
Ersya turun di ikuti Angel dibelakangnya. Ersya pergi meninggalkan Angel sendirian. "Angel cucuku" panggil kakek Ersya. Angel segera menuju tempat kakek Deni dan mencium tangan kakek Deni. "Kakek kemana yang lain?" tanya Angel sambil melihat\-lihat ruangan tersebut. "Oh tadi habis makan malam, mereka pergi menjenguk tetangga yang sedang sakit di rumah sakit, sedangkan kakakmu ada di kamarnya" jawab Deni, "Oh " ujar Angel, "Iya sayang" ucap kakek Deni. "Kakek mau ke kamar dulu, jika kau lapar makanlah, ini juga rumahmu" jelas kakek Deni, "Ah iya kek terimakasih" jawab Angel sambil tersenyum manis. Kakek Deni pergi meninggalkan Angel.
Angel sangat lapar, dia berjalan menuju dapur disana belum ada makanan yang matang, semua masih mentah. Waktu makan malam sudah selesai, Angel melewatkan itu dengan tertidur pulas. Angel berjalan, ia sedang mencari kamar Amel. Angel menemukan kamar Amel. Angel mengetuk pintu kamar Amel, tok..tok.. "Kakak" ucap Angel, "Iya" jawab Amel membukakan pintu untuk Angel, "Angel, masuk" sambung Amel, "Makasih kak" jawab Angel, "Oh iya kak, kenapa mama suruh Angel kesini" tanya Angel, "Sebenarnya sih ngajak kamu makan malam bersama tadi, tapi berhubung kamu ketiduran jadi batal" jelas Amel, "Aduh maaf banget kak, terus apa mama kecewa dengan Angel, dan kenapa mama nggak bangunin Angel aja" sahut Angel, "Ah tidak, kamu kan capek habis pemotretan, jadi mama nggak tega bangunin kamu" jawab Amel.
"Apa sekarang kamu lapar" tanya Amel, "Hehe, sebenarnya iya sih kak" jawab Angel, "Biar kakak minta Ersya masakin ya" ujar Amel, "Wih ternyata dia jago masak juga, astaga beruntung sekali aku" batin Angel, "Eh, eh sadar Angel, sadar" sambung Angel dalam hati, "Apa dia bisa masak" tanya Angel, "Iya, masakannya juara pokoknya, kamu belum tahu kan, ayo kita cari Ersya" ajak Amel. Mereka berdua pergi mencari keberadaan Ersya. Ersya sedang duduk di ruang keluarga sambil sibuk dengan tabletnya. "Ersya" panggil Amel, "Kamu masak gih buat Angel, kasihan dia belum makan" sambung Amel, "Apa dia nggak bisa masak sendiri" ucap Ersya, "Astaga, kalo nggak ada kakak udah ku tendang nih dari belakang" batin Angel, "Ersya, kamu jangan gitu dong, ayo cepat" ujar Amel, Ersya bangun dan menaruh tabletnya di atas meja.
__ADS_1
Dia pergi ke arah dapur, "Sana kamu tungguin, kakak ke kamar dulu" ujar Amel, "Tapi kak" sahut Angel, "Hish, dia nggak akan gigit kamu, dah" Amel sengaja menyuruh Ersya masak untuk Angel, karena dia ingin hubungan mereka berdua lebih dekat. Angel menunggu Ersya memasak di dapur, dia duduk di kursi meja makan. Tak berselang lama, Ersya menghampiri Angel dengan membawa sepiring makanan untuknya. Ersya menyodorkan sebuah piring berisi pasta dengan taburan ayam di atasnya. "Gila menggoda selera banget tampilannya, apalagi rasanya" batin Angel. Angel segera melahap makanannya itu. "Ya ampun, omg, ini enak banget" batin Angel. Angel memakan pastanya seperti orang yang tidak pernah makan selama setahun.
Ersya melihat Angel dengan tatapan terkejut, pasalnya Angel makan seperti tidak pernah makan, mulut penuh dengan bekas makanan. "Aku tahu masakanku enak, tapi apa kau tidak pernah makan makanan seenak ini ya" ucap Ersya membuat Angel berhenti dari makannya, "Emang ya, kalo orang udah penuh dengan kesombongan pasti gini nih, kalo pun bukan karena aku lapar, aku tidak akan mau memakan masakanmu ini" ujar Angel, "Oke stop, aku tidak mau berdebat, aku lapar" Angel melanjutkan makannya dengan lahap tanpa menghiraukan Ersya di depannya.
"Hati\-hati ya, Ersya jaga calon istrimu itu dengan baik" ujar Luna, "Dah ma, dah semua" Angel melambaikan tangannya ke arah keluarga Ersya yang berdiri di depan pintu. "Kekanak kanakan" ucap Ersya, "Biarin, sekarang cepat antar aku pulang" jawab Angel.
