profesional mintak dilatih lagi tu mereka. Saya kecewa pak hiks...hiks... mereka ngancurin diri dengan begituan ( nangis buaya). Sebagai warga negara yg Baik dan cinta damai, nanti kalok ada tauran saya hadiri lagi...saya kasi tau deh, beneran pak tapi jangan dibubarin dulu kalok lagi seru ya... pak" rasy ( sungguh2)
2 sahabatnya dan para petugas kepolisian, bahkan para peserta tauran melongo dengan penuturan rasy. sahabatnya berusaha memberi pengertian entahlah rasy malah nangis gak mau berenti. Dengan terpaksa menghubungi Dhuha untuk datang, dan pihak kepolisian memberi izin dengan catatan melaporkan jika ada tauran. Bumil dilawan, 3 perwira itu yg tampan dan berwibawa mah keok, lawan bumil ngidam. Dhuha cuma bisa pasrah dan berdoa saja.
Kehamilan 4 bulan
rasy menyuruh Dhuha mencuci baju PDL dan kaus lorengnya tapi tidak dengan mesin , melainkan dengan tangan Dhuha yg kayak gatot koco itu. Itupun harus didepan rumah dinas mereka, Dhuha sempat perotes tapi Akhirnya mengalah. Rasy nangis gak mau diem, tetangga yg melihat Dhuha kasian dan membantu menyiapkan semuanya yg di butuhkan danki mereka itu.
Dhuha menyikat dengan sungguh2 sampai Rasanya tu baju, teriak minta tolong
"woyyy pak danki...jangan kenceng2 nyikatnya sakit tau, kok gak berkepribajuan gini sihh, gak enak banget caranya" . 2 judannya turut membantu, ya... mereka membantu ngeliatin dan sambil siaran langsung.
" heh... kalian berdua, gak ada niat bantuin gitu" Dhuha
" ya.... adalahh ndan, nie kita lagi bantuin kasi semangat dan doa ndan hehehe" josep
" semangat ndan, senyum dong ndan" Billy
" kampret..." Dhuha
__ADS_1
Dhuha yg kesel menyikat baju lorengnya gak kira2, sampai tu sikat kelempar jauhhh di jidat Billy. Dhuha bingung nyari benda keramat itu, Sementara Billy udah misuh2 jenong yg selebar daun talas itu terluka. Para penonton baik dunia nyata maupun dunia maya, bahkan dunia gaib pada ngakak.
Walau penuh dengan insiden berdarah Akhirnya selesai juga dan rasy senengnya minta ampun.
Kehamilan 5 bulan
Rasy manjanya minta ampun, Dhuha sampai susah sendiri. Kemana Dhuha pergi selalu ada rasy bahkan, sampai kekamar mandi sekalipun. Tapi karena kegiatan rasy yg sedikit menguntungkan suaminya itu. Rasy harus menyelesaikan skripsinya. Sempat terjadi pendarahan namun, keadaanya kembali membaik. Waktu sidang rasy ditemani oleh Dhuha yg menyusul setelah lepas dinas. Ya... Dhuha jadi pusat perhatian dengan seragamnya itu. Disini para penguji benar2 diuji tingkat kesabarannya oleh rasy.
" jadi ini benar, sekripsi anda" ketua sidang
" hiks...hiks... iya... uwaaaaa😭😭" rasy ( nangis kejer)
" terus kalok skripsi punya kamu, kenapa nangis" ketua sidang ( bentak)
" bapak bentakin saya hiks...hiks... ngomong baguskan bisa hiks...hiks...saya takut" rasy
Semua orang takjub melihat seorang rasy takut dan cengeng, benar2 perlu di kenang tanggal, tahun, hari dan tempatnya. Dhuha yg melihat situasi yg tidak Baik lagi Akhirnya masuk, menenangkan rasy. Dhuha menjelaskan tentang kondisi rasy dan diperbolehkan membatu sebagai perantara, dengan kata2 yg lembut. Hebatnya rasy bisa menjelaskan pertanyaan yg diajukan, bahkan membedah skripsinya secara mendetil hasilnya Rasy mendapat nilai A. Walau syaratnya semua mahasiswa yg ikut sidang diruangan rasy masuk, sebagai bukti netralitas Dhuha dan penguji.
banyak momen indah yaitu rasy yg sudah mendapatkan gelar S1 nya, dengan keadaan hamil besar. Dhuha sebagai suami bangga pada rasy yg bisa membagi tugasnya, sebagai istri, mahasiswa dan ketua PIA kompi A dengan baik. Disamping pencapaian tertingginya itu, begitu juga pencapaian tertingginya dibidang pengidaman.