Kring.. Kring.. Ponsel Ersya berbunyi. Waktu itu ponselnya berada di saku celananya. Ia sedang fokus menyetir mobil, Ia mencoba mengambil ponselnya. Karena celananya yang sangat ketat itu Ersya kesusahan mengambil ponselnya. Angel hanya melihat ia tidak ingin membantu kalau bukan Ersya yang memintanya. "Ambilkan" ucap Ersya, Angel yang mendengar perkataan Ersya hanya melihat. "Kau sangat menyusahkan" ujar Angel. Angel mendekatkan tubuhnya ke tubuh Ersya. Angel sedikit ragu karena celana ketat milik Ersya itu. Angel mencoba mengambilnya pelan2. Tiba2 Ersya mendadak mengerem mobilnya, sontak bibir Angel yang sangat dekat dengan pipi kiri Ersya tidak sengaja menciumnya. Ersya terkejut, deg.. deg.. deg suara jantung Angel tak karuan.
__ADS_1
Angel terkejut, dia langsung menjauh kebelakang dan kembali ke posisi awal dia duduk. "Kenapa kau berhenti seperti itu" ucap Angel. Ersya menghentikan mobilnya. "Apa kau tidak lihat ada seseorang yang menyebrang" ucap Ersya, "Bagaimana aku bisa lihat, kau menyuruhku mengambil ponselmu" jawab Angel dengan pipi memerahnya, karena dia malu yang tak sengaja mencium pipi Ersya. Ersya mengambil ponselnya menjawab teleponnya. Angel mengarahkan pandangannya ke luar mobil.
Sampailah di rumah Angel, waktu menunjukkan pukul 21.40. Angel turun dari mobil, bunda Angel berdiri di depan pintu. Angel mendekat ke arah bundanya tanpa berkata apapun kepada Ersya. "Angel apa kau tak mempersilakan calon suamimu masuk dan mengucapkan terima kasih telah mengantarmu" tanya bunda sedikit dengan nada tinggi. "Haduh bun plis deh" Angel kembali berjalan ke arah mobil Ersya. Ia melihat Ersya sedang mengobrol di telepon. "Hei Ersya, kau tidak ingin mampir" ucap Angel sambil mendekatkan wajahnya ke pintu mobil Ersya yang terbuka. Ersya menutup panggilannya, melihat ke arah Angel. "Tidak" ucap Ersya yang dingin, "Syukurlah, sana cepatlah pulang" usir Angel kepada Ersya.
Angel pergi meninggalkan Ersya. Ia masuk ke dalam rumah melewati bundanya yang sedari tadi melihatnya. Ersya membunyikan bel mobilnya, tersenyum kepada bunda Angel yang sedang berdiri di depan pintu. Bunda Angel membalasnya sambil melambaikan tangannya. Ersya pergi pulang, tetapi ia tidak pulang ke rumah, ia pergi ke apartemen miliknya. Apartemen itu adalah hadiah dari keluarganya. Ia sampai di apartemen, memakirkan mobilnya di bestmen apartemen. Ersya masuk ke dalam apartemennya.
Membersihkan diri, di kamar mandi ia berdiri di depan kaca. Ia melihat ada bekas merah di pipi sebelah kirinya, dan ternyata itu adalah bekas bibir Angel yang tidak sengaja menciumnya tadi. \*Tiba2 Ersya mendadak mengerem mobilnya, sontak bibir Angel yang sangat dekat dengan pipi kiri Ersya tidak sengaja menciumnya. Ersya terkejut, deg.. deg.. deg suara jantung Angel tak karuan.\* "Hemm" senyum Ersya membayangkan kejadian tadi. Ersya mengusap\-usap pipinya dengan lembut.
__ADS_1
~ Di rumah keluarga Aditya.
Kring.. Kring ponsel Angel berbunyi. "Hm" rintih Angel setengah sadar. Angel meraba-raba, ia mencari ponselnya di samping ia tidur. Angel dapatkan ponselnya, ia mengangkat panggilannya itu. "Iya Keysa ada apa? " ucap Angel yang masih memejamkan matanya. "Ini mama Angel, Angel baru bangun" ucap Luna diseberang sana. Angel terkejut ia terbangun dan duduk. "Oh iya maaf ma, biasanya kalau pagi gini Keysa yang telepon" ucap Angel, "Haha, kamu ada kelas hari ini nak" tanya Luna, "Iya ma, pukul 9 nanti" balas Angel, "Astaga nak, ini sudah mau jam 9" ucap Luna. Angel melihat jam dinding di atas meja riasnya, dilihatnya jam pukul 8.40. Angel bangun dari kasur, "Astaga, maaf ma Angel mau bersiap dulu" ucap Angel, "Haha, nanti malam ke sini ya" ajak Luna, "Oke siap ma" ucap Angel dan segera mematikan panggilannya. Ia segera lari ke kamar mandi.