Gimana gak rasy saat itu berada di rumah dinas papanya, tiba2 pingin mangga muda Yg diurus sepenuh hati. Ya... mangga muda milik ibu hati alias ibu hartati. Rasy ngerengek minta ama papanya masi sibuk, mau minta suami lagi mengudara dengan burung besinya, dengan mamanya ahhh rasy kesel. Gimana gak kesel diajakin malah bilang
bentar dek... tar lagi kita kesana oke, kerjaan oma nanggung nie..
"Nanggung apaan, nanggung penderitaan iya... dari tadi di bilang sebentar di PHP itu sakit tau ma.." batin rasy
Rasy yg tidak sabar langsung pergi keluar dari rumah, dengan berjalan kaki. Sudah 2 jam sejak kepergian rasy membuat semua orang bingun mencari bumil itu. Adehhh.... seorang KASAD mencari anak dan calon cucunya keliling bataliyon. Semua orang bertemu di pertigaan dengan wajah panik. Sersan. Sahri datang membawa sendal rasy, lalu ia menggiring ketanah lapang.
Mereka semua melongo dan kawatir, gimana enggak rasy dengan perut besarnya manjat pohon mangga dengan santainya berdiri didahan. Memilih2 mangga yg mau dipetik, dipasar kali ahhh.
__ADS_1
"Mbakkkkkkk ngapain, turun bahaya itu" Kanaya ( histeris)
" turun mbak, jangan kamu asah bakat, nanti aja kalok udah lahiran" Rasya
" bentar ihhh, satu lagi ini pa... ma..." rasy
" RASYKANA ILHAM PRAMONO TURUNNNN" Kanaya ( penuh amarah)
Rasya yg melihat istrinya marah besar udah merinding. Dengan berat hati, jiwa, dan raga rasy turun. Kanaya jangan ditanya udah ngomel sepanjang jalan, yg disaksikan oleh anggota suaminya itu. Yg dimarahi malah santai ngeliatin mangga hasil jarahannya tadi. Disaat rasy tengah menikmati mangga yg dikupas mamanya, yg ditemani papanya. Dhuha datang dengan wajah datar nan dingin , membuat rasy susah menelan mangganya. Dhuha hanya menatap istrinya dengan diam karena kesal, tingkat 2 Kali lipat lapisan bumi.
" kenapa" Dhuha( datar)
"Hah.. kenapa apanya" rasy ( bingung)
" Kenapa RASYKANA ILHAM PRAMONO" Dhuha( penuh penekanan)
Kalau sudah begini, rasy mulai takut dan menyadari kesalahannya.
" Maaf, habis kepingin banget, tadi minta tolong tapi gak ada orang, beneran adek gak papa kok, gak ngulangin lagi, Maaf mas hiks...hiks...hiks.." rasy
Ya.... rasy ngeluarin sejata andalanya yaitu nangis. Dhuha hanya diam saja melihat rasy menangis sesegukan dipelukan mamanya. Rasya dan Kanaya tidak mau ikut campur dengan pergi meninggalkan mereka. Dhuha memeluk rasy yg udah nangis kejer, dipelukan suaminya sambil minta maaf.
"Jangan diulangi lagi, gimana kalok jatuh, mas gak bisa maafin diri sendiri, rasy mau liat mas mati dengan but begitu" Dhuha ( lembut)
" hiks...hiks...hiks..hiks... Maaf mas, adek salah" rasy
Dhuha memeluk dan mengelus perut buncit rasy, anaknya ini memang nakal rupanya. Tanpa di ketahui rasy Dhuha tersenyum membayangkan, bagaimana tingkah lucu dan imut calon anaknya nanti.
Kehamilan 7 bulan
Tepatnya hari ini adalah tujuh bulanan rasy, yg diadakan di rumah dinas Rasya. Acara diadakan dipagi hari dengan lancar, segala acara adat digelar tapi ada yg aneh pada sikap dan wajah rasy hari ini.
Woho... kira2 rasy kenapa ya... next part
__ADS_1
Tkn.14 juni 2019
Jangan lupa Vottt dan komen makasi😘😘😘😘😘😘😘😘